Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS nomor satu dunia Novak Djokovic mengungkapkan ambisinya mendekati rekor 20 gelar Grand Slam milik Roger Federer menjadi salah satu alasan baginya untuk terbang ke New York dan tampil di Amerika Serikat (AS) Terbuka meski ada ancaman pandemi covid-19.
Djokovic mengaku tidak ingin melewatkan kesempatan merebut gelar AS Terbuka terlebih Federer tidak akan berpartisipasi di Flushing Meadows
tahun ini karena masih dalam masa pemulihan pascaoperasi lutut.
Peluang Djokovic memperoleh gelar Grand Slam ke-18-nya di AS Terbuka pun tampaknya semakin besar karena petenis nomor dua dunia sekaligus sang juara bertahan Rafael Nadal memutuskan mundur lantaran khawatir dengan penyebaran covid-19 di AS.
Baca juga: Dua Petenis Dicoret dari Western dan Southern Terbuka
"Saya tidak bisa bilang itu menjadi alasan utama saya berada di sini, tapi itu salah satunya," kata Djokovic kepada The New York Times, Kamis (20/8).
"Saya harus memikirkan diri sendiri dan kesehatan saya, juga mempertimbangkan kondisi apakah tim saya juga akan baik-baik saja di sini. Saya juga sebagai petenis top merasa bertanggung jawab berada di sini agar olahraga kami bisa terus berjalan."
"Saya ingin bermain. Itulah kenapa saya di sini. Saya pribadi tidak begitu takut berada di situasi yang berisiko dan mengancam kesehatan saya. Jika saya merasa demikian, saya tidak akan mungkin ada di sini," lanjut petenis Serbia itu.
Djokovic sempat menjadi sasaran kritik ketika mengadakan turnamen eksebisi Adria Tour di Serbia dan Kroasia, Juni lalu, yang membuat sejumlah petenis dan staf, termasuk dirinya, terinfeksi covid-19.
"Saya tidak merasa telah melakukan hal buruk. Tapi saya merasa kasihan dengan orang-orang yang terinfeksi," tutur petenis 33 tahun itu.
Sebelum berlaga di AS Terbuka, Djokovic akan terlebih dahulu bermain di Western & Southern Open yang merupakan turnamen pemanasan sebelum AS Terbuka dimulai pada 31 Agustus. (Ant/OL-1)
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved