Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Janice Tjen Targetkan Lompatan Peringkat pada Musim 2026

Irvan Sihombing
15/11/2025 13:17
Janice Tjen Targetkan Lompatan Peringkat pada Musim 2026
Petenis putri kebanggaan Indonesia, Janice Tjen.(Antara)

PETENIS putri kebanggaan Indonesia, Janice Tjen, secara ambisius menargetkan untuk menembus peringkat 20 besar dunia pada musim kompetisi 2026. Target besar ini muncul menyusul serangkaian pencapaian impresif yang ia torehkan di tur WTA sepanjang tahun ini.

“Semoga tahun depan bisa top 20 atau top 30, dan pastinya bisa main full kalender WTA,” kata Janice dalam gelar wicara di Jakarta, Sabtu.

Janice menilai dirinya memiliki kemampuan untuk bersaing di level WTA meskipun masih banyak aspek permainan yang perlu ditingkatkan. Ia mengakui kerja samanya dengan pelatih saat ini, Chris Bint, baru berjalan kurang dari satu tahun sehingga proses peningkatan masih terus berlangsung.

“Aku percaya bisa bersaing dengan pemain top, meski masih banyak hal yang harus di-improve. Ke depan pasti bisa lebih baik lagi,” ujar Janice.

Pada musim ini, Janice mencatat prestasi penting dengan meraih gelar tunggal putri pertama bagi Indonesia dalam 23 tahun melalui kemenangan di Chennai Open pada awal November. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan sekaligus kejutan. Sebelumnya, gelar tunggal putri WTA Indonesia terakhir diraih Angelique Widjaja pada Pattaya Open 2002.

“Bangga bisa menjadi bagian dari sejarah tenis Indonesia. Enggak menyangka bisa melakukannya. Semoga dengan pencapaian ini lebih banyak pemain Indonesia bisa mengikuti jejak aku dan tampil di level yang lebih tinggi,” kata Janice.

Selain itu, Janice menargetkan untuk mendekati atau melampaui rekor peringkat terbaik petenis Indonesia sepanjang masa, Yayuk Basuki, yang pernah mencapai posisi 19 dunia.

“Harus percaya diri ya. Target pribadi ku memang untuk menjadi yang terbaik. Tapi dengan eksposur sekarang, lawan-lawan juga sudah bisa akses video dan gaya mainku, jadi pasti tidak mudah. Semoga bisa tercapai,” ujar Janice.

Janice juga menjadi wakil Indonesia pertama di babak utama US Open sejak Angelique Widjaja pada 2004. Ia menilai turnamen tersebut sebagai pengalaman berharga yang tak terlupakan. Ia mengakui merasa tegang saat tampil di salah satu stadion utama US Open menghadapi Emma Raducanu.

“Ada nervous-nya karena lawannya punya banyak fans, tapi aku tetap enjoy bermain di lapangan besar seperti itu,” kata Janice.

Mengenai tekanan ketika bertanding, Janice menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan kepercayaan pada proses latihan.

“Tetap percaya pada kerja yang sudah dilakukan. Walau capek atau belum menang, tetap konsisten karena kerja keras pasti membuahkan hasil,” ujar Janice. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya