Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

PBSI Bidik Satu Gelar di Kejuaraan Asia

(Ant/R-2)
23/4/2019 03:30
PBSI Bidik Satu Gelar di Kejuaraan Asia
Susi Susanti(MI/ADAM DWI )

PENGURUS Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menargetkan satu gelar di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019 yang berlangsung di Tiongkok pada 23-28 April nanti. Hal itu untuk menebus kegagalan mereka di dua kejuaraan sebelumnya, yakni Singapura terbuka dan Malaysia Terbuka.

“Kalau ditanya maunya, tentu kita ingin mendapat gelar seba­nyak-banyaknya. Namun, kita juga harus melihat diri sendiri.  Itu sebabnya kami hanya mengatakan minimal satu gelar,” tutur Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti, kemarin.

“Soal satu gelar itu dari mana, bisa dari mana saja. Saat ini memang kekuatan utama kita pada ganda putra. Tetapi bukan tidak mungkin juga dari ganda campuran atau tunggal putra. Belakangan, dua pemain kita Anthony Ginting dan Jonatan Christie tampil cukup konsisten,” lanjut Susy.

Selain itu, Susy berharap pemain tunggal putri bisa memberikan prestasi. Apalagi mereka kini punya pelatih anyar Rionny Mainaky.

“Saya melihat dengan bergabungnya Rionny sudah mulai ada perubahan yang diperlihatkan anak-anak dari semangatnya, disiplinnya. Ya, memang belum banyak. Tetapi saya pikir tahun depan bisa.  Sudah cukup lama kita tidak punya juara tunggal putri.”

Pada kejuaraan yang berlangsung di Wuhan Sports Center Gymnasium tersebut, lanjut Susy, pihaknya menurunkan 20 atlet. Dari ke-20 atlet itu, ia berharap ada yang bisa membuat bangga bangsa Indonesia.

Sementara itu, pebulu tangkis putri Indonesia Fitriani mengaku tertantang dengan fakta bahwa sudah lama Indonesia tidak pernah juara di tunggal putri. Itu sebabnya ia bertekad untuk membuat prestasi di turnamen Badminton Asia Championships 2019.

“Saya ingin mendapatkan hasil yang maksimal di turnamen itu. Saya sudah beberapa minggu menjalani program latihan bersama coach Rionny Mainaky,” kata Fitriani.

Atlet berusia 20 tahun itu meng­akui sudah mulai merasakan adanya perbedaan, baik dari segi pertandingan maupun latihan, selama menjalani program latihan bersama Rionny. Ia pun berharap hal itu berdampak pada penampilannya dalam pertandingan.

“Kalau lagi pertandingan di lapangan, Om Rionny (panggilan akrab), lebih tegas dan lebih disip­l­in. Sama juga waktu lagi latihan, istirahat dari satu program ke program selanjutnya tidak terlalu lama,” ujar Fitriani. (Ant/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya