Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BANGSA Indonesia merayakan Hari Krida Pertanian (HKP) setiap 21 Juni. Pada setiap peringatannya, HKP menjadi momen bagi semua insan pertanian untuk bersyukur kepada Allah SWT atas hasil yang diperoleh, mengevaluasi, dan menyusun agenda agar bisa meraih hasil yang lebih baik ke depan. Suasana HKP tahun ini sangat khusus karena dunia tengah menghadapi krisis akibat pandemi covid-19.
Krisis yang berdampak pada berbagai sektor, seperti industri, transportasi, perdagangan, termasuk pertanian. Krisis ini menuntut sektor pertanian untuk semakin kuat dan tangguh. Seperti halnya tenaga medis, insan pertanian ialah pejuang dalam krisis ini, karena usaha kita melawan pandemi akan efektif jika ketersediaan pangan masyarakat terpenuhi dengan baik.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan menegaskan pandemi seharusnya tidak membuat kita lemah. Mentan mengajak seluruh insan pertanian untuk bekerja keras dan membuktikan pertanian kita kuat dan kukuh. Bahkan, dengan memanfaatkan semua potensi, baik sumber daya alam maupun manusia, dan penguasaan inovasi teknologi, krisis ini dapat menjadi momentum bagi kemandirian dan kemajuan pertanian.
Maka, peringatan HKP tahun ini pun selayaknya menjadi momentum membangun optimisme dan percaya diri para pelaku sektor pertanian.
Keberpihakan pada petani
Di setiap masa, muncul para pemimpin yang secara nyata berpihak kepada kaum tani. Di era penjajahan, ideologi Marhaenisme dilahirkan sebagai bentuk keberpihakan kepada petani dan buruh tani. Dalam pidatonya saat peresmian kampus Fakultas Pertanian UI di Bogor 1952, Ir Soekarno bahkan menyatakan, "Pertanian adalah soal hidup matinya sebuah bangsa."
Ulama Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Ashari juga menegaskan keberpihakannya dengan mengutip tulisan Muntaha dari kitab Amalil Khuthaba, bahwa "Petani adalah benteng terakhir bagi pertahanan negeri". Di era Presiden Joko Widodo saat ini, keberpihakan pemerintah ditunjukkan dengan menjalankan program strategis untuk mendongkrak kesejahteraan petani sebagai patriot dan penjaga kedaulatan pangan.
APBN pertanian telah difokuskan untuk memberikan insentif dan fasilitasi petani dalam berproduksi. Pemerintah juga memperkuat infrastruktur bagi penyuluhan untuk melakukan pendampingan petani di lapangan untuk memperbaiki pemasaran produk petani dan memudahkan masyarakat mengakses pangan. Kementan juga bekerja sama dengan penyedia jasa pemasaran dan distribusi daring maupun startup pertanian.
Pada skala makro, pemerintah telah menyiapkan sistem logistik pangan. Kelembagaan distribusi pangan dikelola BUMN sebagai national hub dan BUMD sebagai regional hub yang dilakukan dengan pengendalian bersama oleh stakeholders terkait. Penguatan sistem logistik ini untuk menjamin kelancaran distribusi pangan terjangkau dan merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, akselerasi ekspor didorong terutama untuk produk pertanian yang surplus dan memiliki nilai tinggi di pasar internasional. Akselerasi ekspor ini tak hanya mendongkrak kesejahteraan petani, tetapi juga ekonomi nasional, bahkan di saat krisis.
Momentum pertanian modern
Sebagai bagian dari upaya menjamin kesejahteraan petani dan mengakselerasi peningkatan produksi pertanian, kita harus berubah menjadi lebih modern. Penerapan teknologi dan inovasi harus semakin dimasifkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi tenaga kerja, dan perluasan pasar bagi produk pertanian.
Pandemi covid-19 telah menuntut revolusi dan adaptasi tatanan baru sektor pertanian. Sistem pertanian modern, seperti pemasaran digital dan mekanisasi pertanian menjadi solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan pandemi covid-19. Pergeseran sistem pertanian tradisional menjadi modern pun turut dibarengi dengan perubahan paradigma petani melalui agripreneur.
Dalam konsep ini, petani tidak lagi menjadi 'buruh', tetapi pemilik usaha tani. Sebagai agripreneur, petani harus menjadi individual learning, tidak hanya berkutat di bagian produksi, tetapi juga menguasai keseluruhan sistem agrobisnis dari hulu hingga hilir.
Untuk melahirkan agripreneur, Kementan telah menargetkan pencetakan 2,5 juta petani milenial selama 5 tahun ke depan. Agendanya mengisi petani muda ini dengan manajemen usaha, mekanisasi pertanian, dan pemanfaatan teknologi terbaru termasuk benih unggul, pengelolaan lahan, pascapanen, dan lainnya. Dengan strategi ini, regenerasi petani tidak sekadar menambah jumlah petani, tetapi juga meningkatkan kompetensi yang andal, profesional, dan berdaya saing sehingga pertanian akan menjadi sektor menarik, prospektif, dan menguntungkan, serta berdampak menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di perdesaan.
Kinerja sektor pertanian saat ini bisa menjadi amunisi kita untuk tetap optimistis. Namun, perjalanan makin menantang. Kerja keras dan cerdas, serta semangat kebersamaan tetap dibutuhkan dalam mewujudkan pertanian kita yang maju, mandiri, dan modern. Selamat Hari Krida Pertanian 2020.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved