Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cooper Flagg Bersinar, Mavericks Amankan Kemenangan atas Nuggets

Khoerun Nadif Rahmat
24/12/2025 21:24
Cooper Flagg Bersinar, Mavericks Amankan Kemenangan atas Nuggets
Ilustrasi(ANTARA)

KEDEWASAAN bermain yang melampaui usia kembali dipertontonkan rookie sensasional Dallas Mavericks, Cooper Flagg. 

Pemain yang baru saja menginjak usia 19 tahun itu menjadi aktor protagonis saat membawa timnya memetik kemenangan tipis 131-130 atas Denver Nuggets, kemarin. Flagg tampil eksplosif dengan mengemas 33 poin, hasil dari efisiensi tembakan 14-dari-21. 

Menariknya, akurasi tembakan jarak jauh yang selama ini dianggap sebagai titik lemahnya justru menjadi senjata mematikan. Empat lemparan tiga angka yang ia lesakkan menjadi rekor tertinggi pribadinya musim ini.

Tidak hanya tajam dalam menyerang, Flagg juga membukukan sembilan rebound dan sembilan assist. Catatan statistik tersebut menyejajarkan namanya dengan dua legenda hidup Mavericks, Luka Doncic dan Jason Kidd, sebagai debutan yang mampu meraih angka impresif serupa.

"Saya hanya percaya pada proses dan latihan yang selama ini dijalani," ujar Flagg dikutip dari ESPN.

Laga sejatinya sempat didominasi Mavericks yang unggul hingga margin 18 poin. Namun, Nuggets yang dimotori Nikola Jokic perlahan bangkit dan memberikan tekanan hebat di kuarter pamungkas. Di tengah situasi genting tersebut, Flagg menunjukkan mentalitas baja.

Tembakan tiga angka krusial saat laga menyisakan 3 menit 17 detik, disusul floater di tengah kepungan lawan, serta assist cerdas kepada Naji Marshall menjadi pembeda hasil akhir. Kematangan ini bahkan menuai pujian dari sang MVP lawan, Nikola Jokic.

"Dia bermain sangat tenang. Tidak tampak seperti pemain seusianya, melainkan seperti pemain yang sudah terbiasa dengan tensi laga besar," puji Jokic.

Kemenangan Mavericks juga didorong oleh performa solid Anthony Davis yang menyumbang 31 poin dan sembilan rebound. Davis mengaku terkesan dengan efisiensi yang ditunjukkan rekan setimnya yang jauh lebih muda tersebut.

Di sisi lain, pelatih Nuggets David Adelman mengakui timnya sulit membendung Flagg saat sang pemain berada dalam ritme terbaiknya. 

"Dia mampu mengeksekusi tembakan sulit di detik-detik akhir waktu serangan. Melawan talenta seperti itu, pertahanan terbaik pun terkadang tidak cukup," pungkas Adelman. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya