Kamis 22 Juli 2021, 05:05 WIB

Menjadi Berkemajuan

David Krisna Alka Deklarator Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB), Wasekjen IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2020-2024). | Opini
Menjadi Berkemajuan

Dok.MI
David Krisna Alka Deklarator Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB), Wasekjen IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2020-2024).

TEPATNYA 8 Zulhijah 1442 H atau 18 Juli 2021 M, Muhammadiyah merayakan milad atau hari lahir ke-112 dalam hitungan tahun Hijriah. Syiar rasa syukur dan terima kasih atas kontribusi besar Muhammadiyah bagi bangsa datang dari berbagai kalangan, termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pada halaman resmi Facebook yang diikuti lebih dari 10 juta akun itu, dengan foto profil menyamping dan memakai masker, Presiden menyampaikan penghargaannya atas kiprah Persyarikatan Muhammadiyah.

Ya, bayangkanlah, sudah lebih satu abad napas pergerakan Muhammadiyah aktif menghidupi tanah tumpah darah ini. Menurut Jokowi, Muhammadiyah tetap konsisten mencerahkan umat, mengabdi untuk negeri, dan melayani sesama. Di masa-masa sulit sekarang, Muhammadiyah menjadi salah satu yang terdepan membantu pemerintah mengatasi wabah covid-19. Presiden Jokowi, atas nama pemerintah, menyampaikan penghargaan dan terima kasih.

Betul sekali, masa Indonesia sedang payah ini, pengabdian Muhammadiyah terutama dalam ranah kesehatan, ketulusan dan pengorbanannya besar sekali. Dalam penanganan kasus covid-19, Muhammadiyah sungguh bekerja keras; rumah sakit, layanan bagi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah, sentra vaksinasi, dan pengorbanan kader kemanusiaan dan tenaga kesehatan. Bahkan tak jarang pahlawan kesehatan Muhammadiyah dipanggil Allah saat menunaikan tugas mulia. Kalau disebut semua pengorbanan itu, nanti dikira terlalu membanggakan diri. Namun, apa hendak dikata, kenyataannya Republik ini memang sudah wajib bangga dan berterima kasih dengan hadirnya Muhammadiyah, bahkan jauh sebelum Tanah Air ini merdeka.

Selain itu, fatwa-fatwa berkemajuan berkumandang, disyiarkan dengan progresif oleh para pemimpin dan media-media persyarikatan; imbauan Idul Adha di rumah saja, dana kurban dialihkan untuk membantu warga yang kena dampak pandemi covid-19, salat Jumat diganti salat Zuhur, Ramadan dan Idul Fitri di rumah, dan lain sebagainya. Benar-benar fatwa yang berkemajuan, jauh dari kekolotan.

Jika tampak masih ada yang kekolotan, hanya riak-riak kecil yang bakal digulung ombak berkemajuan. Kalau takut kena ombak berkemajuan, jangan berumah di Persyarikatan. Ya, pastinya, Muhammadiyah telah, sedang, dan akan selalu berjibaku mengabdi tak kenal waktu untuk kemajuan Republik, tentu untuk Islam berkemajuan.

 

Pesan Buya Azra

Guru Besar Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Buya Azyumardi Azra CBE pada waktu yang sama turut memberikan apresiasi dalam rangka milad ke-122 Muhammadiyah itu. Melalui pesan WA, penulis terima pada 18 Juli 2022, pukul 10.41 WIB, beliau menegaskan bangsa ini patut berterima kasih kepada pengabdian Muhammadiyah dalam bidang dakwah, pendidikan, dan kepenyantunan sosial.

Menurut Buya Azra, kini Muhammadiyah diharapkan terus meningkatkan daya upaya ikut memitigasi korban wabah covid-19 dan juga membangkitkan kembali Indonesia pascapandemi. Tidak hanya dalam hal kesehatan, tapi juga dalam kehidupan sosial-ekonomi, pendidikan-kebudayaan, dan agama-spiritual.

Sebelum itu, terkait dengan tingginya kasus wabah korona menyerang warga Indonesia, pada 13 Juli 2021 pukul 15.27 tiba-tiba Buya Azyumardi Azra mengirim pesan kebangsaan kepada penulis. Pesan Buya Azra supaya umat Islam wajib mendukung PPKM darurat yang diberlakukan pemerintah. Sejak awal Juli korban terinfeksi dan meninggal karena covid-19 terus meningkat--menjurus ke arah bencana kemanusiaan. Sepatutnya setiap dan seluruh pemimpin dan warga memperkuat pelaksanaan prokes dan menghindarkan diri dari pertikaian pendapat yang berlarut-larut. Semua harus memperkuat solidaritas sosial untuk menjaga kohesi sosial dan integrasi bangsa.

Alhasil, Persyarikatan Muhammadiyah saat menapaki usia ke-112 tahun ini diharapkan selalu memperkuat solidaritas kebangsaan, progresif dalam menentukan kebijakan, dan mengarusutamakan kebajikan publik, bukan kekolotan, tapi menjadi berkemajuan. Selamat milad.

Baca Juga

Dok. Pribadi

Setia pada Cita-Cita Awal, Bergandeng Tangan Memelihara Perdamaian

👤Kolonel Senior Chen Yongjing Atase Pertahanan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 05:05 WIB
SATU Agustus 2021 bertepatan dengan peringatan 94 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat...
Dok. Pribadi

Mengampanyekan Islam Indonesia ke Dunia, Tantangan dan Momentumnya

👤Muhamad Rosyid Jazuli Pengurus PCINU United Kingdom, Analis kebijakan publik di Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan studi doktoral di University College London 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 05:00 WIB
MESKI berada jauh dari episentrum dan lahirnya Islam, Indonesia menjadi tuan rumah umat muslim terbesar di dunia. Sekitar 13% penduduk...
MI/SENO

Covid-19 dan Kinerja Lembaga Demokrasi

👤Syarif Hidayat, Peneliti LIPI, dosen Program Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional 🕔Jumat 30 Juli 2021, 06:00 WIB
Kehadiran pandemi covid-19 sejak awal 2020 telah menyodorkan pelajaran yang sangat berharga bagi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya