Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Covid-19, Tantangan Baru Membutuhkan Kemitraan yang Kuat

Gary Quinlan Duta Besar Australia untuk Indonesia
16/6/2020 05:55
Covid-19, Tantangan Baru Membutuhkan Kemitraan yang Kuat
(MI/melalusa )

TAHUN 2020 telah menjadi masa yang luar biasa bagi Indonesia dan Australia untuk semua alasan yang salah. Ini dimulai pada Januari, dengan banjir besar di Jakarta dan kebakaran hutan terburuk di Australia.

Pada awal Maret, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa kita menghadapi pandemi global. Pada pertengahan April, Dana Moneter Internasional memperkirakan penurunan ekonomi terburuk sejak depresi hebat pada 1930-an.

Saat ini, angka kematian global akibat covid-19 telah melampaui 415.000 dan ada sekitar 7,5 juta kasus infeksi yang diketahui. Angka sebenarnya, baik kematian maupun kasus infeksi, mungkin jauh lebih tinggi.

Pencarian global untuk vaksin berlanjut. Sementara itu, kita semua harus beradaptasi dengan cara-cara baru untuk bekerja dan hidup. Tidak mudah. Krisis kesehatan masyarakat dan ekonomi secara bersamaan telah menantang semua pemerintah dan masyarakat dan itu belum berakhir.

Kerja sama global

Diperlukan waktu untuk mengatasi dampak pandemi ini dan belum diketahui sampai kapan komunitas dan ekonomi akan pulih. Namun, satu hal yang kita tahu ialah, jika kita ingin membuat kemajuan melawan covid-19, kerja sama global akan menjadi kunci. Ini sangat penting bagi kawasan Indo-Pasifik. Sebagai tetangga, mitra strategis yang komprehensif, dan kekuatan menengah yang berpengaruh, Indonesia dan Australia dapat memainkan peran penting.

Untuk Australia, kami menyadari bahwa covid-19 menyebabkan sistem kesehatan berjuang keras dan ekonomi mandek, dengan potensi konsekuensi besar bagi semua negara di kawasan kami.

Itulah sebabnya, kami mengumumkan strategi pembangunan baru, kemitraan untuk pemulihan, yang memiliki fokus untuk bekerja dengan tetangga kami, dalam keamanan kesehatan, stabilitas regional, dan pemulihan ekonomi, juga melindungi yang paling rentan, terutama perempuan dan anak perempuan.

Secara total, Australia telah mengalihkan lebih dari A$280 juta dari program pembangunan global kami untuk mendukung kesehatan kritis dan kebutuhan kemanusiaan negara-negara tetangga. Di Indonesia, Australia telah meng alihkan hampir A$45 juta dari program pembangunan kami senilai A$298,5 juta yang dianggarkan untuk mendukung respons Indonesia terhadap covid-19.

Akhir bulan lalu, Australia mengumumkan A$21 juta dalam prakarsa baru untuk memberikan dukungan langsung terhadap respons kesehatan, kemanusiaan, dan ekonomi Indonesia. Kami menyediakan analisis tentang dampak fiskal dan ekonomi dari pandemi untuk membantu Indonesia kembali ke lintasan pertumbuhan ekonominya, dan memastikan warganya terlindungi selama krisis dan memperoleh dukungan untuk kembali bekerja, ke sekolah, atau pelatihan.

Kami mendukung pekerjaan kementerian dan pemerintah provinsi, terutama untuk memperluas jaring pengaman sosial dan menyediakan bantuan keuangan dan pangan yang cepat, serta listrik gratis bagi mereka yang paling membutuhkan menangani masalah ketidaksetaraan dan kerentanan yang merupakan prioritas pemerintah Indonesia tapi sekarang semakin diperburuk.

Bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemitraan Australia-Indonesia dalam Manajemen Risiko Bencana (SIAP SIAGA) kami yang baru menyediakan penasihat teknis untuk satuan tugas covid-19 nasional. Dengan begitu, akan membantu BNPB memimpin respons pemerintah Indonesia terhadap krisis.

Kami bermitra dengan Palang Merah Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah untuk mendukung kesadaran publik dan kesiapan melawan covid-19 untuk membantu memperlambat dan mencegah penyebaran virus. Kami bekerja dengan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan perempuan dan kelompok rentan dapat mengakses layanan dan mata pencaharian alternatif dalam menghadapi pandemi covid-19.

Kemitraan Keamanan Kesehatan Australia-Indonesia yang baru diumumkan saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Australia pada Februari lalu akan mendukung Indonesia untuk memperkuat kemampuan dalam menanggapi ancaman kesehatan masyarakat melalui kesiapsiagaan masyarakat, manajemen informasi dan pengawasan, serta dukungan laboratorium.

Australia juga berinvestasi dalam pasokan medis kritis, memungkinkan mitra kami, apakah mereka organisasi multilateral seperti WHO dan Unicef atau organisasi berbasis komunitas lokal, untuk meningkatkan upaya mereka dan menjangkau jutaan lebih banyak orang.

Australia membantu pemerintah pusat dan daerah dengan koordinasi dan realokasi anggaran daerah untuk kegiatan tanggap covid-19, serta mendukung analisis pakar inovatif untuk membantu mengukur dampak covid-19 di tingkat lokal.

Saling terkait

Program infrastruktur kami membantu memobilisasi pembiayaan tambahan dari Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia untuk proyekproyek subnasional di bidang air dan sanitasi, peningkatan keterampilan infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja. Juga, membantu menarik investasi sektor swasta yang sangat penting untuk pemulihan ekonomi.

Di bidang pertanian, kami bekerja dengan sektor swasta dan petani miskin untuk membantu mempertahankan produksi dan pasar yang berfungsi sehingga menjaga keamanan pangan selama krisis. Mengingat kemitraan kami yang sangat panjang dalam pembangunan, Australia berada di posisi yang tepat untuk bekerja dengan Indonesia untuk mengatasi tantangan covid-19.

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif-Australia berlaku mulai 5 Juli. Kami berharap bisnis di kedua negara akan membantu mendorong pemulihan ekonomi dari pandemi. Kedua pemerintah terus bekerja di tengah pandemi untuk memobilisasi minat bisnis dalam peluang baru yang ditawarkan IA-CEPA.

Sebagai tetangga dan teman, masa depan Indonesia dan Australia saling terkait. Covid-19 telah membuatnya lebih jelas. Pandemi ini telah menimbulkan banyak tantangan bagi semua pemerintah dan orang-orang di seluruh dunia. Namun, bagi hubungan Indonesia-Australia, ada peluang untuk beradaptasi dan memperkuat kerja sama kami. Ini telah menjadi perkembangan positif di tahun yang berat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya