Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Merebut Supremasi di Sektor Bulu Tangkis

MI
07/11/2020 02:35
Merebut Supremasi di Sektor Bulu Tangkis
Agung Firman Ketua Umum PBSI(MI/M Irfan )

PEMILIHAN Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2020-2024 akhirnya rampung. Agung Firman Sampurna
yang merupakan calon tunggal melenggang mulus menjadi ketua umum baru dalam Musyawarah Nasional PBSI yang berlangsung di Banten, kemarin.

Agung Firman yang juga merupakan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan didukung 29 pengprov. Sementara itu, suara lima pengprov  dianggap gugur lantaran adanya dukungan ganda.

Setelah resmi menggantikan Wiranto yang menjabat ketua umum selama empat tahun sejak 2016, Agung Firman mengatakan dirinya punya mimpi untuk mengembangkan bulu tangkis nasional.

Salah satu visinya ialah membangun kerja sama dengan pihak swasta dalam membangun sports industry untuk kemandirian bulu tangkis nasional.

Lantas, apa langkah konkret yang akan dilakukan Agung dalam kepemimpinannya? Berikut wawancara wartawan Media Indonesia Yakub Pryatama Wijayaatmaja bersama Agung Firman.

Sebagai Ketua Umum PBSI yang baru, bagaimana target PBSI di masa depan?
Kita ingin merebut kembali supremasi Indonesia di bidang bulu tangkis. Ini bukan mainmain. Artinya kita ingin apa yang sudah lepas dari 1994 (juara Piala Thomas dan Uber). Itu targetnya.

Poin terpenting untuk memperbaiki prestasi bulu tangkis Tanah Air?
Kita buat organisasi jadi lebih akuntabel, transparan, dan akomodatif serta lebih mendorong kesempatan bagi atletatlet baru yang berprestasi. Lalu, membuka seluas-luasnya mereka yang ingin bermitra dengan PBSI. Ini gambaran penting, tapi sekarang sedang pandemi covid-19. Kalau tidak, program corporate branding itu sudah banyak yang menawarkan sejauh ini.

Soal corporate branding itu seperti apa?
Setiap perusahaan besar punya program pemasaran. Nah, di situ mereka menggunakan event olahraga yang punya daya tarik besar. Mereka akan sponsor di baju, di backdrop, dan di mana-mana. Itu yang saya sebut kerja sama dengan corporate branding. Saya pikir itu akan jalan, ya, kalau ada kepercayaan.

Potensi meraih sponsor itu besar, tapi sejauh ini kita mayoritas dikuasai swasta. Bagaimana di masa depan?
Jadi, keterlibatan BUMN nanti kita buatkan. Mereka tak sekadar charity, juga akan corporate branding, tapi ini bisa laku kalau kita punya prestasi yang bagus. Tidak bisa kalau tidak ada prestasinya bisa kita jual. Kita punya potensi untuk itu.

Tantangan Anda dan PBSI dalam waktu dekat adalah Olimpiade. Bagaimana persiapannya?
Saya berdoa mudah-mudahan Olimpiade 2021 betul-betul jadi dilangsungkan. Kami punya program latihan. Kami akan kombinasikan dengan apa yang kami sebut dengan pelatnas desentralisasi, pelanpelan sehingga anggaran tidak terlalu besar, tapi bisa menjaring atlet-atlet terbaik di pelbagai daerah. (R-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya