Senin 01 Februari 2021, 02:15 WIB

Muryanto Amin dan Tantangan ke Kelas Dunia

Budi Agustono Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara | Opini
Muryanto Amin dan Tantangan ke Kelas Dunia

MI/Duta
Ilustrasi MI

 

SETELAH diadakan pemilihan Senat Akademik Universitas Sumatera Utara, terpilih tiga kandidat calon Rektor Universitas Sumatera Utara yaitu Farhat, Muryanto Amin, dan Arief Nasution. Kemudian ketiga nama calon rektor ini diajukan ke Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (MWA USU) untuk dilakukan pemilihan rektor definitif. Pada 3 Desember 2020 MWA USU berjumlah 21 orang, termasuk rektor dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), menggelar rapat di salah satu gedung Kemendikbud Jakarta. Hasil perhitungan akhir, Muryanto Amin terpilih sebagai Rektor USU 2021-2026.

Terpilihnya Muryanto Amin menjadi catatan sejarah dan fenomenal karena pada periode inilah Rektor USU terpilih berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU. Selama ini perjalanan pimpinan orang nomor satu di universitas yang berdiri pada 1952 ini selalu berasal dari Fakultas Kedokteran USU, dan lima tahun belakangan dari Fakultas Hukum USU. Runtung Sitepu berasal dari Fakultas Hukum USU yang menjadi Rektor USU, 2016 -2021.

Masa kepemimpinan USU di bawah Runtung Sitepu telah mendatangkan perubahan yang mengantarkan universitas tertua di Sumatera Utara ini melesat memasuki peringkat klaster pertama perguruan tinggi nasional. Terkereknya USU yang tadinya jauh di bawah klaster pertama ini membuat rasa bangga civitas academica dan alumninya yang tersebar di penjuru Tanah Air dan mancanegara. Rasa bangga menyembul karena menyaksikan lompatan perubahan besar yang sedang menggelembung di tubuh universitas ini.

Perubahan besar yang berlangsung di masa Runtung Sitepu tentu terkait dengan merangseknya kenaikan pengakuan akreditasi di 15 fakultas dan sekolah pascarasarjana. Sejak lima tahun lalu satu demi satu program studi yang jumlahnya 150-an di setiap fakultas, naik statusnya yang terus bergerak ke akreditasi paripurna. Juga publikasi ilmiah yang luarannya dapat dibaca di jurnal bereputasi dunia (Scopus) terus meningkat.

Capaian lainnya adalah beroperasinya Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Hal itu memengaruhi penampilan USU yang terus menggembirakan. Demikian juga dengan kinerja internal universitas terus berbenah, sehingga kerja ekstra ini membuat universitas yang memiliki 15 fakultas dan satu sekolah pascasarjana lebih berwibawa dan maju.

Sejalan dengan kemajuan itu, Pusat Sistem Informasi (PSI) USU tiada hentinya menata administrasi, keuangan, kuliah, pelayanan daring yang semakin mempermudah kinerja administrasi program studi, fakultas, dan universitas. Juga kerja sama antaruniversitas nasional dan luar negeri kian bertambah dan meluas. Hal ini sejalan dengan bertambahnya jumlah riset yang beroleh dana dari berbagai skim dan projek dari dalam dan luar negeri hingga terbit di jurnal bereputasi internasional. Jika diteruskan lagi, keberhasilan USU terlihat dari peningkatan jumlah doktor dan guru besar, sehingga mengerek kualitas tenaga pengajarnya dan pamor universitas. Sejalan dengan ini, untuk melajukan USU menuju universitas berkelas dunia, dirancang dan dicanangkan lah program dan kegiatan akademik yang menopang ke arah reputasi dunia. Inilah capaian USU di masa kepemimpinan Runtung Sitepu.

Pada 28 Januari 2021, Muryanto Amin dilantik sebagai Rektor USU 2021–2026. Ia adalah alumnus FISIP USU yang meraih doktor dari Universitas Indonesia. Masih muda, pintar, sederhana, konsultan politik, dan memiliki jejaring di kalangan elite lokal dan nasional, Muryanto Amin yang saat ini Dekan FISIP USU, punya pergaulan sosial luas. Kariernya sebagai akademisi ditunaikannya dengan baik. Ia menjadi pengamat politik dan presenter di forum nasional dan internasional. Modal sosial dan modal intelektual inilah yang menjadi kekuatannya melayarkan USU di hari-hari mendatang.

Pada masa situasi penuh sulit sebagai akibat dari merebaknya pandemi global (covid-19) yang melibas warga dunia, mengelola perguruan tinggi bukanlah persoalan mudah. Di tengah situasi perubahan besar akibat pandemi ini, sebagai Rektor USU Muryanto Amin harus cepat merespons dan adaptif dengan situasi struktural global yang cepat berubah untuk melambungkan USU sebagai perguruan tinggi berwibawa menuju trayek universitas kelas dunia.

Universitas kelas dunia memerlukan dana, sumber daya manusia yang handal yang mengglobal, riset kolaboratif, pertukaran dosen, dan berjejaring ke perguruan tinggi mencorong mancanegara. Untuk merancang program akademik dan kegiatan ilmiah berskala global guna menyokong trayek universitas kelas dunia diperlukan kesungguhan dukungan kuat dari program studi, pimpinan fakultas dan universitas. Dengan dukungan dan kerja sama inilah Muryanto Amin dapat mengantarkan USU menuju universitas kelas dunia.

 

Jejaring

Setelah menjadi Rektor USU, Muryanto Amin harus segera menata dan mengelola kampus ekstra keras guna menerbangkan universitas ini menjadi setara dengan perguruan tinggi papan atas peringkat nasional, sebelum menuju universitas kelas dunia. Untuk itulah ada beberapa prioritas yang perlu diperhatikan. Pertama, menata kembali laboratorium fakultas. Fakultas Ilmu Budaya USU saat ini memerlukan penyediaan dan kebaruan peralatan laboratorium yang tidak saja menambah kemahiran bahasa mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi sarana utama mendirikan bahasa Indonesia buat penutur asing (BIPA). BIPA menjadi salah satu jalan mendatangkan mahasiswa mancanegara belajar bahasa dan budaya di Sumatra Utara. Dengan mengalirnya mahasiswa mancanegara belajar bahasa Indonesia ke USU, itu menjadi penopang jalan menuju internasionalisasi USU.

Demikian pula dengan peralatan laboratorium seperti di fakultas teknik, fakultas farmasi, fakultas pertanian, fakultas ilmu pengetahuan alam dan matematika perlu mendapat perhatian. Kelengkapan laboratorium fakultas memerlukan atensi serius Dengan peralatan laboratorium yang canggih, USU akan memproduksi hasil penelitian berbobot yang mempercepat kemajuan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kedua, internasionalisasi fakultas dan universitas mesti disokong ruang kuliah yang nyaman dan berpendingin udara serta dilengkapi jaringan internet memadai. Sebagai sarana pendukung utama universitas berkelas dunia, pembangunan gedung kuliah harus dikerjakan di masa mendatang. Dengan demikian infrastruktur perkuliahan (digital) menjadi penting guna melecut USU menuju universitas kelas dunia.

Ketiga, kerja sama perguruan tinggi nasional dan internasional sebaiknya diteruskan ke fakultas sesuai dengan program studi di fakultas. Dengan cara ini fakultas akan merancang kerja sama internasional dengan harapannya akan terbangun internasionalisasi fakultas.

Keempat, sejak dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengumandangkan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Perguruan tinggi dengan cepat dan antusias merespons Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar yang saat ini menjadi pengarusutamaan perkuliahan di perguruan tinggi. Dalam program Kampus Merdeka, selain kuliah di kelas, dirancang kuliah di luar kampus, antarfakultas dan antaruniversitas. Kuliah luar kampus lebih bersifat magang ke dunia industri, kewirausahaan, dan proyek kemanusiaan.

Dalam desain Kampus Merdeka, kewirausahaan mahasiswa dan bisnis rintisan mahasiswa harus dikembangkan. Selama ini bisnis rintisan mahasiswa masih rendah dan nyaris tidak bergerak. Untuk pengembangan kewirausahaan diperlukan pengembangan inkubator bisnis mahasiswa sebagai bekal membangun bisnis rintisan. Belakangan bisnis rintisan yang diinisiasi kaum muda cukup berkembang, tetapi setelah dunia dihantam pandemi global bisnis rintisan sempoyongan dan banyak yang kolaps. Meski bisnis rintisan banyak bertumbangan, USU harus aktif melecut inkubator bisnis mahasiswa untuk menopang Kampus Merdeka.

Kelima, beberapa bulan mendatang banyak program studi yang bersiap melakukan reakreditasi. Reakreditasi prodi diarahkan dan dirancang untuk akreditasi unggul dan akreditasi internasional. Makin banyak program studi yang bernilai unggul dan internasional makin bergengsi status akdemik universitas. Untuk mencapai ini sedari awal harus disiapkan tim akreditasi yang berkolaborasi antara universitas, fakultas, dan program studi.

Untuk mewujudkan USU menjadi universitas kelas dunia diperlukan kepemimpinan yang kuat, tegas, tangkas, berjejaring, responsif, adaptif dan berintelektualitas. Semua ini ada dalam sosok Muryanto Amin. Dengan inilah ia mampu melanjutkan dan mengarahkan USU menjadi universitas terkemuka di peringkat nasional dan mengerek menuju universitas kelas dunia. Selamat mewakafkan tenaga dan pikiran menjalankan tugas akademik sebagai Rektor USU 2021–2026.

 

Baca Juga

MI/Seno

Di Balik Kemajuan Pembangunan Manusia DKI Jakarta

👤Abdurrahman Syebubakar Pemerhati demokrasi dan pembangunan manusia, Ketua Dewan Pengurus Institute for Democracy Education (IDE) 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 05:15 WIB
Lebih jauh, Amartya Sen (1999), peletak landasan konseptual pembangunan manusia, mendefinisikan pembangunan sebagai kebebasan (development...
Dok. Pribadi

Mengonter Radikalisme Memperkuat Moderasi

👤Biyanto Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 05:00 WIB
PANCASILA merupakan dasar negara, ideologi bangsa, dan sumber dari segala sumber...
Dok pribadi

Estetika Jalanan Kaum Marginal di Citayam Fashion Week

👤Hery Budiawan, Dosen Program Studi Pendidikan Musik Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 16:45 WIB
NAMA Jeje, Bong’e, dan Reza dalam sebulan ini cukup dikenal di media sosial, televisi maupun dunia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya