Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Menakar Peluang Indonesia di Piala Sudirman

(Opn/R-2)
11/5/2019 22:20
Menakar Peluang Indonesia di Piala Sudirman
Kapten Tim Piala Sudirman Indonesia, Hendra Setiawan(PBSI)

KAPTEN Tim Piala Sudirman Indonesia, Hendra Setiawan, optimistis mereka bisa meraih hasil maksimal di turnamen beregu campuran yang akan berlangsung di Nanning, Tiongkok, pada 19-26 Mei 2019 mendatang tersebut. Pernyataan itu diungkapkan Hendra dalam acara pelepasan tim Sudirman di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/5)

“Menurut saya, semua bisa terjadi di pertandingan, apalagi di pertandingan beregu. Hasilnya tidak bisa ditebak. Tapi, kami di tim semuanya harus optimistis dulu,” ungkap Hendra.

Senada, Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto menyebutkan, bahwa peluang tim Indonesia tahun ini cukup terbuka. “Paling tidak dengan komposisi pemain yang kami punya saat ini, saya sependapat dengan Susy bahwa peluang kami terbuka untuk merebut kembali Piala Sudirman yang sudah melanglang buana di luar,” terangnya.

Menurut Budiharto, targetnya semua pemain yang diturunkan bisa main semaksimal mungkin. Saat ini tiga nomor andalan masih di ganda putra, tunggal putra, dan ganda campuran.

Untuk ganda putri, mereka berharap pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu bisa membuat kejutan. “Kami pun berharap ada kejutan dari tim tunggal putri,” paparnya.

Tim Piala Sudirman rencananya akan bertolak ke Nanning pada Rabu (15/5), dengan menggunakan maskapai Cathay Pacific 718 via Hong Kong, pada pukul 08.15 WIB.  

Pada kesempatan yang sama, Ketua­ Umum PP PBSI, Wiranto, berharap para atlet memiliki semangat juang seperti Susy Susanti saat memenangi Piala Sudirman  1989.

Kala itu Susy turun di partai ketiga, dan Indonesia  tertinggal 0-2. Namun, Susy mampu membalikkan keadaaan dan memenangi pertandingan sehingga menjaga asa tim Indonesia yang akhirnya juara.

“Pada saat tertinggal 0-2, kan teorinya satu poin lagi kalah. Tapi tunggal putri penentu bisa main kesetanan sehingga membalikkan keadaan dan menang. Bukan hanya teknik permainan, melainkan juga mental. Jadi para pemain di Piala Sudirman ini harus punya mental seperti Susy,” kata Wiranto.

“Sejarah di Piala Sudirman 1989 ini bisa menjadi sumber inspirasi yang bisa kita jadikan pelajaran terutama untuk para atlet. Tidak ada yang tidak mungkin.” (Opn/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya