MENANG atau tersingkir. Hanya itu pilih-an bagi Sriwijaya FC saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan Malang, malam ini.
Akibat kalah 0-2 dari Arema Cronus 2-0 pada Minggu (22/11) lalu, nasib 'Laskar Wong Kito' memang di ujung tanduk. Itu sebabnya pertandingan nanti bak laga hidup mati bagi Sriwijaya untuk menghidupkan peluang meraih satu tiket langsung babak delapan besar Grup A.
Jika hasilnya negatif, bisa dipastikan Ferdinand Sinaga dan kolega akan memberikan momentum bagi Persija untuk memburu satu tiket tersisa. Pasalnya posisi tim 'Macan Kemayoran' memang lebih diuntungkan karena masih memiliki dua pertandingan sisa. Berbeda dengan Sriwijaya yang tinggal menyisakan satu laga melawan Persipasi Bandung Raya (PBR), Sabtu (28/11) mendatang. Adapun satu tiket lain telah menjadi milik Arema yang tampil sempurna di tiga laga fase grup.
Kondisi itu dimengerti betul oleh pelatih Sriwijaya FC Benny Dollo. Mantan pelatih timnas Indonesia itu pun meminta para pemainnya untuk tampil habis-habisan. "Pemain sadar betul bahwa pertandingan melawan Persija ini menjadi kesempatan berharga bagi kami. Mereka adalah saingan terberat kita dan kita tidak ingin berharap hasil pertandingan lain.
"Akan tetapi, misi Sriwijaya sedikit terhambat setelah kehilangan bek tangguh Abduolaiye Maiga akibat akumulasi kartu. Hal itu tentu disayangkan mengingat perannya yang sangat sentral bersama Fachrudin Aryanto di lini belakang. Posisi Meiga sangat mungkin digantikan oleh pemain yang pernah berseragam Persija, Ngurah Nanak.
Pemain pelapis Di lain pihak, Persija Jakarta juga tidak akan turun dengan kekuatan terbaiknya saat menghadapi Sriwijaya. Skuat asuhan Bambang Nurdiansyah itu ditinggal sementara oleh dua pemain andalan mereka, Mbida Messi dan Ismed Sofyan.
Untuk kasus Messi, mantan pemain Persiram Raja Ampat itu mengalami sakit. Adapun Ismed harus absen setelah kembali berkabung karena kakak perempuannya meninggal dunia.
Kepergian saudaranya itu menjadi pukulan tersendiri bagi pemain 36 tahun tersebut. Itu karena sepekan sebelumnya saudara yang lain dari Ismed juga meninggal dunia.
Meskipun demikian, Banur tetap optimistis meraih hasil positif dalam laga nanti. Ia pun telah menyiapkan pengganti dua pemain yang absen seperti Dirga Lasut ataupun Novri Setiawan. "Pertandingan besok tentu sangat menentukan. Tapi kita waspadai pemain depan mereka yang berbahaya. Kita harus fokus, kerja keras, dan konsentrasi penuh.
"Sementara itu, kabar mengenai bakal mundurnya Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar terus memancing pro dan kontra. Setelah Djadjang Nurdjaman yang menyatakan keterkejutannya dan penyesalannya, kemarin giliran striker Ilija Spasojevic yang menyayangkan hal itu.
Sama seperti Djanur, pemain asal Montenegro itu pun berharap Umuh bisa tetap bertahan sebab sosoknya masih dibutuhkan di Persib. "Saya berharap Pak Umuh akan berubah pikiran karena pemain masih membutuhkan beliau. Pak Haji Umuh seperti orangtua saya. Beliau sangat membantu saya selama saya di Persib. (Saya) baru dengar hari ini dari teman-teman bobotoh," kata Spaso. (R-4)