Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Rakernas PORDASI 2026: Strategi Memacu Prestasi Olahraga Berkuda ke Level Dunia

Khoerun Nadif Rahmat
25/1/2026 14:59
Rakernas PORDASI 2026: Strategi Memacu Prestasi Olahraga Berkuda ke Level Dunia
Rakernas PORDASI 2026(Dok Pordasi)

SEBANYAK 23 Pengurus Provinsi (Pengprov) PORDASI dari seluruh Indonesia berkumpul di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026. 

Pertemuan yang berlangsung pada 23-24 Januari tersebut menjadi forum krusial bagi Pengurus Pusat PORDASI untuk menetapkan peta jalan pengembangan olahraga berkuda yang lebih profesional, mandiri, dan berorientasi pada prestasi internasional.

Ketua Umum PP PORDASI, Aryo PS Djojohadikusumo, menegaskan bahwa Rakernas tahun ini merupakan momentum penting untuk menegaskan kembali tekad dan tanggung jawab organisasi. 

Mengusung tema Kerja Nyata untuk Pengembangan Prestasi Olahraga Berkuda Indonesia, Aryo meminta agar seluruh pengurus tidak terjebak dalam rutinitas tahunan yang bersifat formalitas semata.

"RAKERNAS Adalah forum kerja untuk menyusun program yang realistis, menyatukan standar pembinaan atlet menuju prestasi internasional, memperkuat sinergi antara pusat dan daerah,"  ucap Aryo dikutip dari keterangannya.

Ambisi besar PORDASI di tahun 2026 didasari oleh torehan gemilang sepanjang tahun 2025. Indonesia tercatat sukses mengamankan 2 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu pada ajang SEA Games Thailand melalui komisi Equestrian.

Prestasi fenomenal juga diukir oleh Tim Horseback Archery (HBA) Indonesia yang berhasil menembus peringkat kedua dunia dalam ajang IHAA World Championships, dibarengi dengan pemecahan dua rekor dunia oleh atlet nasional.

Menghadapi tantangan tahun 2026, PORDASI telah menyiapkan rangkaian program akselerasi. Di sektor Equestrian, fokus utama tertuju pada penyelenggaraan 10 kejuaraan internasional sebagai ajang persiapan menuju Asian Games Nagoya 2026. 

Sementara itu, Komisi HBA dan Tent Pegging melakukan langkah strategis dengan memperbarui Peraturan Organisasi agar selaras dengan standar global, sembari mempersiapkan Timnas Tent Pegging untuk berlaga di ITPF World Cup Qualifier di Yordania pada akhir Januari ini.

Langkah pembenahan juga menyasar sektor hulu melalui Komisi Peternakan dan Kesehatan melalui pemberlakuan Sertifikat Kuda Indonesia (SKI) dan pemeriksaan DNA kuda. 

Hal itu berjalan beriringan dengan komitmen Komisi Polo yang akan mengirimkan atlet untuk berlatih tanding di luar negeri demi menambah jam terbang.

Seluruh langkah strategis ini nantinya akan didukung oleh kehadiran kantor pusat PP PORDASI yang segera rampung sebagai pusat informasi dan sertifikasi SDM.

Aryo kembali mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang bagi sebuah organisasi olahraga. Menurutnya, sebuah prestasi tidak bisa diraih hanya dengan mengandalkan keberuntungan atau kerja keras tanpa arah yang jelas.

"Prestasi tidak lahir secara kebetulan, semua butuh perencanaan yang matang, latihan yang konsisten, dukungan SDM yang memiliki kapabilitas, serta organisasi yang tertib. Mari kita jadikan RAKERNAS PORDASI 2026 ini sebagai ruang kerja nyata, bukan sebatas forum administratif,"  tutup Aryo. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya