Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

CAS Tolak Banding the Doctor

AFP/Wdo/R-3
06/11/2015 00:00
CAS Tolak Banding the Doctor
(AFP/JAVIER SORIANO)
UPAYA Valentino Rossi untuk memperbesar peluang merebut juara dunia Moto-GP 2015 kandas.

Banding pembalap tim Movistar Yamaha itu atas sanksi yang dijatuhkan Fede-rasi Motosport Dunia (FIM) ditolak Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), kemarin.

Dengan penolakan itu, Rossi harus mengawali Moto-GP Valencia yang akan berlangsung Minggu (8/11) dari posisi paling belakang seperti hukuman yang dijatuhkan FIM.

"Pengadilan Arbitrase Olahraga menolak permintaan Rossi dan menguatkan hukuman yang diberitakan FIM pada 25 Oktober lalu," jelas CAS dalam pengumumannya.

Secara tersirat, keputusan itu menunjukkan CAS menilai Rossi bersalah dalam insiden dengan pembalap Repsol Honda Marc Marquez di Moto-GP Malaysia, 25 Oktober lalu.

Dalam lomba di Sirkuit Sepang tersebut, Rossi dinilai sengaja menendang Marquez hingga terjatuh dan gagal meneruskan balapan di lap ketujuh.

Walaupun Rossi tidak mendapat pengurangan poin akibat ulahnya itu, hukuman start dari posisi paling belakang di Moto-GP Valencia yang merupakan seri terakhir musim ini membuat peluangnya menjadi juara dunia 2015 mengecil.

Saat ini, Rossi hanya unggul 7 poin dari rekan setimnya, Jorge Lorenzo, yang juga masih berpeluang merebut juara.

Sebelumnya Rossi berharap CAS menerima banding yang diajukannya. Pembalap berjuluk the Doctor itu ingin bertarung secara normal dengan Lorenzo di Valencia.

Namun, harapan pembalap Italia tersebut tidak menjadi kenyataan. Keputusan CAS membuat Rossi dipastikan harus bekerja keras untuk merebut gelar juara dunia Moto-GP 2015.

Untuk memenangi pertarungan dengan Lorenzo, Rossi setidaknya harus finis persis di belakang pembalap Spanyol itu di Valencia.

Namun, itu bukan pekerjaan mudah.

Pasalnya, selain harus bertarung dengan Lorenzo, Rossi juga harus mengatasi dua rekan senegara Lorenzo, Marquez dan Dani Pedrosa, yang diyakini banyak pihak akan membantu kompatriot mereka.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya