Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kampung KB Dipacu

Putri Rosmalia Octaviyani
13/5/2016 04:57
Kampung KB Dipacu
(ROMMY PUJIANTO)

UPAYA pengurangan laju pertumbuhan penduduk dan peningkatakn kualitas keluarga masih menjadi fokus kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Untuk mengatasi masalah tersebut, sebanyak 510 kampung Keluarga Berencana (KB) ditargetkan akan segera dibangun hingga 2017 mendatang di kabupaten dan kota di daerah-daerah perbatasan sebagai targetnya. "Ini melanjutkan program kampung KB yang telah dilakukan sejak tahun lalu. Saat ini kami tengah fokus pada pengembangan lini lapangan demi melancarkan program," ungkap Sekretaris Utama BKKBN Ambar Rahayu dalam Rakornis BKKBN, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, kamis (12/5). Ambar mengatakan fokus pembangunan akan dilakukan di daerah-daerah yang memiliki angka pertumbuhan, pernikahan dini, serta berbagai kasus seperti kekerasan dalam rumah tangga dan seksual yang tinggi. Nantinya, kampung KB tidak hanya berfokus pada kegiatan pengenalan program KB dalam keluarga, tapi juga berbagai upaya sosialisasi dan edukasi soal ketahanan keluarga dan upaya penciptaan keharmonisan dalam keluarga dan lingkungan. Daerah-daerah yang tercatat pernikahan dininya cukup tinggi akan dikampanyekan untuk menghindari tiga hal, yakni seks pranikah, pernikahan dini, dan penggunaan narkoba. Ambar mengakui masalah tersebut banyak dialami atau berkantong di daerah perbatasan, pinggiran kota, dan daerah yang terisolasi. "Ini yang terus kami kembangkan sebelum menentukan daerah yang akan dikembangkan," tutur Ambar.

Ketahanan keluarga
Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) TB Rachmat Sentika mengatakan program KB dipercaya dapat meningkatkan kualitas keluarga.
"Tentunya program ini akan disesuaikan dengan norma keluarga kecil dan sejahtera. Bila sebuah keluarga merencanakan dua anak cukup, mereka akan bisa memberi kesempatan lebih berkualitas dalam menyejahterakan kehidupan anak dan keluarga," ujar Rachmat. Fakta masih tingginya angka menikah muda di Indonesia--34,7% menikah di bawah usia 15 tahun--membuat pemerintah harus berupaya menggalakkan kampanye Generasi Berencana (Genre) yang menyasar anak muda agar mereka menyusun perencanaan keluarga dengan baik. Keluarga terencana dapat menciptakan ketahanan, salah satu dari delapan fungsi keluarga. "Fungsi ketahanan berbangsa dan bernegara bermula dari keluarga. Ketahanan keluarga yang rapuh mengakibatkan maraknya angka perceraian dan kekerasan pada keluarga dan mengancam masa depan anak." Delapan fungsi keluarga, mulai reproduksi, biologis, ekonomi, sosial, agama, budaya, ketahanan, hingga pendidikan, bila direncanakan, akan mampu menghasilkan individu berkualitas. (Try/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya