Kamis 29 Desember 2022, 21:04 WIB

Busi, Saksi Mata Kondisi Kendaraan

Gana Buana | Otomotif
Busi, Saksi Mata Kondisi Kendaraan

MI/GANA BUANA

 

RISIKO kecelakaan di jalan raya bisa saja terjadi pada pengendara kapan saja, baik kecelakaan yang diakibatkan oleh pengendara lain, kelalaian diri sendiri, atau masalah pada kendaraan. Kendaraan yang tidak dirawat dengan baik, dapat menjadi sumber masalah. Apalagi, bila pemilik tidak pernah memeriksa dan mengganti suku cadang secara berkala. 

Masalah pada kendaraan bisa terjadi kapan saja secara tiba-tiba, bahkan berpotensi memicu kecelakaan yang merugikan pengguna bahkan berpotensi juga merugikan pengendara lain, terlebih kendaraan yang kurang perawatan. 

Pengguna kendaraan juga sebaiknya mengerti dasar-dasar otomotif, termasuk untuk kaum perempuan. Tujuannya agar lebih mudah mencari solusi saat terjadi masalah pada kendaraan.

Ika Deasy menuturkan, dirinya pernah bermasalah pada kendaraannya di sekitar Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia mengaku saat itu tiba-tiba putaran mesin sepeda motornya meninggi sendiri, setelah itu mesin motornya mati dan tidak bisa ia hidupkan kembali.

“Nah disitu saya engga tau harus berbuat apa, karena kan biasanya juga tinggal pakai saja, waktu servis ya serahkan saja ke bengkel,” ungkapnya. 

Deasy mengaku dirinya sempat panik. Sesampainya di bengkel dan diperiksa, montir menjelaskan sejumlah suku cadang yang harus diganti. Karena ia tidak paham, ia pun terpaksa menyetujui meskipun ia merasa ada yang seharusnya belum perlu diganti. 

“Dari situ saya merasa pengetahuan seputar otomitif juga penting bagi perempuan, apalagi kalau sehari-hari bawa kendaraan,” ungkap perempuan yang berdomisili di Sawangan Depok ini.

Busi Jadi Saksi Mat

Dalam sesi coaching clinic yang digelar di Bintaro, Tangerang Selatan, Technical Support PT NGK Busi Indonesia Diko Oktaviano menyampaikan bahwa ada berbagai faktor yang menyebabkan masalah pada kendaraan secara tiba-tiba. Pengguna kendaraan bisa mengandalkan kondisi busi, karena busi merupakan saksi mata kondisi kendaraan. 

“Dari sisi mata mekanik, busi adalah saksi mata. Busi bisa ngasih tahu kita bahwa ada komponen bermasalah lewat warna elektrodanya. Misalnya kalau berwarna hitam berarti ada sesuatu yang bocor. Jadi salah banget diartikan bahwa busi itu adalah penyebab, padahal busi bisa jadi saksi mata dan ngasih tahu ke kita ada masalah di ruang bakar,” ungkap Diko di Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (24/12).

Menurut Diko, permasalahan mesin kendaraan harus dituntaskan hingga ke akar. Sebab, apabila masalah ada di mesin namun hanya busi yang diganti tentu tidak akan menyelesaikan permasalahan. “Kalau ternyata mesinnya tidak sehat yang diperbaiki ya mesinnya, bukan businya. Bagaimanapun busi diganti mesinnya engga sehat tetap jadi trouble. Kalau mesinnya sehat, businya ikut sehat,” kata dia. 

Penggantian Berkala

Dalam kesempatan ini, Diko juga memberikan tips merawat dan serta kapan waktu terbaik untuk mengganti busi kendaraan. Hal ini tentu akan membantu menjaga kesehatan mesin kendaraan dan mengoptimalkan performa. 

Diko menyebut, dirinya membagi dua kategori pengguna kendaraan berdasarkan wawasan mereka terkait dunia otomotif. Pertama, pengguna awam dan kedua, pengguna yang sudah mengerti dan paham soal otomotif. Untuk tipe pengguna awam, seperti kaum perempuan atau pengguna baru,  penggantian busi dapat mengikuti isntruksi pada buku manual kendaraan. 

“Patokannya ada di buku manual, di situ juga sudah tertulis dengan jelas, dua kali ganti oli satu kali ganti busi. itu untuk memudahkan kita sebagai tindakan preventif,” ujar Diko.

Menurut Diko, untuk busi jenis nikel, penggantian busi sepeda motor antara 6.000 km hingga 10.000 km, sementara untuk mobil berkisar antara 20.000 km hingga 40.000 km. Sedangkan untuk busi dari logam mulia (iridium), penggantiannya bisa setiap 50.000 km untuk sepeda motor dan 100.000 km untuk mobil. 

Sedangkan bagi pengguna kendaraan yang paham otomotif, menurut Diko, biasanya mereka akan  melihat kondisi busi. Kalau elektroda busi terlihat sudah terkikis, itu tandanya busi harus diganti. 

Marketing Manager PT NGK Busi Indonesia Ardhieta Wicaksana, menambahkan bahwa merawat busi juga bisa dengan cara membersihkannya. Namun disarankan tidak membersihkan dengan cairan yang mengandung metal. “Kalau cuma mau bersihin dari debu, bisa dengan brake cleaner, cukup sebetulnya di lap dan semprot-semprot,” tandas dia. (S-4)

Baca Juga

MI/GANA BUANA

Tren Belanja Online Pengaruhi Permintaan Kendaraan Isuzu

👤Gana Buana 🕔Jumat 27 Januari 2023, 09:14 WIB
Peningkatan harga batu bara dan crude palm oil (CPO) juga berkontribusi dalam banyaknya permintaan kendaraan niaga...
Dok. Alun Indah

Mercedes Benz Indonesia-Alun Indah-Dunex Kolaborasi Salurkan Truk Ramah Lingkungan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Januari 2023, 21:59 WIB
Mercedes-Benz AXOR adalah salah satu model Euro 4 yang diluncurkan oleh PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia...
Dok. Green Tech

Green Tech Ramaikan Pasar Motor Listrik Tanah Air

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 26 Januari 2023, 21:50 WIB
Green Tech merupakan satu-satunya motor listrik yang akan menggunakan baterai buatan Tanah Air yaitu KK...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya