HARAPAN penggemar Moto-GP untuk melihat klimaks persaingan perebutan gelar juara dunia 2015 tidak menjadi kenyataan.
Moto-GP Valencia yang merupakan seri pamungkas tahun ini berlangsung adem ayem tanpa diwarnai drama-drama yang mendebarkan.
Pembalap tim Movistar Yamaha Jorge Lorenzo yang start dari posisi terdepan tanpa kesulitan merebut podium utama dengan catatan waktu 45 menit 59,364 detik.
Kemenangan itu mengantar Lorenzo menjadi juara dunia untuk yang ketiga kali setelah 2010 dan 2012.
Tambahan 25 poin dari Valencia membuat Lorenzo total mengumpulkan 330 poin, unggul lima poin atas rekan setimnya, Valentino Rossi, yang harus puas mengakhiri musim balap 2015 di posisi runner-up.
The Doctor yang sebelum Moto-GP Valencia unggul tujuh poin melorot ke posisi kedua setelah hanya finis di posisi keempat.
"Ini mungkin menjadi hari terbaik sepanjang hidup saya. Saya menangis saat melakukan victory lap seusai lomba," jelas Lorenzo.
Walau gagal merebut gelar juara dunia musim ini, Rossi tetap mendapat sambutan hangat sekitar 110 ribu penonton yang menyaksikan langsung balapan di Sirkuit Ricardo Tormo.
Setelah start dari posisi ke-25 menyusul hukuman yang dijatuhkan FIM, Rossi menunjukkan kelasnya sebagai pembalap terbaik dunia.
Hanya butuh 13 lap, Rossi sudah mampu menempati posisi keempat di belakang Lorenzo dan dua pembalap Repsol Honda Marc Marquez dan Dani Pedrosa.
Namun, hingga balapan berakhir, Rossi hanya finis di posisi keempat dan merelakan gelar juara dunia yang sudah dalam jangkauan direbut Lorenzo.
Faktor Marquez Kesuksesan Lorenzo di Valencia tidak terlalu mengejutkan.
Walau terpaut tujuh poin dari Rossi sebelum lomba, Lorenzo mendapat keuntungan besar dari hukuman yang diterima Rossi.
Lorenzo juga dinilai mendapat bantuan dari kompatriotnya, Marquez dan Pedrosa.
Dugaan akan adanya konspirasi pembalap Spanyol dinilai beberapa pihak menjadi kenyataan di Valencia.
Hal tersebut terlihat dari penampilan Marquez yang tidak segarang biasanya.
Setelah start dari posisi kedua, Marquez tidak pernah mencoba menyusul Lorenzo sejak lap pertama hingga finis.
Padahal, selepas start, Marquez langsung menguntit Lorenzo di posisi kedua dan beberapa kali mendapat peluang menyusul rekan senegaranya tersebut.
Baru di lap-lap terakhir, Marquez dan Perdosa mulai berusaha untuk mendahului Lorenzo.
Jika Marquez dan Pedrosa mampu menyusul, dan membuat Lorenzo finis di posisi ketiga, gelar juara dunia akan diraih Rossi.
Namun, Marquez menepis anggapan tersebut.
Ia menegaskan telah tampil semaksimal mungkin selama lomba.
"Saya berusaha untuk mengejar Lorenzo. Di tikungan terakhir, saya mencoba menyusulnya, tetapi saya urungkan karena risikonya terlalu besar. Menempati posisi kedua di balapan terakhir musim ini bukan hal yang terbaik. Musim depan saya akan kembali bertarung untuk memperebutkan gelar juara," tegas Marquez. (AFP/R-2)