Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Judo Tunanetra Indonesia Catatkan Prestasi Gemilang di IBSA Asian Championship 2025

Widjajadi
11/11/2025 22:42
Judo Tunanetra Indonesia Catatkan Prestasi Gemilang di IBSA Asian Championship 2025
Pejudo tuna netra Indonesia berhasil meraih 2 emas dan 3 perunggu di IBSA Judo Asian Championship di Astana, Kazakhstan, pada 7-8 November lalu.(Dok.NPCI)

TIM Judo Tunanetra Indonesia meraih 2 medali emas dan 3 perunggu di ajang kejuaraan IBSA Judo Asian Championship di Astana, Kazakhstan, pada 7-8 November lalu.

Prestasi gemilang itu menempatkan skuad Merah Putih di posisi tiga besar klasemen perolehan medali. Indonesia berada di bawah tuan rumah Kazakhstan yang menyabet 7 emas, 3 perak dan 4 perunggu serta Iran dengan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Dua medali emas Indonesia disumbangkan oleh Dheny Marsyelina di kelas J1 -60 kilogram putri serta Roma Siska di kelas J1 +70 kilogram putri. Sementara itu, tiga medali perunggu disumbangkan oleh Junaedi dari kelas J1 -70 kilogram putra, Fajar Pambudi dari kelas J1 -95 kilogram putra serta Novia Larassati dari kelas J1 -52 kilogram putri.

Tak ketinggalan Rafli Ahnaf Shidqi juga berhasil menduduki peringkat lima saat turun di kelas J1 -50 kilogram putra. Pelatih tim judo tunanetra Indonesia, Lee Young Il memberikan pujian tinggi atas perjuangan keras para atlet, sehingga berhasil menembus tiga besar di kejuaraan bergengsi level Asia.

"Ini kejuaraan tidak mudah karena para atlet harus beradaptasi dengan cuaca ekstrim. Cuaca dingin di sini menyentuh minus sepuluh derajat," kata Lee Young Il, Selasa (11/11) sore.

Menurut dia, kunci keberhasilan ini karena para atlet sudah melakukan yang terbaik dan mempelajari perkembangan lawan saat mengikuti try out di dua kejuaraan sebelumnya.

Pelatih asal Korea ini menilai prestasi yang dicatatkan Roma Siska dkk. menjadi modal penting dalam mengejar tiket lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028. 

Lebih dari itu Lee juga melihat potensi Indonesia untuk lebih bisa bersaing dengan Kazakhstan dan Iran. "Peta kekuatan di Asia masih didominasi atlet dari negara Kazakhstan dan Iran," kata dia. 

Tim pelatih berharap Indonesia sebagai negara Asia Tenggara bisa ikut mendominasi kawasan Asia. 

Terpisah Dheny Marsyelina mengungkapkan rasa bahagianya bisa meraih gelar dalam keikutsertaan perdananya di ajang IBSA Judo Asian Championship.

"Pastinya di awal saya sempat merasa gugup, tetapi setelah saya bisa mengalahkan lawan di pertandingan pertama, di pertandingan selanjutnya saya lebih percaya diri," ucap Dheny.

Dheny mengakui wakil-wakil Kazakhstan masih menjadi lawan yang paling merepotkan. Ia lega karena bisa meraih kemenangan lagi setelah sebelumnya juga menang saat bertemu wakil Kazakhstan di Mesir. "Alhamdulillah semua bisa terlewati dengan baik dan saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Dheny.

Hal senada diungkapkan Roma Siska. Ia senang karena lawan terberat dari Kazakhstan di kelas J1 +70 kilogram putri bisa diatasi. "Kejuaraan di Kazakhstan bulan ini sangat memacu adrenalin," ungkap Roma Siska.

ASIAN Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, menjadi ajang penting dalam perebutan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Tim judo tunanetra Indonesia akan fokus penuh untuk mengumpulkan kepingan medali di ASEAN Para Games 2025 di Thailand. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya