Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Scooter Prix 2025 Final Round: Menanti Lahirnya Juara Baru

Abdillah M Marzuqi
02/12/2025 21:28
Scooter Prix 2025 Final Round: Menanti Lahirnya Juara Baru
Konferensi pers Scooter Prix 2025 yang akan memasuki babak final pada 6-7 Desember 2025(Dok.HO)

AJANG balap skuter terbesar di Indonesia, Scooter Prix 2025 akan memasuki babak final pada 6-7 Desember 2025 di Sirkuit Sentul Karting Internasional, Jawa Barat. Tim balap akan tampil semaksimal mungkin di tengah persaingan ketat kompetisi, mengatur strategi yang jitu dalam mempersiapkan motor serta pembalapnya di Round 5 untuk menjadi juara umum.

Scooter Prix bukan hanya balapan saja tapi juga menjadi destinasi hiburan dan entertainment experience bagi para penggemar skuter dan para keluarga. 

Project Director Scooter Prix 2025, Priambodo Soesetyo menjelaskan menjelang final round ini kondisi persaingan semakin panas karena ketatnya persaingan di dalam sirkuit. Hal ini terbukti saat di round 4 lalu di mana banyak pembalap yang tampil ngotot. 

“Ada beberapa pembalap jatuh bahkan bersenggolan saat balapan. apalagi sirkuitnya juga baru selesai direnovasi jadi makin nyaman buat balapan,” jelasnya saat konferensi pers, Selasa (2/12). 

Priam juga menjelaskan dari tiga kelas utama ada dua kelas yang persaingannya masih sangat sengit dan terbuka yakni kelas 2T Tune Up Open dan 2T Small Frame FFA Open. Sedangkan khusus untuk kelas 4T 220cc Open kemungkinan akan ada juara bertahan. 

“Persaingan paling ketat ada di kelas 2T Small Frame FFA Open di mana peringkat 1 sampai 5 hanya selisih 9 poin saja. Jadi peluang untuk menjadi juara umum masih sangat terbuka,” ujar Priam. 

Antara Lahirnya Juara Baru dan Juara Bertahan 

Dari kelas utama persaingan masih ketat sampai round terakhir. Beberapa pembalap masih berpeluang menjadi juara umum di kelas 2T Tune Up Open dan 2T Small Frame FFA Open. 

Di kelas 2T Tune Up Open, pembalap M Abdul Azis dari Hoentoe 14 Gunsspeed yang berada di peringkat 1 selisih 11 poin dengan Adi Faisal dari Rifky Racing Team yang di peringkat kedua. Keduanya yang berpeluang besar menjadi juara umum di kelas ini. 

M Abdul Azis memang paling konsisten selama balapan di 4 round sebelumnya. Meski begitu, Adi Faisal sebagai saingan terberatnya mengaku akan tampil habis-habisan di final round ini. Penampilan Adi Faisal di kelas ini sebenarnya sangat menjanjikan karena dua kali berhasil menjadi podium 1 namun dia gagal finish di saat di round 3. 

“Saya akan tampil maksimal di final round ini dan harap bisa kembali naik podium 1,” ujar Adi. 

Sementara di kelas 2T Small Frame FFA Open persaingannya lebih ketat lagi. Klasemen sementara dipimpin oleh Ahmad Saugi dari Rodolfo Racing Team yang hanya berselisih 2 poin dengan Putra Purnama Alam dari Widi Persada Racing Team di peringkat kedua dan selisih 3 poin dengan Revin Yuridistira dari Abang Gas Racing Team yang berada di peringkat ketiga. 

Sedangkan untuk kelas 4T 220c Open, M. Nurgianto dari Sejahtera Abadi Race Team Ganesha kokoh di puncak klasemen terpaut 13 poin dengan peringkat kedua Jafar Munir.  

M. Nurgianto mengaku meski sudah aman di puncak klasemen akan tetap memberikan terbaik pada Round 5 ini. Dia menargetkan tetap kembali menjadi juara 1 di round terakhir. 

“Saya ingin mempertahankan juara bertahan di kelas 4T ini,” ujarnya.

Sepanjang tahun ini Scooter Prix juga berkolaborasi dengan sejumlah komunitas skuter di berbagai kota di Indonesia untuk mengadakan offline activity Scoot & Toast. Acara ini bukan sekadar riding bersama, tetapi juga menjadi momen silaturahmi antar komunitas, berbagi cerita, dan menunjukkan semangat brotherhood di atas dua roda. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik