Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Belum Habis! Janice Tjen Siap Balas Kekalahan di Sektor Ganda Putri ASB Classic

 Gana Buana
06/1/2026 16:48
Belum Habis! Janice Tjen Siap Balas Kekalahan di Sektor Ganda Putri ASB Classic
Perjuangan Janice Tjen di ASB Classic 2026.(Antara)

Perjuangan petenis andalan Indonesia, Janice Tjen, di turnamen WTA 250 ASB Classic 2026 dipastikan belum berakhir. Meski harus menelan pil pahit tersingkir di babak pertama nomor tunggal putri, Janice memiliki peluang besar untuk menebus kekalahan tersebut melalui sektor ganda putri.

Kekalahan di nomor tunggal pada Selasa (6/1) tidak membuat Janice langsung angkat koper dari Auckland, Selandia Baru. Ia dijadwalkan kembali turun ke lapangan berpasangan dengan petenis asal Amerika Serikat, Caty McNally.

Duet ganda lintas negara ini akan menghadapi tantangan dari pasangan Eropa, Anna Siskova (Republik Ceko) dan Magali Kempen (Belgia). Laga ini menjadi momentum krusial bagi Janice untuk menjaga ritme kompetisi dan meraih hasil positif di awal musim 2026.

Perlawanan Sengit di Tunggal Putri

Sebelumnya, langkah Janice di nomor tunggal terhenti setelah melalui pertarungan sengit tiga set (rubber game) melawan unggulan keenam asal Inggris, Sonay Kartal. Dalam laga tersebut, Janice menyerah dengan skor 1-6, 7-6 (7-4), 3-6.

Janice sempat menunjukkan mentalitas baja dengan mencuri set kedua melalui tie break setelah kalah telak di set pertama. Namun, konsistensi Sonay Kartal di set penentuan membuat wakil Merah Putih harus mengakui keunggulan lawan.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa servis menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi Janice jelang laga ganda nanti. Ia tercatat hanya membukukan empat ace, tertinggal dari Kartal yang mencetak delapan ace. Selain itu, efektivitas pemanfaatan poin juga menjadi sorotan, di mana Janice hanya mampu mengonversi satu dari empat peluang break point yang didapat.

Momentum Kebangkitan

Beralih ke sektor ganda, Janice diharapkan mampu tampil lebih lepas. Pengalaman musim lalu yang cukup berwarna, mulai dari mencapai final SP Open di Brasil hingga menjuarai Chennai Open di India, menjadi modal berharga bagi petenis berusia 23 tahun ini.

Kolaborasi dengan Caty McNally diharapkan dapat menutupi kekurangan di sektor servis dan menciptakan variasi serangan yang lebih mematikan saat menghadapi duet Siskova/Kempen nanti. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik