Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM bulu tangkis Indonesia kembali gagal membawa pulang gelar juara dari turnamen yang mereka ikuti. Kali ini para atlet Cipayung tidak mampu berprestasi di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019.
Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang semula diharapkan bisa menyelamat muka Indonesia pun tidak bisa berbuat banyak. Ganda putra nomor satu dunia itu harus mengakui keunggulan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dua gim langsung 18-21, 3-21 pada partai puncak Minggu (28/4).
Pada pertandingan yang berlangsung di Wuhan Sport Center tersebut, Kevin/Marcus sebenarnya sempat bisa mengimbangi permainan Endo/Watanabe pada gim pertama. Namun, situasi berubah drastis pada gim kedua.
The Minions julukan Kevin/Marcus benar-benar menjadi bulan-bulanan lawan. Mereka bahkan hanya bisa membuat 3 poin sepanjang laga sebelum takluk 3-21.
Kekalahan itu menjadi kekalahan pertama Kevin/Marcus dari pasangan Jepang yang juga unggulan lima tersebut. Sebaliknya, bagi Endo/Watanabe, kemenangan itu sekaligus menjadikan mereka sebagai ganda putra Jepang pertama yang meraih gelar juara dari kejuaraan bulu tangkis Asia.
Tambahan gelar dari Endo/Watanabe itu membuat Jepang mengoleksi tiga gelar dan menjadi juara umum di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019. Dua gelar lain direbut Tiongkok dari ganda campuran dan ganda putri.
Masalah mental
Pada bagian lain, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyoroti kegagalan para pebulu tangkis Indonesia untuk berprestasi di tingkat internasional, terutama di sektor tunggal. Menurutnya, salah satu kelemahan atlet Indonesia saat ini ialah tidak memiliki kekuatan mental dan karakter pejuang.
“Secara teknik Indonesia luar biasa, tapi yang harus didik dari talenta kita ialah mental dan karakter. Jangan sampai gangguan kecil itu mengganggu karier ke depan sebab banyak yang berta-lenta bagus tersungkur akibat kedua penyebab itu,” ujar Yoppy Rosimin dalam acara peluncuran buku bertajuk Perjalanan Emas Bulutangkis, yang termasuk rangkaian acara perayaan ulang tahun ke-50 PB Djarum di Kantor PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah, kemarin.
Menurut dia, PB Djarum akan berkonsentrasi dalam membangun karakter dan mental yang mumpuni sebagai atlet yang bisa meraih banyak prestasi. Di usia ke-50, klub yang banyak mencetak atlet andal ini akan terus berusaha menumbuhkembangkan bulu tangkis sebagai cabang olahraga unggulan bagi Indonesia.
“Kita akan terus memperbaiki ekosistem bulu tangkis, semua elemennya supaya naik level,” tukasnya.
Pada kesempatan sama, legenda bulu tangkis Indonesia Cristian Hadinata mengatakan perayaan ulang tahun ke-50 PB Djarum menjadi momentum besar. Pasalnya, seluruh alumni klub itu dapat mempererat kembali silaturahim yang sempat terputus. (R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved