Jumat 19 November 2021, 23:55 WIB

Pakar Reaktor Nuklir Indonesia (Bagian 3)

Markus Wauran, Wakil Ketua Dewan Pendiri HIMNI | Opini
Pakar Reaktor Nuklir Indonesia (Bagian 3)

Dok pribadi
Markus Wauran,

 

SEBAGAI kelanjutan tulisan sebelumnya, kali ini dimunculkan pakar reaktor nuklir yang terbilang masih muda dan sudah pensiun/purna bhakti;

IV. Dr Topan Setiadipura, M.Si, M.Eng
Ahli reaktor nuklir dengan spesialisasi fisika reaktor nuklir ini lahir di Bandung, 5 Juni 1980. Ia relatif muda dibandingkan enam ahli lain yang penulis tulis saat ini. Saat ini berkarya di ORTN (bekas BATAN) pada Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN). Pendidikan S1 dan S2 di ITB Bandung (1999-2003 dan 2003-2005). Kemudian dia juga mengambil S2 dan S3 di Tokyo Institute of Technology (2009-2011 dan 2011-2014). 

Disertasinya untuk S3 berjudul Optimum Fuel Loading Scheme In OTTO Cycle PebbleBed Reactor. Saat ini ia sedang menata karir sebagai ASN di ORTN (Organisasi Riset Tenaga Nuklir) dengan berbagai prestasi ilmiah;

A. Pengalaman penelitian 5 tahun terakhir
Dalam 5 tahun terakhir penelitian yang dilakukannya terdiri dari berbagai topik, yaitu: 1. Karakterisasi Perpindahan Panas Materi Perubahan Fase yang dipadukan dengan Logam Busa menggunakan Simulasi Numerik Resolusi Penuh (2019); 2. Pengembangan Desain dan Analisis Keselamatan Neutronik Reaktor Daya Eksperimental (3-2019); 3. Pengembangan Desain dan Analisis Keselamatan Neutronik Reaktor Daya Eksperimental (2-2018); 4. Pengembangan Desain dan Analisis Keselamatan Neutronik Reaktor Daya Eksperimental (1-2016).

B. Artikel ilmiah
Sejumlah artikel ilmiahnya yang diterbitkan berbagai media yaitu; 1. The Implication of Thorium Fraction on Neutronic Parametersof Pebble Bed Reactor, Kuwait Journal of Science 48/3/2021; 2. Penyerapan Karbondioksida oleh Kolom Molecular Sieve pada Sistem Pemurnian Helium pada PeLUIt; Jurnal Pengembangan Energi, 2021; 3. High-resolution ProbabilisticSeismic Hazard Analysis of West Nusa Tenggara, Indonesia, Journal of Seismology 25/3/2021 Pengembangan Energi Nuklir, 2021; 4. Study on In-Service Inspection Program and Method for Fuel Handling System of RDE, Indonesian Journal of Engineering and Science, 2021; 

5. Criticality Analysis of HTR-10 using an Open Source Monte Carlo code OpenMC Jurnal Pengembangan Energi Nuklir 22/2/2020; 6. Analisis Neutronik dan Temperature Bahan Bakar setelah DLOFC padaPebble Bed Reactor dengan Upgrade Daya, Jurnal Fisika, Unand, 2020; 7. Study on MCNP6 Model in the Calculation of Kinetic Parameters for Pebble Bed Reactor Acta Polytechnica, 2020; 8. Calculation of Probability of TRISO Particle Failure using TIMCOAT and PEBBED Code Sigma Epsilon, 2020; 

9. Development of Uncertainty Analysis in Fuel Performance Analysis of TRIAC-BATAN Journal of EngineeringScience and Technology, 2020; 10. Mechanical and Electrical Analysis on RDE Control Rod, Journal of Engineering Science and Technology 15/2/2020; 11. Optimasi Ukuran Teras HTGR dengan daya 30MWt Tipe Pebble Bed berbasis Bahan Bakar Uranium, Jurnal Fisika, Unand, 2020; 12. Thermofluid Analysis of Hot Gas Duct and Helium Blower of RDE using RELAP5 VISA, Journal of Engineering Science and Technology, 2020; 

13. Study on the Characteristics of Effective Delayed Neutron Fraction for PBR with Pu Fuel, Iranian Journal ofScience and Technology, Transactions A Science, 2019; 14. The Effects of Fuel Type on Control Rod Reactivity of Pebble Bed Reactor, Nukleonika, 2019; 15. Winston-BATAN: A Seismological Ground-Motion Analysis Code, Jurnal Natural 18/3/2018; 16. Carbon Dust in Primary Coolant of RDE: Its Problem and Solution, Jurnal Teknologi Reactor Nuklir Tri Dasa Mega, 2018; 

17. Preliminary Neutronic Study on Pu- based OTTO Cycle Pebble Bed Reactor, Kerntechnik, 2017; 18. Analisi Perhitungan Distribusi Temperatur Teras da nReflector Reaktor Daya Eksperimental, SIGMA EPSILON, 2017;19. The Effect of Applying SiC Coating on Core Reactivity of Pebble Bed HTR in Water Ingress Accident, Kerntechnik, 2017; 20. Studi Awal Desain Pebble Bed Reactor Berbasis HTR-PM dengan Skema Resirkulasi Bahan Bakar OTTO, urnal Pengembangan Energi Nuklir, 2016.

C. Pemakalah
Dalam kegiatan seminar, ia juga menjadi pemakalah pada beberapa kegiatan yaitu: 1. HTR2021 Design Optimization of PeLUIt-150, Virtual, Yogyakarta, 2-5 June 2021; 2. ICENES 2019 Design Optimization of PeLUIt-50, Bali, 2019; 3.International Conference on Energy Sciences(ICES) 2018, Optimization of Fissile Material Utilization for 50 MWt Prismatic-type High Temperature Gas Reactor, 24-26 September 2018, CRCS, Building, Bandung, Indonesia (2018); 4. SENTEN 2018, Equilibrium Core Design of Reaktor Daya Eksperimental, 4-5 July, Palembang, 2018; 5. ICTST 2017, Passive Sasfety Feature ofReaktor Daya Eksperimental, 9-10 August, Bali, 2017.

D. Hak kekayaan intelektual 
Ia juga memperoleh hak kekayaan intelektual dalam tulisan ilmiahnya yang berjudul Reaktor Nuklir Kogenerasi Tipe Pebble Bed High Temperature Gas-Cooled Reactor 10MWt, di mana karya ilmiah ini telah menjadi hak paten yang terdaftar pada 2017. Penghargaan lain yang diraih Dr Topan ialah first winner of atom Indonesia best paper award 2014.

Dalam upaya BATAN membangun RDE (reaktor daya eksperimental) jenis/tipe HTGR (high temperature gas reactor) beberapa tahun yang lalu, ia terlibat langsung dan merupakan tenaga inti dari proyek ini. Namun sayang proyek ini terhenti karena berbagai faktor. 

V. Dr Ir Bakri Arbie
Ia lahir pada 26 Juni 1942 di Gorontalo. Tamat SMA 1960 di Gorontalo, dan gelar insinyurnya diperoleh pada 1972 bidang teknik fisika di ITB, Bandung. Gelar doktornya 1996 yang diperoleh melalui program S3 UGM Sandwich dengan KFA Julich-Jerman dalam bidang teknologi reaktor dengan predikat cum laude. 

Jejak karirnya di BATAN; A. Riwayat kepangkatan; 1. Calon PNS II/B 1 April 1970; 2. Pengatur Muda Tk I II B 1 April 1971; 3. Penata Muda III/A 1 April 1973; 4. Penata Muda Tk I III/B 1 April 1977; 5. Penata III/C 1 April 1979; 6. Penata Tk I III/D 1 April 1982; 7. Pembina IV/A 1 Oktober 1985; 8. Pembina Tk I I/B 1 April 1988; 9. Pembina Utama Muda IV/C 1 April 1992; 10. Pembina Utama Madya IV/D 1 Oktober 1997; 11. Pembina Utama IV/E 1 Juli 2001. 

B. Riwayat jabatan; 1. Operator Reaktor Triga Mark Bandung, 1969-1970; 2. Supervisor Reaktor Triga Mark Bandung 1970-1972; 3. Staf Teknologi Reaktor PPTN Bandung, 1972-1973; 4. Kepala Seksi Teknologi Reaktor, 1975-1977; 5. Pjs Kepala Seksi Metalurgi Nuklir PPTN Bandung, 1978-1980; 6. Kepala Dinas Reaktor PPTN Serpong 1980-1983; 

7. Kepala Instalasi Reaktor MPR-30 Serpong, 1983-1984; 8. Kepala Bidang Desain dan Keinsinyuran, 1984-1985; 9. Kepala Pusat Perangkat Nuklir dan Rekayasa, 1986-1987; 10. Kepala Pusat Reaktor Serba Guna, 1987-1996; 11. Pimpinan Proyek Rancang Bangun Reaktor Produksi Isotop 10 MW, 1995-1997; 12. Deputi Kepala Bidang Pengembangan Teknologi dan Energi Nuklir, 1996-2001; 

13. Deputi Bidang Pendayagunaan Hasil Litbang & Pemasyarakatan Iptek Nuklir, 2001-2002; 14. Melaksanakan IPTEKDA yakni mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi BATAN di daerah-daerah, terutama dengan memberi sentuhan-sentuhan manajemen dan teknologi bagi koperasi dan usaha kecil menengah, 2002-2007.

C. Latihan jabatan/kejuruan/kursus
Pendidikan non-formal/sertifikasi keahlian, antara lain: 1. Nuclear Power Plant Planning in Developing Countries, IAEA 1984 Jakarta; 2. SESPANAS LAN 1990 Jakarta; 3. Reactor Technology Course, Australian School of Nuclear Technology, Lucas Heigh, Australian Technology, 1973-1974, Colombo Plan Australia; 4. UO 2 Metallurgy CEA 1977-1978 Beasiswa Perancis, Grenoble, France; 

5. Nuclear Power Plant Safety Operation, IAEA 1979 IAEA Argonne, USA; 6. Nuclear Fuel Cycle Studies, IAEA, 1982, Saclay, France; 7. MPR-30 Design Participation Bensberg 1983 Beasiswa Jerman, FR Germany; 8. Nuclear Power Plant Planning in Developing Countries, IAEA, 1984, Manila; 9. Nuclear Power Plant Planning IAEA 1986 IAEA Saclay, France; 10. Engineering Management AECL 1986 Beasiswa Kanada, Montreal, Canada; 11. Operasi dan Pemanfaatan Reaktor Riset KFA Okt 1988 Beasiswa Jerman, Julich, Germany; 12 Operasi dan Perawatan Reaktor Riset, JAERI Mei 1988 Beasiswa Jepang, Tokai, Jepang; 13. Business Management CROWN AGENT, Sept 2001, BPPT, London, Inggris.

D. Kunjungan luar negeri
Dalam mengemban tugas kunjungan ke berbagai negara; 1. Grenoble, Prancis, IAEA Symposium on the Utilization of Multipurpose Research Reactor, Oktober 1988; 2. Taiwan, Taipeh, Research Reactor Seminar, Desember 1989; 3. Berlin Reduced Enrichment for Research and Testing Reactor International Meeting, November 1989; 4. Tokai, Jepang Reduced Enrichment for Research and Testing Reactor International Meeting, Oktober 1993; 

5. Beijing, Tiongkok, Workshop on Research Reactor Utilization for Silicon Doping, 1992; 6. Taejon, Korea IAEA Workshop on Research Reactor Utilization 1993; 7. Dacca, Bangladesh, pengajar pada kursus IAEA tentang Safety Operation of Research Reactor, 1992; 8. KFA Julich, Jerman, setiap tahun KFA Julich dalam rangka program S-3, 1990 s/d 1994 selama 2-3 bulan; 9. Pusan, Korea IAEA Workshop tentang Safety Operation of Nuclear Power Plant, 1995; 

10. Taejon, Korea IAEA Technical committee Meeting on Strategic to Improve Utilization of Research Reactor, Mei 1996; 11. Bangkok, Thailand, IAEA National Coordinators Meeting, Juni 1996; 12. Jepang The 2nd Coordinator Meeting of Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA), 12-17 Maret 2001; 13. Mesir International Seminar on Status and Prospects for Small and Medium Sized Reactors, 27-31 Mei 2001; 

14. Korea Regional Workshop on Case Studies in Nuclear Public Information, 28-8-2001 s/d 6-9-2001; 15. Wina International Conference on Topical Issues in Nuclear Safety, 28-8-2001 s/d 6-9-2001; 16. Jepang Meeting: the 2 nd Forum for Nuclear Cooperation in Asia, 23-11-2001 s/d 28-12-2001; 17. Vietnam Nuclear Energy and Sustainable Development in Asia, 26-28 Maret 2002.

E. Simposium/seminar ilmiah
Sebagai PNS/ASN yang ahli reaktor nuklir, Dr Bakri membagi ilmunya di berbagai kegiatan ilmiah berupa seminar/simposium di berbagai negara; 1. Neutron Flux Measurement in the Bandung 1000 KW Triga Mark II Reactor, Regional Seminar on the Utilization of Research Reactors, Pembicara, 1976, Jakarta; 2. Irradiation Facilities at the MPR GA Siwabessy Reactor for R & amp; D Programmes Proceeding of a Symposium, Pembicara, Oktober, 1987, Grenoble, Prancis; 3. Steady State Thermohydraulics of the Indonesian Research Reactor RSG-GAS, Second Asian Seminar on Research Reactors, Pembicara, Mei 1989, Jakarta;

4. Nuclear Start-Up of the Multipurpose Research Reactor RSG-GA Siwabessy at Serpong Indonesia, Research Reactor Symposium, Pembicara, Desember, 1988, Taipeh,Taiwan; 5. Irradiation Facility for Fuel Testing at RSG-GAS, RERTR Meeting, pembicara 1989 Berlin, Jerman; 6. Prospect of Core Conversion for the Use of Silicide at RSG-GA Siwabessy, RERTR Meeting, pembicara 1991 Jakarta; 7. Reduced Enrichment for Research and Testing Reactor, International Meeting Pembicara 1991 Jakarta; 

8. Neutronic Study for the Conversion of RSG-GA Siwabessy, RERTR Meeting Pembicara, 1993, Oarai, Jepang; 9. Status Report of Indonesia Research Reactor Pembicara 1993 Tokai, Jepang; 10. Determination of Thermal Properties of Oxide and Silicide Plate Type Fuels IAEA Report, Pembicara, 1994, Julich,Jerman; 11. Thermal Properties of Oxide and Silicide Fuel IAEA Preliminary Report, Pembicara, 1994, KFA Julich; 

12. Status and Current Plan for the First Nuclear Power Plant in Indonesia, Pembicara, 1995, Pusan, Korea; 13. Outline for Operational and Safety Issues of Nuclear Power Plant, Pembicara 1995 Pusan, Korea; 14. Oxide to Silicide Fuel Conversion Study for Multipurpose Reactor GA Siwabessy, RERTR Meeting, pembicara 1995 Paris, Prancis;

F. Hasil kerja di BATAN
1. 1969-1970: Sebagai operator reaktor nuklir Triga Mark II di Bandung bekerja shift dengan total waktu berada di konsul reaktor memproduksi daya sebesar 384000 Kwh; 2. 1970-1972: a. Menjabat sebagai supervisor reaktor dan bertanggung jawab dalam pengoperasian reaktor pada setiap shift total daya yang diproduksi adalah 576000 Kwh; b. Sebagai anggota tim upgrading reaktor Triga Mark II yaitu dari 250 kw menjadi 1000 kw. Bertugas di bidang desain, pelaksanaan lapangan termasuk bekerja dalam tangki reaktor yang bermedan radiasi tinggi. Selama ini mendapatkan dosis radiasi sebesar 7000 mRem. Upgrading reaktor ini diresmikan Presiden Soeharto. 

3. 1972-1973: Sebagai staf teknologi reaktor mempelajari dan meneliti sistim instrumentasi nuklir reaktor Triga dan menangani pengelolaan bahan bakar reaktor. Hasil 2 makalah ilmiah yang dipresentasikan dalam seminar nasional. 4. 1973-1975: a. Sebagai staf Teknologi Reaktor mempelajari Teknologi Reaktor di Australian Atomic Energy Commision dan University of New South Wales. Melaksanakan latihan operasi pada reaktor jenis DIDO yang menggunakan air berat di HIFAR Australia. b. Mempelajari pemanfaatan reaktor nuklir baik bagi program bahan bakar nuklir maupun untuk keperluan produksi radioisotope; 

5. 1975-1977: a. Diangkat sebagai Kepala Sub Bidang Teknologi Reaktor dan Metalurgi Nuklir. Tugasnya mengkoordinasikan dan melaksanakan studi tentang keselamatan 2 jenis reaktor daya, yaitu PWR dan PHWR serta persiapan laboratorium yang dapat membuat penelitian di bidang bahan bakar nuklir reaktor daya selama perioda ini dihasilkan 4 karya ilmiah yang dibahas dalam seminar nasional; b. Sebagai anggota tim pembangunan reaktor Kartini di Yogyakarta pertisipasi dalam desain, pemilihan bahan bakar nuklir dan pelaksanaan pembangunan; c. Sebagai anggota tim pembangunan Reaktor Uji Material (RUM) mempersiapkan rencana pembangunan RUM di Indonesia.

6. 1977-1978: Berada di CEA (Badan Tenaga Atom Perancis) Grenoble dan latihan di bidang Metalurgi Uranium Oksida. Selama perioda tersebut telah dibuat ratusan pellet UO 2 berkualitas tinggi serta melakukan comissioning alat press hidrolik untuk membuat pellet UO 2 .

7. 1978-1980: a. Sebagai Kepala Seksi Metalurgi Nuklir menerapkan metodalogi dan proses pembuatan elemen bakar nuklir. Alih teknologi terutama di bidang produksi pellet UO 2 dan QC dalam produksi; b. Dalam pembangunan reaktor Kartini pada periode ini terlibat dalam perencanaan pemindahan ±60 buah bahan bakar bekas dari Bandung ke Yogyakarta. Suatu operasi yang sensitip baik dari segi desain pelaksanaan maupun perizinan; 

c. Mengikuti pelaksanaan dan perancangan pembangunan dan commissioning sampai dengan diresmikannya reaktor Kartini oleh Presiden pada 1979; d. Mengikuti latihan pelaksanaan operasi yang aman dari PLTN di Argonne, USA terutama dikaitkan dengan peristiwa di Three Mile Island; e. Presentasi makalah di seminar internasional di Mainz Jerman Barat mengenai kemampuan teknik RUM jenis TRIGA; f. Mengikuti seminar internasional pemakai reaktor TRIGA di San Diego; g. Ke Italia NIRA mengikuti desain engineering loop NILO I.

8. 1980-1983: a. Menjabat Kepala Bidang Reaktor Triga Bandung; b.Sebagai Kepala Kelompok tim RUM (Reaktor Uji Material) melaksanakan pembuatan dokumen tender RUM, melaksanakan evaluasi teknis hasil tender, sebagai anggota tim negosiasi dengan 4 calon pemasok reaktor, uji material yang kemudian disebut sebagai Reaktor Serba Guna; c. Partisipasi desain dalam rangka pembangunan RSG di INTERATOM, Bensberg, Jerman Barat. Menjadi koordinator desain beserta 8 personil BATAN selama 5 bulan. Pada kesempatan ini telah dapat dikontribusikan hasil pemikiran tim desain BATAN dalam konsep desain RSG.

9. 1983-1986: a. Sebagai Kepala Instalasi Reaktor Serba Guna mengikuti pembangunan RSG, mempersiapkan masalah keselamatan dan perizinan serta mempersiapkan latihan bagi personil yang akan mengoperasikan dan merawat reaktor total sebanyak 24 orang yang dilatih di Jerman Barat; b. Sebagai Engineering Manager pada UPT-MPIN melaksanakan koordinasi masalah kerekayasaan dalam pembangunan Reaktor Serba Guna dan Laboratorium Penunjang di Puspiptek Serpong, biaya total ± US$400 juta selama periode ini membawahkan 5 project engineer expert dari BECHTEL, USA di mana banyak pengalaman dalam bidang kerekayasaan dapat diserap untuk keperluan BATAN.

10. 1986-1987: a. Sebagai Kepala Perangkat Nuklir dan Rekayasa; b. Mengikuti latihan perencanaan pembangunan PLTN di Saclay, Prancis serta latihan sebagai Manager Rekayasa di AECL, Canada; c. Merencanakan fungsi dan tugas Pusat Rekayasa, menyiapkan personil dan pengorganisasian awal dari Pusat Perangkat Nuklir dan Rekayasa Batan.

11. 1987-2007: a. Berkat kerja sama yang baik antara Managemen BATAN, Biro Perizinan, Kontraktor Utama dan Subkontraktor Indonesia maka dalam pembangunan RSG dalam 3,5 tahun mulai dari pengecoran pertama, pengisian bahan bakar nuklir mulai dapat dilaksanakan sampai dengan kekritisan yang kemudian disusul dengan peresmian RSG oleh Presiden Soeharto pada Agustus 1987; b. Sebagai Kepala Pusat RSG selama komisioning mempersiapkan personil dalam melaksanakan alih teknologi langsung di lapangan dari pihak Jerman Barat ke pihak Indonesia. Diskusi dan persiapan infrastructur yang memadai maka pelaksanaan percobaan nuklir untuk RSG dapat berlangsung sesuai dengan jadwal yang direncanakan. 

Percobaan nuklir yang merupakan tanggung jawab pihak BATAN dapat dicapai kekritisan RSG 1 bulan setelah preliminary acceptance suatu hasil yang relative cepat dibandingkan dengan di luar negeri. Alih teknologi di bidang operasi dan perawatan reaktor, hingga saat ini masih berlangsung terus dengan usaha bagaimana mendapatkan alih teknologi yang optimum bagi 245 personel BATAN yang langsung secara teknis menangani reaktor agar RSG dapat dioperasikan secara handal dan berdaya guna tinggi; c. Tercapainya operasi yang optimum pada daya 35 MW, Maret 1993; 

d. Penguasaan masalah neutronik dan termohidrolik di RSG-GAS sehingga tidak merupakan black-box; bagi Batan mempertinggi kemampuan penggunaan reaktor; e. Terpasangnya fasilitas iradiasi di RSG-GAS; d. Pengujian elemen bakar silisida dalam teras reaktor; f. Dalam kerangka kerja sama dengan BMFT (RISTEK) Jerman berhasil iradiasi pertama kali elemen bakar untuk PLTN jenis CANDU buatan lokal. 

g. RSG-GAS termasuk kategori; high utilized reactor; oleh karena pemanfaatan baik untuk produksi isotop maupun penelitian mencapai lebih besar dari 4000 jam/tahun; h. Membantu tim Pemasyarakatan PLTN, ceramah di universitas dan lembaga pemerintah; i. Pimpinan Proyek Rancang Bangun Reaktor Produksi Isotop 10 MW, kerja sama

G. Tanda jasa/penghargaan
Selama karirnya sebagai PNS (sekarang ANS), ia mendapat tanda jasa/penghargaan; 1. Satya Lencana Karya Satya 15 tahun di 1985, Indonesia. 2. Satya Lencana Pembangunan 1988, Indonesia. 3. Satya Lencana Karya Satya 30 tahun di 2000, Indonesia.

Dari karirnya selama bekerja di BATAN dengan berbagai jabatan yang diraihnya, ada satu catatan penting yang perlu ditulis pada kesempatan ini, yaitu pernah mendapat jabatan sangat bergengsi. Itu karena; 1. seleksi yang ketat serta, 2. tanggung jawab yang luar biasa karena menyangkut keselamatan manusia dan lingkungan. Jabatan adalah Kepala Pusat Reaktor Serba Guna yang diembannya mulai 1987. Jabatan ini dpegangnya sampai 1996 dengan kenaikan pangkat 2 kali yaitu IV/A dan IV/B. Dalam catatan sejarah, baru Bakri Arbie, satu-satunya putra asal Indonesia bagian Timur yang memegang posisi strategis ini selama Indonesia memiliki 3 reaktor nuklir. 

Pada 2007, ayah dari Dr Connie Rakundini (pengamat masalah pertahanan), telah pensiun sebagai PNS. Kendati begitu ia tetap terlibat dalam konsep pengembangan reaktor nuklir jenis MSR (Molten Salt Reactor). Saat sekarang Bakri Arbie dkk terlibat dalam PT BATOM TEKNOLOGI Jaya bekerja sama dengan perusahan Moltex Inggris, sedang merancang pembangunan PLTN di Indonesia dengan kapasitas small size, 250 MW ke bawah. Jika berhasil, Indonesia akan menjadi pemain dalam bisnis nuklir bukan lagi sebagai pengimpor. Indonesia menjadi pengekspor yang bisa menguasai pasaran ASEAN. 

Ide brilian dan penuh terobosan ini perlu menjadi perhatian serius Pemerintah. Apalagi dengan penegasan Presiden Jokowi pada UN Climate Change Conference (COP26), di Glasgow, UK, 1-2 November 2021 mengatakan bahwa "Indonesia akan dapat berkontribusi lebih cepat bagi net-zero emission dunia. Demikian pula PLTU Batubara Indonesia akan berakhir pada 2040." Sebagaimana dikatakan oleh PM Inggris Boris Johnson di depan Parlemen Inggris sebagai hasil percakapannya dengan Presiden Jokowi 29 Oktober 2021. 

Dengan konsekuensi dari kebijakan ini peranan dan keberadaan PLTN tidak bisa dihindari lagi sebagai salah satu sumber energi bersih dari emisi CO2. Terobosan ini juga dalam menjawab upaya untuk bangsa ini makin mandiri di bidang teknologi sebagaimana harapan Presiden Jokowi. Disadari usaha mulia ini akan banyak hambatan, larena itu dukungan Pemerintah sangat diperlukan.  

Baca Juga

MI/Ebet

Bijak Kelola Geopark

👤Adiyanto Wartawan Media Indonesia 🕔Minggu 28 November 2021, 05:00 WIB
Jangan atas nama pariwisata, semuanya diterabas tanpa memperhatikan aspek lingkungan dan kehidupan masyarakat...
Dok. Pribadi

Siapkah Indonesia Bermain dalam Wacana Islam Global?

👤Maria Fauzi Penulis, traveler, Sekjen Fatayat PCINU Jerman, Litbang Fatayat DIY dan Founder Neswa.id. 🕔Sabtu 27 November 2021, 05:00 WIB
MASJID besar di Berlin yang saya kunjungi siang itu tidak begitu ramai. Bangunannya sangat...
Dok pribadi

Jadi Kebutuhan, Panduan Tes Covid-19 Mandiri Diperlukan

👤Luhung Budiailmiawan, Dokter Spesialis Patologi Klinik di RSUD Pelabuhanratu, Jawa Barat      🕔Jumat 26 November 2021, 19:10 WIB
Pemerintah Indonesia secara khusus telah menggalakkan penggunaan tes covid-19 untuk berbagai aktivitas publik, mulai dari kebijakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya