Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Tiongkok kembali merebut gelar juara kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman 2019. Pada babak final yang berlangsung di Nanning, Tiongkok, tim ‘Negeri Tirai Bambu’ membungkam pasukan Jepang dengan skor 3-0.
Pada Piala Sudirman 2017, Tiongkok hanya menjadi runner-up. Saat itu, Korea Selatan mampu menghentikan dominasi Tiongkok dengan mengalahkan mereka 3-2. Tim ‘Negeri Ginseng’ pun mengoleksi gelar juara Piala Sudirman untuk keempat kalinya.
Di sisi lain, dengan kembali merebut juara Piala Sudirman 2019, Tiongkok telah mengoleksi 11 gelar juara Piala Sudirman sejak digelar pertama kali pada 1989.
Sebaliknya dengan menjadi finalis Piala Sudirman 2019, Jepang telah menembus babak dua besar sebanyak dua kali. Final pertama Jepang adalah pada 2015. Saat itu, Jepang ditundukkan Tiongkok dengan kedudukan 3-0.
Pertemuan Tiongkok versus Jepang di final Piala Sudirman 2019 merupakan pengulangan final 2015. Bahkan hasil babak final kali ini pun tidak berbeda dengan 2015, tim Jepang juga ditaklukkan dengan kedudukan 3-0.
Poin pertama tim Tiongkok disumbang pasangan ganda putra Li Junhui/Liu Yuchen. Ganda putra nomor dua dunia yang juga juara Malaysia Terbuka 2019 tersebut mengalahkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 21-18 dan 21-10 dalam 54 menit.
Dengan kemenangan di nomor ganda putra, Tiongkok pun unggul 1-0 atas Jepang. Pada nomor kedua, pemain tunggal putri nomor empat dunia Akane Yamaguchi diharapkan bisa meraih poin bagi tim Jepang.
Pemain putri terbaik Jepang itu ternyata gagal menyumbang poin. Kendati sempat unggul di gim pertama, Yamaguchi harus mengakui ketangguhan pemain Tiongkok Chen Yufei dengan skor 21-17, 16-21, dan 17-21 dalam waktu 1 jam 21 menit.
Dari dua partai yang dipertandingkan, Jepang telah ketinggalan 0-2. Pada laga ketiga yang memainkan sektor tunggal putra, tim ‘Samurai’ mengandalkan pemain nomor satu dunia Kento Momota.
Namun, Momota yang tahun ini meraih tiga gelar juara Jerman Terbuka, All England, dan Singapura Terbuka juga gagal menyumbang poin bagi tim Jepang. Momota dikalahkan pemain nomor dua dunia Shi Yuqi, yang juga peraih gelar Swiss Terbuka 2019 dengan rubber-game 21-15, 5-21, dan 11-21 dalam waktu 1 jam 9 menit.
Laga sangat alot
“Ini laga kedua yang paling alot,” ucap Shi Yuqi yang menjadi penentu kemenangan tim Tiongkok meraih gelar Piala Sudirman 2019.
“Keunggulan yang diraih dengan mengubah permainan berkali-kali sehingga saya dapat meraih kemenangan. Pada akhirnya saya dapat mengatasi tekanan,” papar pemain berusia 23 tahun tahun itu. Dengan torehan prestasinya tersebut, Shi juga telah siap untuk menggantikan dua pemain seniornya, yakni Lin Dan dan Chen Long, yang berencana gantung raket. (AFP/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved