Jumat 01 April 2022, 17:20 WIB

PLTN Ukraina di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Markus Wauran, Wakil Ketua Dewan Pendiri HIMNI | Opini
PLTN Ukraina di Tengah Perang Rusia-Ukraina

dok pribadi
Markus Wauran

 

DI tengah arena perang Rusia-Ukraina yang dimulai sejak Selasa (22/2), pada Jumat (4/3) dini hari tersiar berita dari berbagai media dalam dan luar negeri bahwa Rusia mengebom salah satu unit pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Ukraina bernama Zaporozhye. PLTN itu terletak di Kota Energodar berjarak sekitar 550 km arah tenggara Kiev, ibu kota Ukraina. 

Setelah pengeboman tersebut Rusia diberitakan menguasai Zaporozhye yang berjumlah enam unit. Dunia sontak khawatir akibat pengeboman tersebut menimbulkan kebocoran radiasi, yang sangat berbahaya bagi keselamatan manusia dan lingkungan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, "Tenaga nuklir erat kaitannya dengan perubahan iklim dan sistem keamanan global. Maka tidak mengherankan peristiwa pekan ini, aksi Rusia yang menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye Ukraina turut menjadi perhatian."

PLTN dipercaya dapat menghasilkan energi tanpa emisi karbon dioksida, memberikan alternatif bahan bakar fosil yang memanaskan atmosfer. Batu bara dan bahan bakar fosil lainnya mencekik umat manusia. Serangan Rusia sempat bikin pembangkit nuklir membara untuk pertama kalinya dalam sejarah kita, dalam sejarah umat manusia, demikian berita CNBC, Senin (6/3). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengingatkan Eropa bisa berakhir apabila salah satu reaktor nuklir di Ukraina meledak.

"Saat ini Ukraina memiliki 15 reaktor nuklir dan salah satunya jadi yang terbesar di daratan Eropa. Jika salah satu di antara mereka meledak, itu adalah akhir dari semua orang, akhir dari Eropa," ujar Zelensky seperti dilansir CNN, Jumat (4/3). Peringatan itu disampaikan sebagai rasa heran atas aksi militer Rusia yang melancarkan tembakan ke reaktor PLTN. Oleh sebab itu, ia mendesak seluruh pemimpin negara benua biru tersebut menghentikan pasukan Rusia sebelum konflik di negaranya berubah menjadi bencana nuklir. 

Kemudian para pemimpin dunia menuduh Rusia membahayakan keselamatan seluruh Eropa setelah pasukannya menembaki PLTN di Ukraina selatan. Perdana Menteri Inggris Boris Jonson mengatakan serangan sembrono itu bisa secara langsung mengancam keselamatan seluruh Eropa. Presiden AS Joe Biden mendesak Moskow untuk menghentikan kegiatan militernya di sekitar lokasi tersebut. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menuturkan serangan mengerikan dari Rusia harus segera diakhiri. (tribunnews.com, 4/3). 

Tak kalah dengan yang lain, NATO (North Atlantic Treaty Organization) juga bereaksi. Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengecam kecerobohan Rusia atas penembakan ke PLTN. Dia juga menuntut Moskow menghentikan perang melawan negara tetangganya. "Itu hanya menunjukkan kecerobohan perang dan pentingnya mengakhiri. Juga penting Rusia menarik semua pasukannya serta melibatkan itikad baik dalam upaya diplomatik," kata Stoltenberg seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (4/3). 

Tidak dibom

Faktanya, tidak ada satu unit pun di PLTN Zaporozhye yang dibom Rusia. Yang terjadi adalah kebakaran pada suatu ruangan di luar PLTN tersebut. Setelah muncul berbagai reaksi dari berbagai pihak atas pengeboman PLTN Ukraina, ada pendapat yang menarik dari Graham Allison, pakar keamanan nuklir dari Universitas Harvard. Ia mengatakan kemungkinan terburuk kebakaran di PLTN menyebabkan kehancuran dan memicu pelepasan radioaktif yang mencemari daerah sekitarnya selama bertahun-tahun. Namun ia juga mengatakan bahwa kemungkinan besar pasukan Rusia lebih mencoba untuk 'menutup pasokan listrik ke daerah sekitarnya' daripada menyerang PLTN tersebut. 

Hal ini juga terkait dengan kesaksian para pekerja PLTN yang mengatakan kebakaran terjadi di sebuah gedung pelatihan di luar perimeter pabrik, sebagaimana dilansir tribunnews.com (4/3). Demikian pula para karyawan telah bekerja seperti biasa. Kesaksian IAEA (International Atomic Energy Agency) setelah memantau langsung ke lokasi kebakaran PLTN tersebut mengungkapkan Rusia telah menguasai ke-6 unit PLTN Zaporozhye sampai saat ini. 

Dari fakta itu Allison menuturkan bahwa Rusia tidak bermaksud untuk mengebom langsung PLTN, karena sadar akibat buruk bagi kemanusiaan dan lingkungan serta reaksi dunia yang luar biasa nanti. Pendapat ini terkait dengan apa yang dinyatakan Kepala Energatom Ukraina Petro Kotin bahwa ancaman terbesar adalah bahan nuklir yang disimpan di enam reaktor stasiun dan di kolam paparan. 

Ada juga sekitar 150 kontainer bahan bakar nuklir olahan di gudang bahan bakar nuklir di lokasi. Rusia tentu tahu soal ini. Di sisi lain bisa diduga kebakaran tersebut sengaja dibakar kemudian dihubungkan dengan apa yang dikatakan oleh Energoatom Ukraina yang mengklaim bahwa 11 perwakilan dari perusahaan nuklir negara Rusia Rosatom berada di PLTN Zaporozhye.  

Dampak pengeboman

Dari keterangan ini timbul pertanyaan, apakah yang membakar ruangan di luar PLTN tersebut orang dari 11 perwakilan Rosatom Rusia yang bekerja di PLTN, yang mungkin merupakan agen mata-mata Rusia. Ini menarik untuk dipertanyakan karena saat kebakaran terjadi pasukan Rusia masuk lalu menguasai ke-6 unit PLTN tersebut. 

Jika Rusia membom PLTN tersebut dampak yang ditimbulkan; pertama, PLTN akan meledak termasuk bahan-bahan nuklir yang ada. Walaupun sasarannya hanya satu 1 unit, bisa juga berdampak pada meledaknya unit yang lain dan radioaktif pasti akan menyebar sekaligus membahayakan keselamatan manusia dan lingkungan.  Kedua, ledakan PLTN mengakibatkan tebaran langsung radio aktif bukan hanya di Ukraina tetapi bisa menjalar ke berbagai negara. Ketiga, akibatnya Rusia akan dikecam berbagai pihak dari seantero dunia. Tentu Rusia tidak akan mengambil risiko itu karena berarti menambah musuh-musuh baru. 

Dengan masuknya pasukan Rusia dan menguasai lokasi PLTN saat kebakaran, diduga skenario ini sudah direncanakan matang sebagai hasil kerja sama yang matang dengan orang dalam PLTN. Penguasaan enam unit PLTN menjadi senjata politik bagi Rusia. Rusia bisa saja akan mematikan ke-6 unit PLTN tersebut untuk tidak beroperasi, sehingga memberikan berbagai dampak yang sangat merugikan bagi Ukraina baik dari segi ekonomi, kegiatan industri, kepentingan militer, kebutuhan rumah tangga, dll. Dari catatan yang ada, enam unit PLTN itu memasok kebutuhan sekitar 1/5 (20%) dari kebutuhan energi Ukraina.
  
Dari catatan PRIS (power reactor information system) Ukraina memiliki 15 unit PLTN. Sampai saat ini empat unit sudah permanent shut down (Chernobyl unit 1-4), 2 unit sedang dibangun, dan sedang beroperasi embilan unit. Sebanyak 15 unit PLTN itu dibangun saat Ukraina masih menyatu dengan Uni Soviet. Empat unit PLTN Chernobyl dari jenis reactor bolshoy moshchnotsy kipyashly (RBMK)-1000. Sedangkan 11 unit lainnya termasuk 2 unit yang sedang dibangun dari jenis PWR (pressurized water reactor). 

Sebagai gambaran dua unit yang sedang dibangun bernama Khmelnitski unit 3 dan 4 dengan kapasitas masing-masing 1.000 MW. Konstruksi unit satu dimulai 1 Maret 1986 dan unit 2 pada 1 Februari 1987 terletak di Kota Neteshin. Gross electrical capacity masing-masing unit sebesar 1.089 MW. Mulai sejak dibangun hingga kini masing-masing sudah berumur 34 dan 35 tahun, belum juga beroperasi. Berarti pembangunannya belum selesai atau terhenti. Tidak ada yang diperolah penyebab masalahnya. Biasanya tantangan terbesar ialah dana yang belum tersedia. 

PLTN Chernobyl

Kita coba sekadar mengingat bencana ledakan PLTN Chernobyl pada 26 April 1986. PLTN Chernobyl terdiri dari empat unit dan didirikan di atas tanah tanah. Unit satu beroperasi pada 1977, unit dua 1978, unit tiga 1981, dan unit empat 1983. Ledakan yang terjadi pada unit empat. Penulis sangat ingat tanggal tragedi ini karena bertepatan sedang mengikuti Kongres PDI di Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Menurut Prof DR Ir Anhar R Antariksawan (mantan Kepala Batan) dalam bukunya Keselamatan Reaktor Nuklir, Kecelakaan Dasar Desain dan Kecelakaan Parah yang ditulis bersama DR Mulya Juarsa, S.Si, MESc), reaktor RBMK-1000 (Chernobyl) adalah reaktor jenis BWR (boiled water reactor) dirancang Uni Sovyet yang berbeda dengan BWR yang dikembangkan AS (perusahaan General Electric-GE). 

Reaktor RBMK diakui memiliki keunggulan dalam aspek ekonomi tetapi memiliki paling sedikit tiga kelemahan desain yaitu pertama, daya reaktor akan naik dengan cepat ketika air di dalam tabung bertekanan berkurang. Hal tersebut dapat terjadi karena pembentukan uap yang semakin banyak sehingga volume air berkurang. Kejadian seperti ini akan memberikan efek amplifikasi karena ketika sesuatu hal pembentukan uap bertambah, daya akan naik. Kenaikan daya akan mengakibatkan panas yang lebih besar dan semakin besar pula pendidihan dan pembentukan uap, demikian seterusnya. Hal ini dikenal sebagai reaktivitas daya positif. 

Kedua, pada sistim pemadaman reaksi fisi yang dilakukan oleh batang kendali, rancangan yang ada menunjukkan bahwa waktu jatuh batang kendali termasuk dalam kategori lambat. Batang kendali RBMK membutuhkan waktu sekitar 20 detik untuk masuk secara penuh ke dalam teras dari posisi terangkat penuh, sementara reaktor nuklir rancangan yang lain hanya perlu waktu dua detik. Ketiga, tidak adanya pengungkung yang kuat menahan tekanan di dalam gedung reaktor. Padahal sebagian desain reaktor daya lainnya memiliki pengungkung yang berfungsi menahan tekanan berlebih dari dalam ataupun dari luar reaktor.

Kecelakaan PLTN unit 4 rentang waktu 25-26 April 1986. Pada saat itu PLTN Chernobyl unit empat akan menjalani perawatan rutin. Tetapi pada saat yang sama, operator PLTN akan memanfaatkan untuk melakukan uji coba kemampuan inersia putaran turbin untuk memasok daya ke pompa pendingin darurat saat sumber daya listrik utama terputus. Percobaan itu sekaligus uji coba peralatan keselamatan terkait hal tersebut yang baru dipasang di generator listrik. 

Rangkaian tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur operasi dan beberapa kelemahan rancangan reaktor seperti disebut di atas, telah mengakibatkan reaktor mengalami kecelakaan parah dan meledak pada pukul 01.30 waktu setempat. Kecelakaan PLTN unit empat Chernobyl masuk level 7 (level akhir/paling atas) yang disebut major accident sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh INES (International Nuclear Event Scale). 

Di samping kesalahan operator yang mengoperasikannya di luar SOP (standard operation procedure), PLTN Chernobyl juga tidak memenuhi standar desain sebagaimana yang ditentukan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency). Standar desain tersebut antara lain tidak mempunyai kungkungan reaktor sebagai salah satu persyaratan untuk menjamin keselamatan jika terjadi kebocoran radiasi dari reaktor, sebagaimana  pendapat Anhar R Antariksawan dan DEA, yang telah dikemukakan di atas. Disinyalir tipe PLTN Chernobyl ini dirancang untuk menghasilkan plutonium, guna pembuatan senjata nuklir, di samping menghasilkan listrik.

Akibat kecelakaan itu IAEA membentuk Forum Chernobyl bekerja sama dengan organisasi PBB lainnya seperti WHO, UNDP, ENEP, UNOCHA, UNSCEAR, Bank Dunia, dan tiga pemerintahan Belarusia, Ukraina, dan Rusia (tiganegara yang terkena langsung dampak bahaya radio aktif akibat ledakan unit empat). Forum ini bekerja untuk menjawab pertanyaan 'sejauh mana dampak kecelakaan terhadap kesehatan lingkungan, hidup, dan sosial ekonomi kawasan beserta penduduknya'. Laporan ini diberi nama Chernobyl Legacy.

Hasil laporan Chernobyl Legacy tercatat 28 orang meninggal pada 3 bulan pertama, 19 orang meninggal pada delapan tahun kemudian, dan sembilan anak lainnya meninggal karena kanker kelenjar gondok. Dampak psikologis adalah yang paling dashyat, terutama trauma bagi mereka yang mengalaminya seperti stres, depresi, dan gejala lainnya yang secara medis sulit dijelaskan. Saat ini lokasi PLTN Chernobyl di Pripyat telah menjadi area wisata walaupun masih ada lokasi-lokasi tertentu yang masih tertutup untuk dikunjungi. 

PLTN ini tidak berfungsi lagi (permanent shutdown) akibat ledakan PLTN unit empat 1986. Ada beberapa pendapat yang menjadi latar belakangnya; lokasi itu penting karena letaknya yang strategis, kata pensiunan Letjen Ben Hodges, mantan komandan Angkatan Darat AS di Eropa. Sedangkan mantan KSAD AS Jack Keane mengatakan, Chernobyl tidak memiliki signifikansi militer. 

Kendati demikian, lokasinya terletak di rute terpendek dari sekutu dekat Rusia, yaitu Belarus ke Kyiv. Hal ini, kata Keane, merupakan target dari strategi Moskow untuk menggulingkan pemerintah Ukraina. Keane menyebut rute itu sebagai salah satu dari empat 'sumbu' yang digunakan pasukan Rusia untuk menyerang Ukraina, termasuk vektor kedua dari Belarusia, maju ke selatan ke Kota Kharkiv di Ukraina, dan dorongan ke utara dari Krimea yang dikuasai Rusia ke Kota Kherson. 

"Itu adalah cara tercepat dari A ke B," kata James Acton dari lembaga pengkajian Carnegie Endowment for International Peace. Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor geografis yang bernilai strategis membuat Rusia merebut Chernobyl dari pihak Ukraina. Chernobyl berada di rute terpendek dari Belarus ke Kiev, ibu kota Ukraina. Belarus sendiri merupakan negara yang bersekutu dengan Rusia. 

Seperti dijelaskan di atas, PLTN Ukraina saat ini yang beroperasi sebanyak 15 unit dan Semuanya tipe PWR. Dari 15 unit ini hanya PLTN Rovno unit satu dan dua yang berlokasi di Varash yang gross electrical capacity (GEC) masing-masing 420 MW dan 415 MW, sedangkan 13 unit semuanya 1.000 MW. Dua unit sedang dibangun yaitu Khmelnitski unit tiga dan empat terletak di Neteshin, GEC masing-masing 1.089 MW.

PLTN Zaporozhye di wilayah Energodar dipilih sebagai tempat PLTN karena salah satu alasannya adalah tanah yang tidak cocok untuk pertanian dan jaraknya dari wilayah asing. Dewan Menteri Uni Soviet memutuskan untuk membangun serangkaian PLTN termasuk Zaporozhye pada 1978, setelah unit pertama PLTN Chernobyl mulai beroperasi. Rancangan teknis PLTN Zaporozhye tahap pertama terdiri dari empat unit dengan kapasitas gabungan 4.000 MW, disetujui pada 1980.

Reaktor pertama mulai beroperasi pada 1984, reaktor kedua (1985), ketiga (1986), dan keempat (1987). Sementara itu, tahap kedua, yang melibatkan dua unit daya tambahan dengan tipe dan daya reaktor serupa, unit lima diusulkan pada 1985, dan beroperasi pada 1989. Sedangkan unit enam pembangunan konstruksinya dimulai 1986. Namun sempat ditangguhkan setelah terjadinya bencana Chernobyl. Reaktor keenam baru terhubung ke jaringan pada 1995 setelah Ukraina merdeka lepas dari Uni Sovyet pada 24 Agustus 1991.

Reaktor Khmenitski (empat unit) dan Rovno (empat unit) terletak di sebelah barat Ukraina, sedangkan  reaktor South Ukraina (tiga unit), dan reaktor Zaporozhye (enam unit) terletak di bagian selatan, yang diberitakan saat kebakaran lalu sebagai reaktor dengan jumlah dayanya 6.000 MW. Jumlah itu terbesar di seluruh Eropa. Reaktor daya terbesar kedua dan ketiga di Eropa adalah reaktor Cattenom unit 1-4 dan reaktor Paluel unit 1-4 yang masing-masing berdaya 5.448 MW dan 5.528 MW yang semuanya terletak di-Prancis. Sebagai tambahan, PLTN Perancis memiliki 56 unit (terbanyak kedua sesudah AS yang memiliki 93 unit) dengan net electrical capacity sebesar 61.370 MW dan memasok 70,6% kebutuhan listrik Prancis, prosentasi terbesar di dunia.

Akibat perang Rusia-Ukraina yang telah menghancurkan berbagai infrastruktur di Ukraina, tentu sulit bagi negara itu melanjutkan pembangunan PLTN Khemenitske unit satu dan dua, apalagi membangun yang baru. Kita berharap bila perang masih berkelanjutan tidak ada PLTN yang kena serangan bom, karena dampaknya sangat berbahaya bagi keselamatan manusia dan lingkungan. 

Sebagai bangsa yang cinta damai dengan politik luar negeri bebas-aktif, kita mengharapkan perang Rusia-Ukraina berakhir dan tercipta perdamaian. Jangan lagi ada pihak yang terus mendorong/memanas-manasi peperangan terus berlanjut, hanya karena kepentingan sepihak yang mengancam keselamatan dunia. Semoga Indonesia memainkan peran aktif dan kreatif untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia. Dari perhitungan politik mungkin mustahil, tapi sebagai negara dengan ideologi Pancasila tidak ada yang mustahil.

Baca Juga

Dok. Pribado

Pengembangan Ekonomi Pesantren untuk Membangun Manusia Seutuhnya

👤Mohammad Nuryazidi PhD Student at University of Southampton, Wakil Katib Syuriah PCI NU United Kingdom 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 05:00 WIB
PADA tahun 1999, pemenang Nobel Ekonomi Amrtya Sen menulis Development as...
MI/Ebet

Menyelesaikan Kontradiksi

👤Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group 🕔Jumat 20 Mei 2022, 05:10 WIB
APAKAH kita sebagai bangsa memiliki nilai-nilai baik bagi Indonesia...
MI/Seno

Spirit Harkitnas dan KKN di Desa Penari

👤Dewa Gde Satrya Dosen hotel & tourism business School of Tourism, Universitas Ciputra Surabaya 🕔Jumat 20 Mei 2022, 05:00 WIB
FILM bergenre horor KKN di Desa Penari yang telah ditonton hampir 4 juta orang dalam kurun waktu 11...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya