Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Munas PBSI dengan Protokol Kesehatan Ketat

MI
05/11/2020 00:25
Munas PBSI dengan Protokol Kesehatan Ketat
(medcom.id)

MUSYAWARAH Nasional (Munas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2020 di JHL Hotel, Serpong, Tangerang, Banten, pada 5-6 November 2020, memberlakukan protokol kesehatan ketat.

Wakil Ketua Pelaksana Munas PBSI 2020 Sudarto, kemarin, menjelaskan bahwa pengurus dari 34 provinsi hanya diperbolehkan mengirim dua peserta. “Kemudian, untuk protokol kesehatan kami sudah bekerja sama dengan hotel dan sudah koordinasi dengan gugus tugas di sini,” ujarnya.

Sudarto pun mengaku telah mendatangi polsek dan polres terkait dengan perizinan. Sebelum mendatangi Munas PBSI 2020, peserta juga diwajibkan untuk tes usap (swab test) yang telah disediakan panitia.

“Sekarang sudah swab test. Hasilnya langsung keluar dalam 8 jam seusai tes,” papar Sudarto yang menyatakan selama munas juga diterapkan jaga jarak, cek suhu, serta peserta diberikan hand sanitizer.

Adapun acara Munas PBSI 2020 kali ini hanya diikuti peserta dan panitia terkait. Untuk media ataupun peninjau, terang Sudarto, akan difasilitasi melalui aplikasi Zoom

Terkait dengan agenda utama munas, yakni pemilihan ketua umum masa jabatan 2020-2024, pengamat bulu tangkis Indonesia Broto Happy Wondomisnowo melihat kemungkinan dilakukan secara aklamasi. Kandidat kuat ialah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Agung Firman
Sampurna yang mendapat dukungan 29 suara dari 32 pengurus provinsi yang memiliki hak suara.

Di sisi lain, Broto mengingatkan tugas berat sudah menanti sang ketua PBSI pada 2021. Selain padat agenda kejuaraan, ada juga agenda besar, seperti Olimpiade Tokyo untuk mempertahankan tradisi emas bulu tangkis, kejuaraan beregu Piala Thomas dan Uber, dan kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman.

“Dapat disimpulkan tahun depan akan sangat sibuk dan tantangannya sangat berat. Oleh sebab itu, formasi organisasinya harus cepat dibentuk, diharapkan sebelum Desember, mengingat Januari sudah harus tancap gas,” pungkas Broto. (Ykb/Dro/R-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya