Jumat 06 Agustus 2021, 05:35 WIB

Kilas Balik Karier Rossi di Dunia Balap

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Kilas Balik Karier Rossi di Dunia Balap

AFP/Filippo MONTEFORTE
Pembalap MotoGP Valentino Rossi

 

VALENTINO Rossi, Kamis (5/8), di Austria membulatkan tekad untuk menutup kariernya di MotoGP dalam 25 tahun terakhir ini setelah musim 2021 usai.

Ia menjadi satu-satunya pembalap yang telah memenangi gelar juara dunia di kelas 125cc, 250cc, 500cc, dan MotoGP.

Laman resmi MotoGP mencatat, karier pembalap Italia itu berawal pada 1996 saat ia berusia 17 tahun menempati posisi start ke-14 di Sepang, Malaysia.

Baca juga: Valentino Rossi Putuskan Gantung Helm

Mengendarai motor Aprilia RS125, Rossi finis enam besar dan menarik perhatian para penonton.

Ia memiliki rentetan penampilan impresif yang diikuti dengan podium perdana di GP Austria, dan pada akhirnya kemenangan pertamanya di GP Rep Ceko, dua pekan berselang.

Tahun berikutnya menjadi milik Rossi sepenuhnya, merebut gelar juara dunia kelas 125cc lewat 11 kemenangan dari 15 Grand Prix.

Aprilia memutuskan membawa Rossi naik kasta ke kelas 250cc namun ia yang saat itu berusia 19 tahun harus puas finis runner-up setelah kalah dari Loris Capirossi.

Pada 1999, Rossi membalaskan dendamnya, mengambil alih kejuaraan setelah kemenangan di GP Spanyol dan Italia, serta tujuh kemenangan lagi untuk merebut gelar dengan margin 48 poin dari pembalap Honda Tohru Ukawa.

Pada akhirnya, Rossi meloncat ke kelas premier di tahun berikutnya dan langsung menjadi perhatian saat ia mengendarai Honda NSR500.

Sebagai rookie, ia mencatatkan DNF di dua balapan pertamanya, namun tidak perlu waktu lama bagi Rossi untuk naik podium di kelas paling bergengsi itu, dengan yang pertama ia raih di Jerez.

Setelah menang di Donington Park, Inggris, Rossi menjadi salah satu penantang gelar tahun itu. Meskipun Rossi meraih kemenangan keduanya di Rio de Janeiro, gelar juara dunia jatuh ke tangan Kenny Roberts Jr.

Lima gelar beruntun

Pembalap kelahiran Urbino, Italia, 42 tahun silam itu mendominasi MotoGP ketika membalap untuk Honda dan kemudian Yamaha, meraih lima titel secara beruntun dari 2001 hingga 2005.

Pada 2001, ia memboyong titel pertamanya di kelas 500cc. Kemudian, di tahun keduanya berlaga di kelas premier, Rossi mengoleksi 11 kemenangan dari 16 balapan untuk mengalahkan rival terdekat Max Biaggi dengan margin 106 poin di saat era motor dua tak berakhir.

Saat debut Kejuaraan Dunia MotoGP, Rossi meneruskan dominasinya dan memenangi kejuaraan dengan jarak teramat jauh yaitu 140 poin dari rivalnya,

Tahun 2003 menyaksikan Rossi mempersembahkan titel terakhir untuk Honda sebelum pindah ke Yamaha, dan mengklaim dua gelar juara dunia berikutnya bersama pabrikan Iwata itu sebelum rentetan gelarnya dihentikan oleh Nicky Hayden pada 2006, saat Rossi hanya mampu finis peringkat tiga.

Kemudian, pada 2007, giliran Casey Stoner yang berjaya di atas motor Ducati.  

Tahun-tahun sulit

The Doctor kembali ke puncak kejuaraan pada 2008 dan 2009, dan kemudian menelan pil pahit setelah dikalahkan rekan satu timnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, pada 2010. Lalu, Rossi memutuskan pindah ke Ducati.

Setelah naik hanya tiga kali podium selama dua musim yang berat bersama tim pabrikan Italia itu, Rossi kembali ke Yamaha pada 2013 dan meraih kemenangan pertamanya sejak tiga tahun terakhir di Assen.

Menjadi runner-up kejuaraan pada 2014, Rossi kembali bertarung untuk gelar di tahun berikutnya namun kembali dikalahkan Lorenzo.

Pembalap bernomor 46 itu panen posisi pole, serta kemenangan dan finis podium pada 2016, namun ia kembali finis runner-up di akhir musim setelah kalah dari Marc Marquez untuk kedua kalinya.

Tahun 2017 menyaksikan kemenangan terakhir Rossi yaitu GP Belanda di Assen dan menunjukkan musim yang suit bagi The Doctor yang mengalami patah kaki sebelum GP San Marino.

Rossi menunjukkan semangat juangnya untuk kembali ke trek, tiga pekan kemudian, di Aragon, sebelum naik podium lagi setelah bertarung ketat dengan Marquez di Phillip Island.

Pada 2018, sang pembalap Italia bertahan dengan Yamaha dan finis tiga besar di kejuaraan, dengan dua podium ia raih di tahun berikutnya meski tanpa kemenangan dalam dua musim itu.

Terakhir kali Rossi berpesta dengan sampanye yaitu ketika ia finis peringkat tiga di Jerez pada awal musim 2020.

Tahun ini, Rossi berseragam tim Petronas Yamaha SRT, untuk pertama kalinya dalam 19 tahun terakhir membela tim satelit, dan tandem dengan anak didiknya di Akademi VR46 Franco Morbidelli.

Musim ini menjadi babak terakhir bagi kisah seorang Valentino Rossi sebagai seorang pebalap Grand Prix, namun tidak perlu waktu lama bagi publik untuk melihat ia di paddock lagi saat tim miliknya, VR46 meramaikan kelas premier menggunakan mesin Ducati pada tahun depan.

"Ini keputusan yang sulit tapi saya rasa pada akhirnya di semua olahraga, hasil membuat perbedaan. Pada akhirnya ini jalan yang terbaik," tegas Rossi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP

Guard Hornets Miles Bridges Diciduk Polisi Jelang Bursa Transfer NBA

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:30 WIB
TMZ sebelumnya melaporkan pada Rabu (29/6) malam bahwa Bridges terbelit kasus kejahatan kekerasan dalam rumah...
Antara

RI Targetkan Dua Kemenangan Fase Grup Piala FIBA Asia 

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:25 WIB
Dalam Piala FIBA Asia 2022, Indonesia masuk dalam grup A bersama dengan Arab Saudi, Yordania dan juara bertahan...
Antara

Apri/Fadia Sukses Lucuti Pola Permainan Matsuyama/Shida

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 30 Juni 2022, 19:32 WIB
Pada pertemuan perdana kedua pasangan, Apri/Fadia membungkam unggulan keenam hanya dengan dua gim langsung 21-16,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya