Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CABANG olahraga angkat besi Indonesia terus bergerilya mengincar tiket olimpiade. Teranyar, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) bakal mengirim atlet ke kejuaraan dunia angkat besi di Pattaya, Thailand, 16-27 September mendatang.
Kejuaraan itu disebut-sebut sebagai batu loncatan utama atlet jika ingin tampil di kompetisi tertinggi sekelas Olimpiade 2020 di Tokyo.
"Itu bisa dibilang buat ambil tiket kualifikasi (Olimpiade) hidup mati. Harus bisa dapat," kata Kepala Pelatih Pelatnas Angkat Besi, Dirja Wihardja, saat ditemui di Jakarta, Rabu (12/6).
Ia mengatakan, pada kejuaraan itu, para atlet harus mampu melampaui target angkat beban seberat minimal 325kg untuk satu tiket Olimpiade di kelas 67kg.
Menurutnya, angka itu merupakan hal mudah, mengingat beberapa atlet Indonesia pernah mencapai catatan yang lebih tinggi.
"Triatno saat pelatnas Asian Games sudah pernah (mengangkat) 340kg. Nah kami kembalikan lagi (angka itu) di sisa waktu ini," ujarnya.
Baca juga: Eko Yuli Naik Podium di Kejuraan Angkat Besi Asia
Ia percaya Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan bisa merebut tiket di kejuaraan dunia tersebut.
Khusus untuk Eko, ia optimistis peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 itu dapat mengamankan satu tempat di Olimpiade dengan bekal latihan dan kompetisi nasional sebelum kejuaraan dunia.
Terkait kompetisi nasional yakni Pra-PON, Dirja tidak mengkhawatirkan kondisi pemain yang harus membela daerah masing-masing.
Menurutnya, penyelenggaraan Pra-PON yang berlokasi di Bandung tidak mengharuskan para atlet untuk pulang ke daerah masing-masing.
"Ada Pra-PON Agustus di Bandung. Mereka akan berangkat dari sini (Jakarta) dan kembali lagi," terangnya. (Medcom/OL-2)
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Prabowo juga memberikan nasihat kepada lifter nasional Rizki Juniansyah yang baru saja menerima bonus sebesar Rp1 miliar dan kenaikan pangkat dua tingkat lebih tinggi.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Emas yang diraih oleh Rizki menjadi kontribusi penting bagi kontingen Indonesia.
SATU keping medali perak menutup perjuangan tim angkat besi Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand.
Emas ini menjadi yang keempat bagi Rahmat sepanjang keikutsertaannya di SEA Games sekaligus emas pertamanya di kelas 88 kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved