Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sukses memetik kemenangan 4-1 atas Inggris pada pertandingan pertama babak penyisihan Grup B Piala Sudirman, Minggu (19/5) lalu, tim Indonesia akan melanjutkan perjuangannya besok (Rabu, 22/5) dengan melawan Denmark. Ketimbang Inggris, Denmark tentu saja lebih kuat.
Itu sebabnya pemain Indonesia diingatkan untuk menjaga kondisi. Manajer tim Indonesia Susy Susanti mengaku, sejak Senin hingga Selasa para atlet diberikan waktu istirahat yang cukup. Meski begitu, mereka tentu saja tetap menjalani latihan.
"Yang pasti jaga kondisi karena udara di sini terik sekali, jangan sampai ada yang sakit, dari luar ke dalam ruangan perbedaannya jauh banget, di hotel dingin sekali," kata Susy.
"Mungkin karena sangat panas, maunya minum es, jangan sampai radang tenggorok atau dehidrasi," lanjutnya.
Secara umum, Susy menyebut para pemain sudah siap tempur. Itu sebabnya mereka hanya berlatih ringan.
"Kami selalu siapkan dan ingatkan para atlet untuk latihan, adaptasi, dan akurasi pukulan disiapkan saja," ungkapnya.
"Ini kan bukan pertama kalinya kami ketemu dengan Denmark," lanjut Susy.
Pertemuan Indonesia dan Denmark memang sudah beberapa kali terjadi. Poin Indonesia pun diunggulkan.
Soal nama-nama pemain yang akan diturunkan nanti, Susy mengaku belum bisa membeberkan. Pasalnya, hal itu tergantung kondisi dan kesiapan pemain. Ditambah lagi dengan head to head mereka.
"Kami akan lihat siapa yang akan turun dari kondisi pemainnya, head to head dan peluangnya seperti apa. Yang pasti kita tetap optimistis."
Masih kecewa
Menyoal kegagalan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memberikan kemenangan, Susy meminta untuk tidak membesar-besarkannya. Pasalnya, dalam pertandingan menang atau kalah ialah sesuatu yang bisa terjadi.
Lagi pula dengan menyoroti kekalahan itu dikhawatirkan bisa memengaruhi mental pemain. Kita harus positif terus, bahwa dengan kekalahan tadi kita bisa ada evaluasi apa yang kurang, apa yang harus dibenahi," ujar Susy.
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tidak mampu mengatasi Chris Adcock/Gabrielle Adcock. Mereka kalah dua gim langsung dengan skor 17-21, 18-21.
Kontras dengan Susy, pelatih ganda campuran Richard Mainaky masih kecewa dengan kekalahan itu. Ia juga mengatakan Chris Adcock/Gabrielle Adcock tidak sportif.
"Sebenarnya dari pengumpulan poin kami selalu unggul. Cuma pemain saya sering terganggu dengan ulah lawan yang membuat pemain saya seperti salah dan akibatnya permainan mereka terganggu," kata Richard.
"Saya tidak tahu apakah pemain kami yang tidak sadar atau wasitnya yang memang tidak paham. Yang jelas itu posisinya lagi enak, unggul, tapi karena ulah-ulah yang tidak sportif itu kan jadi mengganggu," tegasnya.
Terlepas dari hal nonteknis itu, Richard juga mengatakan bahwa Praveen/Melati sempat lengah saat sudah memimpin perolehan skor di game pertama. Di game kedua pun Praveen/Melati unggul jauh 14-10.
"Kekalahan ini memang tidak bisa jadi alasan, tapi tetap saja saya bilang bahwa pasangan Inggris pakai strategi yang tidak fair dan saya dengar ini terjadi juga di nomor lain," ujarnya. (PBSI/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved