Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Jojo Akui Sulit Kalahkan Momota

Despian Nurhidayat
28/7/2019 13:59
Jojo Akui Sulit Kalahkan Momota
Jonatan Christie(ANTARA/Humas PP PBSI-Widya)

JONATAN Christie gagal memboyong juara Jepang Terbuka 2019 setelah ia kandas dari pemain nomor satu dunia, Kento Momota dengan skor 16-21 dan 21-13, Minggu (28/7).

Jonatan mengakui bertanding melawan Momota tidaklah mudah. Dia pun melihat Momota memang sangat berusaha keras untuk memenangkan laga di negaranya sendiri. Jonatan pun sempat melihat Momota menangis sembari memberikan pernyataan mengenai kemenangannya.

"Di babak awal, saya sudah siap main siap capek dan nggak mudah mematikan lawan. Tapi pertandingan ini sangat membuat dia emosional. Dia memberi pernyataan setelah bertanding sambil menangis, mungkin dia benar-benar mempersiapkan diri lebih baik dari saya," ungkap Jonatan dilansir dari siaran pers PBSI.

Meski kalah, pria yang akrab disapa Jojo itu mengatakan ia cukup puas dengan penampilannya di Jepang Terbuka 2019. Dia hanya kurang puas dengan hasil di babak final ini.

"Saya cukup puas dengan penampilan saya di turnamen ini, hanya hari ini saja yang saya nggak puas karena saya tidak bisa mengontrol permainan saya. Saya banyak kesalahan sendiri dan kurang sabar meladeni permainan Momota," lanjutnya.

Baca juga: Jojo Kalah dari Momota di Final Jepang Terbuka

Selain itu, Jonatan menambahkan keunggulan Momota berada di dua sisi yakni defense dan serangan yang sangat baik. Momota juga memiliki kesabaran yang baik dan juga sangat teliti.

Jonatan merasa kurang bisa mengimbangi permainan Momota. Jonatan pun menyampaikan evaluasi yang disampaikan pelatih kepadanya.

"Banyak catatan dari penampilan saya hari ini, terutama saya harus lebih ulet dan lebih sabar, lebih fokus bagaimana caranya pertahanan dan serangannya diperbaiki lagi" tambah Jonatan.

Jelang Olimpiade 2020, Jonatan menyampaikan dia akan berusaha sebaik mungkin lolos ke Olimpiade. Jonatan yang memang belum pernah bermain di Olimpiade sebelumnya mengatakan dia mendapatkan banyak saran dari para pemain senior.

"Saya belum pernah main di Olimpiade. Menurut senior-senior saya, pressure-nya lebih besar, tidak sama dengan turnamen world tour. Yang pertama dijaga itu dari pikirannya, pastinya bagaimana caranya menikmati permainan," tutup Jonatan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya