Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETATNYA persaingan sudah terlihat sejak ronde pertama Indonesia Terbuka 2019 yang berlangsung kemarin di Istora, Senayan, Jakarta. Para wakil Indonesia beradu strategi dengan lawan demi bisa merebut tiket masuk babak kedua.
Mereka yang berhasil menerapkan taktiknya dengan baik, antara lain dua pemain tunggal putra Indonesia, yakni Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.
Anthony, yang menang 20-22, 23-21, dan 21-18 dari Lu Guangzu mengatakan bahwa sudah mempelajari pola permainan wakil Tiongkok itu sehingga bisa menang walau harus bermain tiga gim.
"Saya sudah mewaspadai lawan, dia beberapa kali mengalahkan Tommy (Sugiarto). Dengan dikirim Tiongkok ke turnamen besar seperti ini, berarti ada yang spesial dari dia," ujar Anthony.
"Dari awal sudah ketat, tapi saya kurang bisa memanfaatkan kesempatan di gim pertama. Pada gim kedua, saya sempat memimpin dan harus setting juga," sambungnya.
Di babak kedua, Anthony akan berhadapan dengan Kantaphon Wangcharoen dari Thailand. Anthony menilai Wangcharoen sebagai pekerja keras dan selalu mengejar bola ke mana pun arahnya. Anthony akan mempersiapkan diri untuk tidak buru-buru mematikan lawan di babak kedua.
Sementara itu, Jonatan mengaku hanya berusaha bermain tidak terburu-buru agar tidak kecolongan poin ketika melawan wakil Denmark Rasmus Gemke. Jonatan yang menang 21-17 dan 24-22, juga tak ingin bermain hingga gim ketiga seperti Anthony karena itu akan menguras tenaganya. Selain itu, dikhawatirkan Gemke menjadi percaya diri.
Selain Anthony dan Jonathan, wakil Indonesia yang lolos dari babak pertama, ialah Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Nadya Melati/Tiara Rosalia Nuraidah dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), serta Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra).
Tersingkir di awal
Meski mendapat dukungan penuh secara langsung dari publik sendiri, beberapa wakil Indonesia rupanya belum bisa memanfaatkannya dengan baik. Pemain di sektor tunggal dan ganda putri, ganda putra, serta ganda campuran sudah angkat koper lebih awal.
Ruselli Hartawan yang turun di nomor tunggal putri jadi pemain Indonesia yang lebih dulu tersingkir. Dia ditaklukkan Ratchanok Intanon, unggulan ketujuh asal Thailand.
Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto dari nomor ganda putri juga bernasib sama dengan Ruselli. Mereka takluk dari Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean, wakil asal Malaysia.
Namun, yang cukup mengejutkan, ialah kalahnya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Berry Angriawan/Hardianto. Praveen/Melati merupakan unggulan ketujuh di ganda campuran, tapi kalah dari pasangan nonunggulan asal Jerman Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich.
Sementara itu, Berry/Hardianto, menyerah dari pasangan ganda putra Choi Solgyu/Seo Seung Jae, wakil Korea Selatan. Para pemain ganda putra seperti diketahui diandalkan untuk bisa meraih medali di Indonesia Terbuka. (R-3
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved