Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Juwita Sumbang 2 Emas

Ghani Nurcahyadi
18/11/2015 00:00
Juwita Sumbang 2 Emas
(ANTARA/WAHYU PUTRO)
Raihan 6 emas tim Indonesia diakui Ketua PB WI Supandi Kusuma membuat target sukses prestasi tercapai. Atlet disiplin taolu (seni) Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu 2015 mendongkrak peringkat tim Merah Putih pada klasemen perolehan medali dengan menyumbangkan tiga medali emas pada hari keempat ajang dua tahunan itu di Istora Senayan, Jakarta, kemarin. Tiga medali emas disumbangkan Juwita Niza Wasni pada nomor nandao (pedang) dan nangun (tongkat) serta Charles Sutanto di nomor qiangshu (tombak).

Tambahan tiga emas membuat tim wushu Indonesia kini menguntit Tiongkok dalam klasemen pengumpul medali dengan raihan 6 emas, 1 perak, dan 6 perunggu. Adapun, kontingen Tiongkok yang merupakan negara asal wushu memimpin dengan 7 medali emas dari disiplin taolu. Juwita, juara Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, menjadi yang terbaik di nomor nandao dengan nilai 9,62. Atlet Indonesia lainnya, Ivana Ardelia Irmanto menjadi yang terbaik kedua di nomor ini dengan nilai 9,60. Medali perunggu diraih atlet Amerika Serikat Lucy Ruxi Lee (nilai 9,49).

Kesuksesan Juwita berulang pada nomor nangun, permainan cantik dara 19 tahun asal Sumatra Utara itu membuatnya memperoleh nilai tertinggi 9,58. Ia terpaut tipis dengan atlet Hong Kong Ka Ying Yuen (nilai 9,57). Ivana juga kembali meraih medali di nomor ini dengan menjadi terbaik ketiga dengan nilai 9,51. "Ini sudah melebihi harapan saya karena niat awal saya ialah hanya untuk bisa bermain bagus saja di Kejuaraan Dunia ini," kata Juwita.

Bagi Charles medali emas di nomor qiangshu juga menjadikannya sejajar dengan Lindswell Kwok dan Juwita yang meraih dua emas dalam Kejuaraan dunia. Sebelumnya atlet 25 tahun binaan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI) itu menyumbang medali pada nomor jianshu (pedang). Di sisi lain, dua keping medali (perak dan perunggu) yang disumbangkan Ivana, menjadi persembahan terakhirnya bagi Indonesia. Atlet asal Yogyakarta itu mengatakan segera pensiun dari tim nasional, "PON Jawa Barat 2016 nanti akan menjadi penampilan terakhir saya dalam kompetisi wushu, setelah itu mungkin saya akan bantu melatih," ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Supandi Kusuma mengatakan hasil 6 emas melebihi ekspektasinya dalam kejuaraan dunia kali ini. Ia bangga dengan perjuangan atlet wushu Indonesia yang mampu bersaing dengan atlet negara lain. Target sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan diakui Supandi telah tercapai.

Ke final
Dari disipin sanda (tarung), juara dunia 2014, Moria Manalu, melaju ke final kelas 60kg putri seusai mengalahkan Sin Tung Cherie Man (Hong Kong). Di final, atlet DKI itu akan bertemu Sedigheh Dariaevaarkadeh (Iran) yang menang telak atas Trang Thi Nguyen. Lawan di final, lanjut Moria, sudah di pelajarinya melalui rekaman video. "Saya sudah sedikit tahu tentang dia, tapi melihat rekaman video kan pasti berbeda. Tapi, saya akan main habis-habisan. "Langkah Moria gagal diikuti Junita Malau (48 kg). Tiga wakil putra di semifinal yaitu Yosef Pau Neonnub (48 kg), Gunawan (52 kg), dan Yusuf Widianto (56 kg) baru akan tampil sore ini. (R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya