Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia Panen Emas di Tengah Tekanan Tuan Rumah SEA Games 2025

Khoerun Nadif Rahmat
16/12/2025 21:38
Indonesia Panen Emas di Tengah Tekanan Tuan Rumah SEA Games 2025
Pelempar lembing Indonesia Abdul Hafiz (kanan) dan Silfanus Ndiken berpose dengan medali mereka usai memenangkan nomor lempar lembing putra SEA Games 2025 Thailand di Suphachalasai Stadium, Bangkok, Senin (15/12/2025).(Antara/Muhammad Ramdan)

KONTINGEN Indonesia terus menunjukkan konsistensi perolehan emas pada hari kedelapan SEA Games 2025, Selasa (16/12), dengan tetap tampil percaya diri meski berhadapan dengan tuan rumah Thailand yang memiliki tradisi kuat sebagai juara umum.

Mendekati penghujung ajang dua tahunan tersebut, Indonesia kian menekan perburuan emas. Sejak pagi, triathlon dan dayung membuka panen emas disusul kontribusi dari angkat besi, menembak, dan catur di berbagai arena pertandingan di Bangkok dan Chonburi.

Performa ini tidak lepas dari pesan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang mengingatkan atlet agar tidak lengah meski target emas harian terus terlampaui. 

Motivasi atlet juga semakin berlipat setelah Presiden Prabowo Subianto menjanjikan bonus Rp1 miliar bagi setiap peraih emas.

Tekanan sebagai tim tamu tidak menyurutkan mental juang atlet Indonesia. Dukungan masif suporter tuan rumah, keunggulan fasilitas, hingga keuntungan psikologis Thailand tidak membuat Merah Putih kehilangan fokus dalam persaingan perebutan medali.

Secara historis, tuan rumah memang kerap mendominasi SEA Games. Dari 32 penyelenggaraan, sebanyak 18 kali gelar juara umum diraih negara tuan rumah. 

Thailand menjadi yang tersukses dengan enam kali juara umum saat menjadi penyelenggara, yakni pada 1959, 1967, 1975, 1985, 1995, dan 2007. 

Indonesia berada di urutan berikutnya dengan empat kali juara umum di kandang sendiri pada 1979, 1987, 1997, dan 2011. Sementara Myanmar, Malaysia, Vietnam, dan Filipina masing-masing dua kali meraih prestasi serupa.

Catatan tersebut tidak membuat atlet Indonesia menyerah. Mereka terus berupaya memangkas jarak perolehan medali dengan Thailand, tampil tanpa rasa rendah diri, serta tetap menjunjung sportivitas ketika harus mengakui keunggulan lawan.

"Saya bangga melihat semangat juang para atlet. Tak ada rasa takut saat menghadapi atlet tuan rumah. Mental mereka tetap kuat dan fokus meraih medali," ujar Erick Thohir. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik