Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ATLET pencak silat Suci Wulandari sukses merebut medali emas kelas tanding (45-50 kg) SEA Games 2019 yang berlangsung di Subic Bay Exhibition Center, Filipina, Kamis (5/12/2019). Hasil ini membuat tim pencak silat Indonesia tersenyum karena emas mulai mengalir. Pada nomor tanding ini Suci menang dengan cukup meyakinkan karena menang TKO (5-0) atas pesilat Thailand, Duromae Firdao. Dengan demikian, Suci menyumbangkan emas kedua pencak silat bagi kontingen Indonesia pada kejuaraan dua tahunan itu.
Namun sayang, awal manis Suci Wulandari tidak diikuti oleh Mustakim Khoirudin yang turun di kelas A (45-55 kg) karena harus menyerah dari pesilat Thailand, Thamkaeo Nitia setelah menang angka dengan skor 4-0. Mustakim harus puas dengan medali perak. Pencak silat awalnya memang diharapkan menjadi lumbung emas bagi kontingen Indonesia. Namun, realisasi di lapangan berbeda. Tiga nomor seni putra yang diharapkan mampu menyumbang emas ternyata tidak sesuai harapan.
Pesilat andalan Indonesia, Dino Bima Sulistianto yang turun pada nomor seni tunggal putra hanya meraih perunggu 460 poin. Medali emas direbut pesilat tuan rumah Filifina, Eemar Taucel dengan nilai 470 dan perak direbut pesilat Singapura dengan 461 poin.
"Tuan rumah terlalu berambisi menjadi juara sehingga merugikan Indonesia. Pelatih pun menilai penampilan pesilat tuan rumah kurang," kata Dino Bima dalam keterangan resmi.
baca juga: Beatrice/Jessy Lolos ke Semifinal SEA Games 2019
Kegagalan juga dialami tim beregu Indonesia yang beranggotakan Trio Nunu, Anggi dan Asep pada nomor seni beregu putra. Begitu juga dengan pasangan Dedi Setiadi dan Agung Falatehan pada nomor ganda putra. (OL-3)
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mengakhiri kiprahnya di SEA Games 2025 dengan merebut emas nomor tanding putra kelas C 55-60 kg.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
PB IPSI tidak membebani para atlet dengan target medali di ISG kali ini.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Pembukaan PON Bela Diri 2025 disemarakkan dua pesilat kawakan Indonesia yang juga dikenal di panggung internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved