KETEGANGAN menjelang berlangsungnya seri pamungkas MotoGP 2015 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, memaksa Federasi Balap Motor Internarsional (FIM) mengubah kebiasaan. Jika sebelumnya pembalap diberikan kesempatan melakukan konferensi pers tiga hari jelang lomba, kali ini prosedur tersebut tidak diterapkan.
FIM bersama Dorna Sports, penyelenggara MotoGP, justru mengumpulkan semua pembalap MotoGP dan meminta semua pembalap untuk tidak membicarakan hal lain selain balapan di Valencia nanti. Biro Permanen FIM juga ikut meminta kepada semua pembalap untuk mengingat kembali nilai-nilai sportivitas yang dijunjung tinggi selama ini.
"Pertama dan yang terpenting, olahraga harus diutamakan. Akhir pekan ini merupakan balapan terakhir MotoGP tahun ini dan olahraga lah yang harus menang. Namun sayangnya, beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah kontroversi yang mengganggu persaingan yang sehat dan membuat penggemar di seluruh dunia meragukan kehormatan olahraga ini," ujar penyataan resmi Biro Permanen FIM seusai bertemu pembalap.
Kontroversi yang dimaksud FIM ialah serangkaian drama yang bermula di Sirkuit Phillip Island, Australia, yang kemudian berujung jatuhnya pembalap Repsol Honda Marc Marquez di Sirkuit Sepang, Malaysia, dua pekan lalu. Drama itu melibatkan tiga pembalap. Selain Marquez, duo Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, terlibat dalam drama tersebut.
Drama itu bermula dari tuduhan Rossi kepada Marquez yang dianggap menghalanginya untuk melaju di Phillip Island, sirkuit MotoGP Australia, 18 Oktober lalu. Dengan tegas pembalap berjuluk 'The Doctor' itu mengatakan Marquez membantu Lorenzo yang merupakan rekan senegaranya asal Spanyol untuk bisa merebut puncak klasemen pembalap darinya agar bisa menjadi juara dunia.
'Persaingan' yang terus memanas itu pun berlanjut di Sepang, Malaysia. Rossi yang berusaha untuk bisa mendekati Jorge Lorenzo di posisi terdepan selalu dibayangi Marquez yang menempel ketat dirinya. Adu cepat keduanya berakhir ketika Marquez terjatuh setelah motornya sedikit bersenggolan dengan motor Rossi di tikungan dan kaki 'The Doctor' terlihat seperti menendang motor Marquez.
Meski akhirnya finis di urutan ketiga dan masih unggul atas Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia, Rossi harus menerima hukuman tiga poin penalti. Ditambah satu poin penalti yang didapatnya di Misano, Italia, Rossi yang mengantongi empat poin penalti harus menjalani hukuman dengan start di posisi paling belakang pada balapan di Valencia nanti.
Posisi yang tidak menguntungkan itu membuat Rossi mengajukan banding atas putusan Direktur Lomba ke FIM yang kemudian ditolak. Upaya Rossi berlanjut ke pengadilan arbitrase olahraga internasional (CAS) sekaligus meminta hukuman start paling belakang ditangguhkan hingga ada putusan tetap CAS. Namun, permintaan Rossi kemudian ditolak CAS.
"Sayangnya, berlomba dari posisi paling belakang membuat semuanya semakin sulit. Namun, saya sudah berada di sini (Valencia) dan saatnya berusaha sekuat tenaga. Saya harus menjaga konsentrasi dan melakukan yang terbaik akhir pekan ini. Saya harus terus tampil kompetitif dan lihat apa yang terjadi saat balapan nanti," kata Rossi.
Menikmati lomba Rossi mengungkapkan ia enggan kembali mengingat kejadian di Sepang. Pembalap Italia itu menegaskan fokusnya saat ini ialah untuk bisa membalap dengan baik di 30 putaran lomba di Sirkuit Ricardo Tormo. Rossi hanya terpaut 7 poin dari rekan satu timnya, Lorenzo, yang juga menjadi pesaing satu-satunya untuk bisa mendapatkan gelar juara dunia tahun ini.
Semangat untuk melupakan kejadian di Sepang juga disuarakan tim Repsol Honda yang menaungi Marquez dan Dani Pedrosa. Bos Honda, Livio Suppo, yang sebelumnya berniat membeberkan data kecelakaan Marquez di Sepang, mengatakan Honda batal mengungkapkannya pada media karena tidak mau mengganggu proses peradilan di CAS.
"Ini minggu yang sangat spesial dan dengan tensi yang tinggi, kami ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa kami tidak punya niat untuk mempengaruhi hasil putusan CAS nanti. Minggu ini gelar juara dunia akan ditentukan, sayangnya kami tidak sedang memperebutkannya. Tapi kami berkomitmen tidak ingin menambah bensin ke dalam api," ujar Suppo.
Marquez yang dua tahun terakhir mampu menjadi juara dunia menegaskan ia hanya ingin menikmati balapan terakhir di MotoGP yang berlangsung di tanah kelahirannya. Ia pun siap bersaing dengan semua pembalap termasuk Lorenzo, Rossi, dan Pedrosa untuk merebut podium di Ricardo Tormo. Bantuan kompatriot Meski terlihat kecil peluang untuk bisa menjadi juara dunia tahun ini akibat hukuman harus memulai start dari posisi paling belakang, setidaknya ada sejumlah skenario yang bisa diterapkan Rossi untuk bisa menjadi juara dunia ke-10 kalinya. Bila Lorenzo hanya mampu finis di peringkat ke-10 ke bawah, Rossi akan mampu menjadi juara dunia tanpa perlu mendulang poin.
Meski diunggulkan dengan hukuman yang diterima Rossi, Lorenzo, yang sempat mengkritik hukuman pada Rossi terlalu ringan dan ingin melakukan intervensi pada persidangan CAS, tidak akan mengubah gaya membalapnya di Valencia. Pemilik dua gelar juara dunia itu menegaskan akan tetap tampil maksimal di Valencia.
"Saya tidak akan terpengaruh pada putusan CAS ataupun bila mereka mengubah sanksi nantinya. Saya akan tetap membalap dengan maksimal dan tidak akan mengubah gaya membalap saya. Saya akan memberikan balapan terbaik saya saat balapan nanti. Saya senang saya masih punya peluang untuk bisa menjadi juara dunia," kata Lorenzo.
MotoGP Valencia diperkirakan tidak hanya akan memperlihatkan duel Rossi versus Lorenzo. Persaingan panas dua rekan setim tersebut juga berimbas pada gengsi dua negara, Spanyol dan Italia. Setelah Marquez 'memberikan' bantuan kepada Lorenzo di Australia dan Sepang, di Valencia duo pembalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, bukan tidak mungkin melakukan hal yang sama untuk Rossi. Keduanya mungkin saja melibatkan diri dalam 'pertempuran' terakhir musim ini. Menahan pergerakan Marquez dan Pedrosa untuk memberikan kesempatan Rossi berduel dengan Lorenzo secara fair menjadi sesuatu yang mungkin dilakukan duet Ducati.
Namun, Rossi tidak menanggapi adanya sejumlah pihak yang menyarankannya untuk meminta bantuan kepada Davizioso dan Iannone. Menurut Rossi, ia belum menentukan strategi pada balapan nanti. "Lagi pula setiap pembalap pasti ingin membalap untuk dirinya sendiri," tegasnya.
Balapan di Valencia musim ini akan menjadi ke-16 dalam 67 tahun sejarah MotoGP yang harus ditentukan hingga akhir musim. Balapan kali ini juga menjadi yang terketat sejak 1992, saat masih memakai mesin 500 cc. Kala itu, pembalap Yamaha Wayne Rainey meraih gelar juara dunia dengan hanya unggul 4 poin atas pembalap Honda asal Australia Mick Doohan.
Di era MotoGP yang berlangsung sejak 2002, Rossi juga pernah bersaing ketat hingga akhir musim. Hal itu terjadi di musim balap 2006, saat ia bersaing dengan Nicky Hayden. Kala itu, keduanya hanya berselisih 8 poin di seri terakhir balapan. Hayden akhirnya mampu menjadi juara dunia dengan keunggulan 5 poin.
Akankah kali ini Dewi Fortuna berpihak pada Rossi? Balapan minggu pagi waktu Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo akan menjadi tempat mencari jawaban hal tersebut. (Crash.net/AFP/R-2)