Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Kudus, Jawa Tengah, yang identik dengan bulu tangkis, pagi ini bakal riuh dengan gelaran Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 (TKRM). Perhelatan olahraga bergengsi berformat sport tourism untuk mendongkrak sisi pariwisata dan ekonomi kreatif warga sekitar itu bakal dijejali 6.000 peserta dari seluruh penjuru Indonesia.
Lomba lari itu mengambil start dan finis di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus atau tepat di depan pendapa Kabupaten Kudus. Lima ka-tegori dilombakan, yaitu relay maraton, half maraton, 10K, 5K, serta kids fun run untuk anak-anak. Untuk relay marathon disebutkan diikuti 400 pelari. Di nomor itu setiap tim terdiri atas empat orang dan setiap individu bakal menempuh jarak 10 kilometer lebih. Diharapkan setiap tim bisa menyelesaikan lomba tidak lebih dari 6 jam atau setiap pelari menyelesaikan dengan 90 menit. Penyelenggara bakal memilih satu tim terbaik untuk dikirim ke lomba maraton di Singapura.
Soal jumlah peserta, Chief People Officer Tiket.com Dudi Arisandi, kemarin, mengatakan sebenarnya ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 5.500 pelari. Itu menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada penyelenggaraan TKRM yang memasuki tahun kedua.
Dudi mengungkapkan pula, TKRM kali ini juga dimeriahkan keikutsertaan para le-genda bulu tangkis Indonesia. Nama-nama seperti Liem Swie King, Hastomo Arbi, Christian Hadinata, Lius Pongoh, Edy Hartono, Denny Kantono, Kartono, serta Ivana Lie akan ikut memeriahkan. "Liliyana Nastir yang baru saja pensiun juga bakal ikut berlari di nomor 5K," jelas Dudi.
Liem Swie King sebagai putra daerah sangat senang dengan digelarnya TKRM yang kian mengenalkan Kota Kudus. "Saya harap kegiatan yang bermanfaat ini terus berlanjut," jelas pemain yang di masa keemasannya dikenal dengan 'King smash'-nya itu.
Butet, sapaan Liliyana, juga menyatakan mendukung pe-nuh TKRM.
"Ini kegiatan yang mengenalkan Kota Kudus. Selain bulu tangkis, Kudus punya budaya dan kuliner yang layak dikenal," jelasnya. (Agt/R-3)
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Dua pelari Siksorogo Lawu Ultra meninggal di jalur ekstrem Gunung Lawu. Cuaca buruk dan medan berat sempat menghambat proses evakuasi, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kematian
Dua pelari asal Karanganyar meninggal akibat serangan jantung saat mengikuti ajang lari ekstrem Siksorogo Lawu Utara 2025 di Tawangmangu. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden.
Dua pelari asal Karanganyar meninggal dunia saat mengikuti lomba Siksorogo Lawu Ultra 2025 akibat serangan jantung di kilometer 8 dan 12.
Ribuan Peserta Ramaikan Kompetisi Lari Indofood UI Ultra 2025
Sepatu yang dipakai pada saat latihanlah yang harus dipakai ketika hari H lomba lari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved