Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang percaya kunci keberhasilan dalam kebugaran adalah latihan lebih keras, konsisten, dan mengabaikan rasa sakit. Namun, bagi sebagian orang, masalah utamanya bukanlah kurangnya usaha, melainkan stres.
Stres kronis membuat sistem saraf terjebak dalam kondisi fight-or-flight (lawan atau lari). Kondisi ini secara diam-diam menyabotase kemajuan fisik bahkan sebelum latihan dimulai. Otot tetap tegang, pernapasan menjadi dangkal, dan pemulihan melambat. Alih-alih merasa berenergi, olahraga justru terasa berat dan melelahkan.
Sistem saraf kita bekerja menyeimbangkan dua cabang utama.
Dalam kondisi stres kronis, tubuh tetap berada pada mode simpatik meskipun tidak ada bahaya nyata. Hal ini mengubah mekanika gerakan, membatasi mobilitas, dan meningkatkan risiko cedera. Hormon stres yang tinggi juga mengganggu kualitas tidur dan perbaikan jaringan tubuh.
Inilah alasan mengapa dua orang bisa menjalani program latihan yang sama namun mendapatkan hasil berbeda. Tubuh yang satu beradaptasi menjadi kuat, sementara yang lain justru merasa "hancur". Perbedaannya bukan pada disiplin, melainkan pada fungsi sistem saraf.
Solusinya bukan memaksa latihan lebih keras (overtraining), melainkan mengatur fisiologi tubuh agar mendukung tujuan kebugaran Anda. Berikut adalah beberapa strategi untuk menyeimbangkan kembali sistem saraf:
Kemajuan kebugaran tidak datang dari memaksakan sistem tubuh yang sedang stres, melainkan dari menciptakan kondisi yang memungkinkan perubahan itu terjadi. Ketika tubuh merasa aman, upaya latihan Anda baru akan membuahkan hasil yang maksimal. (CNN/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved