Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia langsung menekuk Malaysia dengan skor telak 3-0, pada laga perdana ajang ASEAN Para Games 2025, yang digelar di Nakhon Ratchasima Rajabhat. University Stadium, Thailand, Senin (19/1).
Dalam pertandingan berdurasi 2x30 menit itu, Tim Merah Putih tampil sangat dominan sejak awal laga. Gol pertama dicetak Yahya Hernanda saat laga baru berjalan empat menit, dan bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, dominasi Indonesia tetap terjaga. Yahya Hernanda kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53 untuk membawa timnya unggul 2-0. Disusul gol ketiga yang dicetak pemain pengganti, Rizki Mulyana pada masa tambahan waktu babak kedua
Pelatih tim sepak bola cerebral palsy Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, merasa lega dengan keberhasilan anak asuhnya meraih tiga poin pertama. Sebab, hasil ini menjadi modal berharga untuk menatap tantangan berikutnya di ASEAN Para Games 2025.
“Tiga poin pertama di laga pembuka ini sangat penting. Saya tekankan kepada anak-anak bahwa ini adalah modal. Untuk tiga pertandingan berikutnya di fase penyisihan, semoga kami bisa sapu bersih,” kata Yanuar usai laga sengit itu.
Yanuar mengakui, penampilan anak asuhnya meski dominan, namun belum optimal. Beberapa pemain mengalami demam panggung. Meski sebagian besar sudah sempat bermain di ajang IFCPF Asia-Oceania Cup 2025, tetapi persaingan yang tersaji di regional Asia Tenggara ini memberikan tekanan tersendiri.
“Sebenarnya belum maksimal ya. Penampilan anak-anak ini masih bisa lebih baik. Tim pelatih berharap aliran bolanya bisa lebih cepat. Mungkin belum nyetel dengan situasi pertandingan pertama. Kami bisa memaklumi itu, tetapi selanjutnya akan kami perbaiki,” kata dia.
Dia berharap, anak asuhnya bisa lebih percaya diri setelah meraih kemenangan ini. Selain itu, ia juga menekankan soal adaptasi dengan kondisi rumput lapangan. Ini sangat penting agar tim Merah Putih mampu menampilkan performa yang lebih menggigit pada partai berikutnya.
“Set-play atau pola permainan yang kami siapkan sebenarnya sudah sesuai. Tetapi tidak ada akselerasi yang berani dari anak-anak. Memang ini sangat berhubungan dengan mental. Kalau mereka tidak percaya diri, maka mereka tidak akan berani melakukan yang terbaik,” lanjut dia.
BELUM PUAS
Senada kapten tim sepak bola cerebral palsy Indonesia, Yahya Hernanda, masih belum puas dengan performa timnya. Masih ada sederet kekurangan yang mesti segera dibenahi meski bisa menang telak di laga perdana.
"Penampilan pemain secara individu mesti diperbaiki. Lapangannya juga membuat aliran bolanya tidak lancar. Saya berharap pemain bisa segera beradaptasi dengan kondisi yang ada,” kata Yahya.
Pemain kelahiran Martapura, 26 November 1996, ini tak lantas berpuas diri meski bisa mencetak dua gol. Sebab, menurut dia, tim Merah Putih seharusnya bisa menghasilkan gol melalui skema kolektif yang sudah disiapkan, alih-alih memaksimalkan kemampuan individu pemain.
“Jika mempertimbangkan arahan pelatih, sebetulnya saya tidak puas dengan dua gol ini, karena gol itu lahir dari aksi individu. Saya ingin mencetak gol secara tim, baik itu karena pola maupun taktik yang disiapkan. Cuma tadi itu kami belum bisa mengeluarkan performa terbaik kami,” kata dia.
“Kemenangan ini pastinya menjadi modal kami supaya nanti kami bisa melangkah lebih jauh lagi. Sesuai pesan tim pelatih, setiap pertandingan di ASEAN Para Games 2025 ini adalah final. Jadi kami harus bisa bermain lebih maksimal lagi,” tutup dia.
MENDAPAT APRESIASI
Terpisah Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia), Senny Marbun, memberikan apresiasi tinggi untuk tim sepak bola CP Indonesia yang telah bekerja keras meraih kemenangan pada partai pembuka ASEAN Para Games 2025 ini.
“Malaysia adalah salah satu tim bagus. Namun, karena persiapan kami sudah lumayan baik, jadi hasil ini tidak begitu mengejutkan. Saya berharap Indonesia bisa meraih juara, karena yang berat di cabor ini kan Thailand. Kami yakin bisa melaluinya,” pungkas Senny. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved