Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Pramac Yamaha, Jack Miller, menilai absennya tim pada hari kedua Tes Pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, merupakan risiko yang tidak terhindarkan dari pengembangan mesin baru.
Miller menyebut masalah teknis yang memaksa Yamaha menghentikan aktivitas di lintasan sebagai bagian dari proses adaptasi mesin konfigurasi V4 yang sedang dibangun.
Meski sempat memuncaki catatan waktu pada sesi shakedown sebelumnya, Yamaha terpaksa memarkir motor mereka pada hari kedua tes resmi setelah muncul masalah teknis pada motor Fabio Quartararo dan Toprak Razgatlioglu.
Namun, setelah investigasi intensif selama semalam oleh teknisi di Jepang dan Eropa, lampu hijau diberikan kepada para pembalap untuk kembali ke lintasan pada hari terakhir.
“Sangat naif jika Anda berpikir bisa membangun motor hanya dalam sembilan bulan untuk melawan yang terbaik di dunia tanpa mengalami hari seperti kemarin. Ini sudah lumrah,” ujar Miller dikutip dari Crash.
Pembalap asal Australia itu menegaskan bahwa lebih baik kendala muncul di masa pengujian daripada saat balapan sesungguhnya dimulai. Meski hanya menempati posisi ke-17 di akhir tes dengan selisih 1,754 detik dari Alex Marquez yang tercepat, Miller optimistis dengan potensi motor barunya.
Fokus Miller saat ini adalah membangun chemistry dengan motor V4 tersebut. Ia mengakui belum bisa mengeluarkan potensi maksimal bukan karena kendala teknis motor, melainkan kebutuhan dirinya untuk lebih mengenal karakter tunggangannya.
"Kami sangat sibuk mengganti suku cadang dan sasis untuk memahami sisi baik dan buruknya. Sekarang kami berada di titik di mana kami harus mulai mengendarai setelan yang sama agar lebih familier, memperbaiki elektronik, dan mencari tenaga tambahan," tambahnya.
Data kecepatan tertinggi (top speed) Miller tercatat di angka 327,8 km/jam, masih tertinggal 10 km/jam dibandingkan Ducati milik Fabio di Giannantonio.
Namun, sinyal positif terlihat saat simulasi Sprint Race. Miller justru mencatatkan waktu 0,8 detik lebih cepat saat simulasi dibandingkan saat melakukan time attack dengan bahan bakar sedikit.
Secara statistik, progres Yamaha V4 mulai terlihat. Dalam simulasi 10 putaran, Miller mencatatkan total waktu yang jika dikomparasi dengan balapan Sprint Oktober lalu, akan menempatkannya di posisi ke-9. Hasil ini jauh lebih baik dibanding saat ia finis di posisi ke-14 dengan motor mesin inline musim lalu.
Dengan status konsesi kategori D, Yamaha memiliki fleksibilitas lebih untuk melakukan perubahan desain mesin guna memperbaiki masalah teknis yang ada.
Tim pabrikan Jepang ini juga diizinkan menggelar tes privat dengan pembalap reguler mereka sebelum musim kompetisi dimulai.
Ujian berikutnya bagi Miller dan Yamaha akan tersaji dalam tes pramusim terakhir di Buriram, Thailand, pada 21-22 Februari mendatang.(H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved