Senin 24 Januari 2022, 19:15 WIB

Olahraga Diharapkan tidak Dicampuri Urusan Politik Tertentu

Mediaindonesia.com | Olahraga
Olahraga Diharapkan tidak Dicampuri Urusan Politik Tertentu

AFP/JADE GAO
Warga mengambil foto kembang api di Stadion Nasional Sarang Burung yang akan menjadi tempat pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2022.

 

KETUA Komisi X DPR RI, Syaiful Huda menegaskan bahwa semua kegiatan olahraga sebaiknya tidak dicampuri oleh politik tertentu agar tidak menodai semengat sportivitas. Termasuk Olimpiade Musim Dingin di Tiongkok. Menurut dia, sebaiknya penyelenggaraan olahraga jangan terlalu didominasi oleh kepentingan politik tertentu.

"Terkait dengan isu boikot Olimpiade Musim Dingin di Tiongkok oleh beberapa negara, saya kira semestinya ruang diplomasi politiknya perlu didorong, termasuk pemerintah Tiongkok agar penyenggaraan olahraga jangan terlalu didominasi oleh kepentingan politik tertentu," ujarnya Sabtu (22/1).

Baca juga: Beijing DIhantui Peningkatan Kasus Covod-19 Jelang Olimpiade ...

Secara pribadi ia mengaku belum tahu apakah  Indonesia akan mengirimkan atletnya ke multiajang tersebut. "Tapi mungkin nanti dikonfirmasi lagi dengan teman-teman di KOI, apakah mengirimkan atlet atau tidak ke acara tersebut," ujar anggota DPR yang membidangi Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah, ini.

Terlepas dari hal tersebut, menurutnya, sebaiknya perlu didorong untuk mencari titik temu terkait diplomasi politik pelaksanaan acara itu. Agar pelaksanaan ajang tersebut berlancar, sekaligus tidak memengaruhi hubungan diplomatik.

Dia menegaskan, warga dunia sangat mencintai olahraga.  Ini menjadi bagian dari tontonan warga dunia terlepas dari persoalan politik.

Sejauh ini Menpora Zainudin Amali belum memberikan pernyataan apapun. Belum diketahui bagaimana pendapatnya terhadap Olimpiade Wintet tersebut.

Sebelumnya diberitakan bahwa sejumlah negara memastikan tidak akan mengirimkan atlet  pada Olimpiade Musim Dingin Beijing yang dimulai pada 4 Februari mendatang.  Mereka beralasan, boikot itu sebagai bentuk protes atas pelanggaran hak asasi di Tiongkok terhadap sekitar satu juta orang Uighur yang ditahan di kamp-kamp.

Negara-negara yang sudah memastikan memboikot Olimpiade itu, di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Australia, Kanada, Denmark, Inggris, dan Jepang. Di sisi lain, Tiongkok menyatakan kemarahannya atas aksi boikot itu. Beijing bahkan bertekad untuk melakukan tindakan balasan yang tegas.

Tiongkok bahkan  memperingatkan negara-negara Barat bahwa mereka akan membayar mahal jika melakukan boikot diplomatik Olimpiade di Beijing 2022. "Penggunaan ajang Olimpiade oleh AS, Australia, Inggris, dan Kanada itu untuk manipulasi politik tidak populer dan mengasingkan diri. Mereka pasti akan membayar harga untuk kesalahan mereka," kata juru bicara kementerian luar negeri Wang Wenbin. (Ant/AFP/A-1)

 

Baca Juga

AFP/ANDREJ ISAKOVIC

Raih Pole Position, Leclerc Berpeluang Besar Juara Di GP Monaco

👤Widhoroso 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:20 WIB
PEMBALAP Ferrari, Charles Leclerc menjadi yang tercepat dalam kualifikasi balap Formula 1 GP Monaco, Sabtu...
JORGE GUERRERO / AFP

Fabio Di Giannantonio Rebut Pole Position di GP Italia

👤 Rifaldi Putra Irianto 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:05 WIB
Pembalap debutan Moto-GP, Fabio Di Giannantonio, berhasil mencatatkan waktu tercepat pada babak kualifikasi GP Italia, yang berlangsung di...
AFP

Formula E Jakarta Gaet Tujuh Sponsor Dalam Negeri

👤Widhoroso 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:55 WIB
PANITIA penyelenggara Formula E Jakarta menggaet tujuh sponsor dalam negeri untuk mendukung pelaksanaan ajang balap mobil listrik di Ancol,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya