Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PELARI nasional asal Jawa Timur Joko Kuncoro Adi mengaku masih lemah saat melakukan awalan (start block) dalam persiapannya untuk bisa lolos ke SEA Games 2019 di Filipina.
"Start block saya masih lelet banget emang. Kalau latihan sama teman-teman se-pelatnas saya pasti paling lama keluar," kata Joko saat ditemui di Stadion Madya GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9).
Joko juga mengakui catatan waktunya masih belum sesuai dengan target pelatnas. Namun, setidaknya dia bisa memperbaiki catatan waktunya dari 10,76 detik saat di Singapura pada Maret lalu menjadi 10,66 detik saat Kejurnas Atletik 2019 di Bogor.
Joko yang menjadi satu-satunya atlet pelatnas senior yang tampil di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2019 pun harus gagal mempertajam catatan waktunya pada nomor lari 100 meter putra.
Baca juga: Pelatnas Boling Tinggal Jaga Fokus Jelang SEA Games 2019
Menurut Joko, hal itu tidak lepas dari kemampuannya untuk bisa melesat cepat saat start block.
"Padahal saya sering nambah-nambah kayak ayunan tangan, keluar reaksi, tapi ya masih lelet aja," tuturnya.
Pada Pomnas 2019, Joko berada di posisi ketiga dengan catatan waktu 10,73 detik, berada di bawah catatan waktu rekannya sesama pelatnas, Sudirman Hadi, yang mencetak waktu 10,50 detik.
Padahal pria berusia 21 tahun itu bertekad mempertajam catatan waktu terbaiknya di nomor 100 meter dari 10,6 detik menjadi 10,4 detik agar bisa turun di SEA Games 2019 nanti.
Dengan demikian, Joko yang gagal mempertajam catatan waktunya sendiri itu pun belum bisa memastikan apakah dirinya akan diturunkan pada SEA Games 2019, karena harus bersaing ketat dengan atlet pelatnas lainnya.
"Bismillah aja. Soalnya ada atlet lain juga yang bagus-bagus seperti Eko Rimbawan, Bayu (Kertanegara), (Muhammad Abina) Bisma, Adith Rico dan Rici (Pradana), Adi Ramli," kata Joko. (OL-2)
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved