Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Ketika Musim Gelar Juara Tiba

Despian Nurhidayat
06/5/2019 03:00
Ketika Musim Gelar Juara Tiba
Pasangan ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan menjadi juara di turnamen Selandia Baru(Dok. PBSI)

SETELAH gagal membawa pulang gelar juara di beberapa turnamen sebelumnya, para pebulu tangkis Indonesia akhirnya kembali membuat bangga. Mereka sukses membawa dua gelar juara dari turnamen Selandia Baru 2019.

Kedua gelar itu dipersembahkan tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan setelah di final mengalahkan lawan masing-masing. Dari sektor tunggal putra Jojo--panggilan akrab Jonatan--tampil sebagai kampiun setelah mengalahkan pebulu tangkis Hong Kong, NG Ka Long Angus, dua gim langsung 21-12 dan 21-13 pada partai puncak yang berlangsung di Eventfinda Stadium, Auckland, Selandia Baru, kemarin.

Hasil itu memperbaiki capaian yang diraih Jonatan di kejuaraan yang sama. Tahun lalu, Jojo hanya mampu menjadi runner-up setelah dikalahkan pebulu tangkis kawakan Tiongkok, Lin Dan.

"Saya melihat kondisi kaki lawan sepertinya tidak enak kalau dilari-lariin. Jadi, saya sengaja membuat dia lari ke sudut lapangan. Mungkin ini yang bikin dia enggak enak mainnya. Saya juga enggak mau buru-buru menyerang karena kalau dismes terus, pertahanannya bagus, makanya saya coba cop silang," jelas Jonatan.

"Di turnamen ini, saya mencoba kembali ke penampilan saya di Malaysia dan Singapore Open, kemarin. Apalagi sekarang sudah mulai pengumpulan poin ke Olimpiade. Saya berusaha tampil enjoy, rileks, enggak mikirin harus menang, harus dapat poin sekian-sekian. Saya fokus partai demi partai, enggak memikirkan babak setelahnya, yang hari itu saja dulu," lanjut pebulu tangkis peringkat sembilan dunia itu.

Kesuksesan serupa dipetik pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Pasangan yang baru bergabung lagi itu tampil sebagai yang terbaik setelah mengalahkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan tiga gim 20-22, 21-15, dan 21-17.

"Sebetulnya tidak ada perbedaan di gim pertama, kedua, dan ketiga. Kalau menghadapi mereka, memang harus lebih sabar saja dari awal," ujar Ahsan.

"Pasangan Jepang itu punya defense yang kuat, tipe main mereka memang defense dulu baru balik serang," lanjut Ahsan yang kini menempati peringkat empat dunia bersama Ahsan.

Sayangnya, kesuksesan Jojo dan Hendra/Ahsan tidak diikuti pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Mereka gagal mengamankan gelar akibat kalah dari pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying 14-21, 21-16, 27-29.

Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi pencapaian Indonesia kali ini sebab tim 'Merah Putih berhak menjadi juara umum di turnamen itu dengan raihan dua gelar dan satu runner-up.

 

Fokus Olimpiade

Terlepas dari kesuksesan tersebut, Jonatan mengaku kini akan fokus ke Olimpiade. Untuk itu, dia akan berusaha mencari poin sebanyak-banyaknya.

"Jelang Olimpiade, saya fokus ambil poin sebanyak mungkin di tiap turnamen yang saya ikuti, jangan sampai sia-siakan kesempatan yang sudah dikasih oleh PBSI. Kalau untuk rangking, saya maunya di top 8 biar jadi unggulan kalau nanti bisa lolos ke Olimpiade." (PBSI/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya