Senin 23 November 2020, 06:59 WIB

Kekecewaan Jadi Inspirasi Morbidelli Raih Runner-up MotoGP 2020

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Kekecewaan Jadi Inspirasi Morbidelli Raih Runner-up MotoGP 2020

AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA
Pembalap Petronas Yamaha SRT Fanco Morbidelli merayakan posisi ketiga di GP Portugal.

PEMBALAP tim satelit Petronas Yamaha Franco Morbidelli sukses membuktikan diri. Meski memakai motor Yamaha YZR-M1 yang memiliki spesifikasi lebih rendah, Morbidelli mampu meraih predikat runner-up kejuaraan dunia MotoGP tahun ini.

Setelah finis ketiga di belakang Miguel Oliveira dan Jack Miller di Grand Prix Portugal, Minggu (22/11), Morbidelli mengakhiri musim 2020 dengan koleksi 158 poin di peringkat dua klasemen, terpaut 17 poin dari Joan Mir dari tim Suzuki Ecstar yang mengunci gelar juara dunia di Grand Prix Valencia, pekan lalu.

Morbidelli, tahun ini, dipersenjatai paket motor M1 spek-A sedangkan rekan satu timnya, Fabio Quartararo, yang lebih diunggulkan, menggunakan spek pabrikan yang lebih tinggi seperti yang digunakan Maverick Vinales dan Valentino Rossi di tim Monster Energy Yamaha.

Baca juga: Oliveira Sebut Kemenangan di GP Portugal Spesial

Meski begitu, pembalap Italia itu mampu mengeksploitasi lebih baik paket motornya untuk finis lima kali di podium, termasuk tiga kemenangan musim ini, hingga mengantarkannya sebagai yang terbaik di antara pembalap Yamaha lainnya.

"Saya sangat senang dengan musim ini. Diawali bukan dengan cara terbaik ketika saya mengetahui bahwa saya akan mendapat paket yang berbeda dari para pembalap lainnya. Saya sedikit frustrasi dan itu tidak merasa baik," ungkap Morbidelli pascalomba seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Seakan menegaskan perbedaan motor dari rekan satu timnya, Quartararo bersinar di awal musim dengan menjuarai dua balapan pembuka di Jerez
sedangkan Morbidelli mengalami masalah mesin di balapan seri kedua.

Pembalap Italia itu baru merasakan podium pertamanya di MotoGP ketika finis runner-up di Rep Ceko yang menjadi seri ketiga musim ini.

Kemudian, jebolan akademi VR46 milik Valentino Rossi itu meraih kemenangan perdananya di kelas premier setelah tampil dominan di Grand Prix San Marino.

Morbidelli, setelah kemenangan pertamanya itu, sempat mengatakan ia sadar sebagai pembalap tim satelit memiliki peluang tidak sebesar pembalap yang mendapat dukungan penuh dari pabrikan dalam perebutan gelar juara dunia dan hanya ingin tampil terbaik di setiap balapan.

Namun, di musim yang serba tidak bisa diduga tahun ini, ditambah bayang-bayang pandemi covid-19, kejutan hadir hingga akhir tahun.

Dan benar saja, Quartararo yang diunggulkan di awal tahun, bahkan dijagokan menjadi juara dunia oleh Marc Marquez yang melewatkan musim ini karena cedera, didera penampilan tidak konsisten dan bahkan tergeser dari pucuk pimpinan klasemen oleh Mir di GP Aragon.

Justru Morbidelli semakin moncer, meraih dua kemenangan lagi di GP Teruel dan GP Valencia.

"Kami mampu menempatkan semua kemarahan dan frustrasi itu ke jalur yang tepat dan kami bekerja keras di gym, di rumah, serta kru tim
bekerja keras dengan Ramon (Forcada/engineer) untuk mengeluarkan potensi maksimal dari paket kami," kata Morbidelli.

"Itulah kenapa kami melihat kami bisa bekerja lebih baik dan kami mampu mengeksploitasi lebih kemampuan motor ini khususnya di balapan beruntun."

"Di balapan kedua, kami selalu super kuat dan kami selalu mampu memahami dengan baik apa yang kami perlukan dengan motor ini dan
menempatkannya di trek."

"Jadi, selamat untuk tim dan untuk Ramon juga untuk Yamaha karena paket yang mereka berikan kepada saya tetap paket yang luar biasa dan tetap memberi saya kesempatan bertarung untuk posisi yang saya ingin pertarungkan."

"Saya harus bilang bahwa situasi covid-19 ini membantu saya untuk lebih serius dan konsentrasi di rumah dan lebih menghargai tugas saya dan itulah kunci dari tahun yang luar biasa ini," lanjutnya.

Tim Petronas Yamaha mengakhiri musim sebagai runner-up klasemen setelah Suzuki Ecstar sekaligus sebagai tim independen terbaik.

Morbidelli pun memiliki bekal kuat untuk memulai musim baru tahun depan ketika ia akan dipasangkan dengan mentornya, Valentino Rossi, yang bertukar bangku dengan Quartararo. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/Gregory Shamus/Getty Images

Alonso Dijadwalkan Ikut Sesi Tes Akhir Musim F1 di Abu Dhabi

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Jumat 04 Desember 2020, 09:39 WIB
Turunnya Alonso pada sebagai pembalap penguji, dinilai Renault sebagai kesempatan bagi pembalap senior itu untuk menjajal mobil mereka...
AFP/HAMAD I MOHAMMED

Kembali ke Paddock, Grosjean Bertemu Para Penyelamatnya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 04 Desember 2020, 08:32 WIB
Pembalap Prancis, yang mobilnya terbelah dua dan terbakar ketika mengalami kecelakaan di lap pertama, datang ke paddock tim Haas besama...
AFP/LLUIS GENE

Proses Pemulihan Lamban, Marquez Kembali Naik Meja Operasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 04 Desember 2020, 08:24 WIB
Operasi itu dilakukan oleh tim dokter untuk mengganti pelat yang sebelumnya terpasang dengan pelat baru dengan tambahan cangkok tulang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya