Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS muda Jerman Alexander Zverev masih menempati rangking tiga dunia. Dengan kegemilangannya, petenis berusia 22 tahun tersebut dijuluki ‘the Giant Killer’.
Dua petenis nomor satu dunia Novak Djokovic dan mantan petenis nomor satu dunia Roger Federer pernah dikalahkan Zverev.
Namun, petenis nomor dua dunia Rafael Nadal dari Spa-nyol belum pernah ditaklukkan petenis yang biasa disapa ‘Sascha’ tersebut. Pada turnamen Barcelona Terbuka, Sascha diharapkan dapat bertemu dengan petenis yang dijuluki the King of Clay yang memegang 11 gelar juara turnamen tersebut.
Sayangnya, kendati menjadi unggulan kedua di turnamen Barcelona Terbuka 2019, Sascha, pemegang gelar ATP Tour Finals 2018, sudah harus angkat koper lebih awal.
Pada babak pembuka di Venue Real Club de Tenis, Barcelona, Catalonia, Spanyol, Selasa (23/4) waktu setempat, Sascha dihentikan langkahnya oleh petenis nonunggulan Nicolas Jarry dari Cile dengan skor 6-3, 5-7, dan 6-7 (5/7) .
Kekalahan Sascha jelas sangat mengejutkan. Pasalnya Jarry hanyalah petenis dengan rangking 81 dunia. Di set pertama, Sascha menang mudah dengan skor 6-3.
Namun, set kedua menjadi milik Jarry dan unggul 7-5. Pada set ketiga atau set penentuan yang diwarnai tie break, pemegang tiga gelar turnamen Master sempat unggul 6-5.
Jarry memiliki mental percaya diri mampu bangkit dan menyamakan ke-ddukan menjadi 6-6.
Saat tie break, Sascha sempat unggul 3-0. Jarry tak begitu saja menyerah. Bahkan petenis Cile berusia 23 tahun itu membalikkan keadaan menjadi 7-5 dan memenangi laga.
Setelah kalah, Sascha meng-akui performanya menurun. Yang sangat memukul perasan petenis muda asal Jerman yakni dia harus kalah di babak pertama dari petenis yang rangking jauh di bawahnya.
“Saya baru saja bermain buruk, ini bukan sebuah rahasia,” ucap petenis yang pernah diobatkan sebagai petenis termuda dunia yang mampu menembus rangking tiga dunia,
“(Permainan) tenis (saya) sangat level rendah. Banyak poin yang dimenangi dia (Jarry) disebabkan unforced error (dari saya). Saya memiliki sebuah lubang dan saya tidak tahun bagaimana mengatasi ini,” papar Sascha.
Di sisi lain, aksi Jarry membuat kejutan bukanlah yang bertama kali. Ia pernah menyingkirkan petenis nomor 11 dunia Maric Cilic dari Kroasia turnamen Shanghai Masters 2018. Ia juga pernah membungkam petenis nomor lima dunia Dominic Thiem dari Austria pada Jerman Terbuka 2018. (AFP/Des/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved