Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MOTOR matik adalah jenis sepeda motor yang menggunakan sistem transmisi otomatis, sehingga pengendara tidak perlu memindahkan gigi secara manual seperti pada motor bebek atau sport.
Motor matik ini memiliki konsumsi bensin bisa lebih boros dibanding motor manual, perawatan CVT perlu rutin agar tidak cepat aus. Serta daya angkut dan performa menanjak bisa lebih lemah bila tidak terawat.
V-belt adalah komponen utama sistem transmisi CVT. Jika sudah aus, kendor, atau licin, tenaga dari mesin tidak tersalurkan dengan baik ke roda belakang, akibatnya motor terasa berat saat menanjak.
Kampas ganda yang kotor atau aus membuat cengkeraman ke mangkok kopling berkurang. Hal ini menyebabkan motor kehilangan traksi saat akselerasi di tanjakan.
Roller berfungsi untuk mengatur perbandingan gear otomatis. Jika beratnya tidak seimbang atau sudah aus, perpindahan tenaga jadi tidak halus dan membuat motor terasa ngeden saat menanjak.
Per CVT menjaga tekanan pada pulley belakang. Jika per sudah lemah, motor jadi kehilangan torsi di putaran rendah, terutama terasa saat menanjak atau membawa beban berat.
Filter udara yang tersumbat mengurangi suplai udara ke ruang bakar. Campuran bahan bakar jadi tidak ideal, tenaga mesin pun menurun.
BBM dengan oktan rendah atau tercampur kotoran membuat pembakaran tidak sempurna. Akibatnya tenaga mesin tidak maksimal untuk menaklukkan tanjakan.
Pada motor karburator, spuyer bisa tersumbat. Sedangkan pada motor injeksi, nozzle injektor bisa kotor, keduanya menyebabkan bahan bakar tidak keluar dengan benar sehingga tenaga turun drastis.
Busi yang tidak bekerja optimal membuat pembakaran tidak sempurna. Gejalanya mesin brebet, kehilangan tenaga, dan tidak kuat menanjak.
Ban kempis atau terlalu keras bisa mempengaruhi gesekan dengan jalan. Saat menanjak, gesekan ban yang tidak ideal membuat tenaga motor tidak tersalurkan dengan baik.
Untuk mengatasinya, baiknya rutin servis CVT setiap 5.000 sampai 8.000 kilometer, gunakan BBM beroktan sesuai rekomendasi pabrikan, bersihkan filter udara dan injektor secara berkala. Ganti roller, kampas ganda, atau V-belt bila aus. (Z-4)
Untuk mengatasinya, cek dan ganti oli jika sudah lama, bersihkan filter udara, injektor, atau karburator, periksa busi dan koil, servis CVT, cek fuel pump
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved