LIVERPOOL akan melanjutkan perjuangan di Liga Europa ketika kedatangan FC Girondins Bordeaux di Anfield, dini hari nanti. Hasil imbang saja sudah cukup untuk mengantar the Reds dari grup B ke 32 besar mengingat wakil Ligue 1 itu kini tertinggal tiga angka dan berada di posisi tiga.
Meskipun demikian, tuan rumah tidak akan menyia-nyiakan momentum setelah menggilas Manchester City 4-1, akhir pekan lalu. Kiper Simon Mignolet melayangkan peringatan kepada Bordeaux bahwa mental ia dan rekan-rekan sedang tinggi-tingginya setelah kemenangan itu. "Menang di laga tandang melawan tim besar menghadirkan kepercayaan diri tinggi dalam skuat kami dan itu akan membantu kami dalam menjalani laga-laga berikutnya," kata Mignolet.
Pelatih Juergen Klopp menambahkan ia memang puas dengan hasil bagus yang menggusur Manchester City dari dua besar sementara Liga Primer. Namun, eks juru taktik Borussia Dortmund itu percaya masih banyak lubang yang perlu ditambal oleh timnya. "Masih banyak hal yang bisa kami benahi agar tampil lebih baik dibanding saat menghadapi Manchester City, terutama di lini belakang dan tentu saja mental bertanding kami," tambah Klopp.
Liverpool belum pernah kalah sekalipun di Liga Europa, tapi juga baru mengemas satu kemenangan ketika menekuk Rubin Kazan 0-1, sedangkan skuat Willy Sagnol juga belum pernah menang, bahkan menderita satu kali kalah dan sisanya hanya imbang.
Gelandang Bordeaux Clement Chantome tidak menampik bahwa peluang timnya untuk mengalahkan Liverpool lumayan kecil. Di pertemuan pertama yang berlangsung di Prancis, kedua tim bermain imbang 1-1 dengan tim Merseyside masih berada di bawah arahan Brendan Rodgers. "Memang momentum sekarang berada di Liverpool. Kami akan memanfaatkan setiap peluang karena di pertandingan sepenting ini, efisiensi bisa menjadi faktor yang sangat menentukan," jelasnya.
Belum menyerah Di grup A, pertarungan menentukan bakal dijalani Glasgow Celtic yang menjamu Ajax Amsterdam di Parkhead. Kekalahan bakal langsung memenggal kesempatan mereka melaju ke fase gugur sekaligus makin membahayakan posisi pelatih Ronny Deila.
Sejauh ini, the Bhoys hanya mampu imbang dua kali dan kalah dua kali sehingga duduk di dasar klasemen sementara. Untuk membuka kesempatan lolos, Celtic juga butuh belas kasihan Molde agar menang dari Fenerbahce meski tim asal Norwegia itu sudah memastikan satu tiket.
Kini Celtic terpaut tiga angka dari klub asal Turki tersebut, tetapi kalah head-to-head. Meski tipis, kapten Scott Brown masih percaya tim asal Skotlandia itu mampu menciptakan keajaiban dengan mendampingi Molde ke 32 besar. "Saya tidak peduli berapa skornya, yang penting kami menang," ujar Brown.
Di pertemuan pertama, September lalu, kedua tim bermain imbang 2-2 dengan diwarnai kartu merah untuk Emilio Izaguirre. Insiden itu membuat Celtic tidak konsentrasi sehingga kebobolan di menit akhir yang membuat skor akhir menjadi imbang. "Kami bermain bagus di Amsterdam dan membuktikan bisa menembus pertahanan mereka," imbuh Brown. (AFP/AP/R-1)