Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PEMBALAP Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales merasa pesimistis dapat mengungguli pembalap Suzuki Joan Mir untuk merebutkan gelar juara dunia Moto-GP 2020.
Vinales saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara berjarak 19 poin dari Joan Mir yang menempati puncak klasemen.
Setelah absennya Marc Marquez, sang juara dunia bertahan, pada hampir seluruh balapan di musim 2020 akibat cedera patah tulang lengan bagian kanan, Vinales sejatinya menjadi favorit untuk mengambil alih gelar juara dunia. Pasalnya, pembalap Spanyol berusia 25 tahun itu menduduki posisi ketiga pada Moto-GP 2019.
Namun, Vinales kalah konsisten dengan Mir yang hingga tiga seri tersisa belum sekalipun naik podium pertama alias juara seri. “Tidak mungkin bertarung dengan Suzuki untuk memenangi gelar. Motor kami saat ini bukan tunggangan terbaik,” jelas Vinales yang menggunakan motor spesifikasi pabrik 2019 dan 2020. (Crash/Rif/R-2)
Bagi Pol Espargaro, kesempatan ini sekaligus menjadi ujian berbeda setelah sebelumnya menjalani serangkaian tes di Balaton Park.
Marquez unggul cukup meyakinkan atas Maverick Vinales.
Marco Bezzecchi dan Maverick Vinales menjadi yang tercepat di hari pertama seri kesembilan MotoGP 2025 di GP Italia di Sirkuit Mugello, Jumat (20/6).
PEMBALAP Maverick Vinales terus berproses dengan memberikan kepercayaan kepada timnya saat ini.
Bastianini dan Vinales adalah rekrutan baru keluarga KTM, tetapi mereka membawa banyak pengalaman, pengetahuan, dan potensi ke dalam tim.
Maverick Vinales merupakan pembalap pertama di era modern MotoGP yang menang bersama tiga pabrikan berbeda, yaitu Suzuki, Yamaha, dan Aprilia.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved