Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tanpa Gelar di Singapura Open

Despian Nurhidayat
15/4/2019 04:00
Tanpa Gelar di Singapura Open
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan(DOK PBSI )

PASANGAN ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan gagal mempertahankan gelar Singapura Terbuka 2019.

Pada babak final Singapura Terbuka 2019 yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Singapura, kemarin, Hendra/Ahsan yang menempati rangking empat dunia tidak mampu mengimbangi permainan pasangan Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

 Dalam permainan yang berlangsung 51 menit, pasangan yang baru meraih juara All England 2019 itu dikalahkan pasangan Kamura/Sonoda dengan rubber game  13-21, 21-19, dan 17-21.

Dengan kekalahan tersebut,  Hendra/Ahsan yang dijuluki the Daddies itu menjadi kekalahan kedua atas pasangan dari ‘Negeri Sakura’ dalam lima kali pertemuan.

Semula sebagai juara bertahan, Hendra/Ahsan bisa membawa pulang gelar Singapura Terbuka 2013 dan 2018. Apabila bisa menjuarai Singapura Terbuka tahun ini, mereka akan merebut gelar ketiganya di turnamen yang sama.

Tak hanya itu, Hendra/Ahsan diharapkan menjadi obat kegagalan Indonesia di turnamen sebelumnya. Pada turnamen Malaysia Terbuka 2019 yang digelar dua pekan lalu, pebulu tangkis Indonesia itu juga pulang tanpa gelar.       
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) harus mengevaluasi kegagalan di dua turnamen terakhir bukan hanya sektor ganda putra, melainkan juga semua sektor.  

Di sisi lain, jika melihat perjalanan karier bulu tangkis dan segi usia, Hendra/Ahsan yang pernah meraih dua gelar juara dunia pada 2013 dan 2015, tidak bisa lagi menjadi tumpuan utama.   

“Pertama, kami mengucap syukur dulu, alhamdulillah bisa ke final. Untuk pertandingan tadi kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi mereka lebih siap dan lebih unggul di pertandingan kali ini,” kata Ahsan.

Di gim pertama, perolehan angka Hendra/Ahsan tertinggal cukup jauh 21-13. Namun, gim kedua berlangsung lebih ketat. Setelah tertinggal 8-11, Hendra/Ahsan melesat merebut delapan angka, menjadi 16-11.

Kamura/Sonoda sempat memperkecil ketertinggalannya, tetapi akhirnya Hendra/Ahsan berhasil mengamankan kemenangan dengan 21-19. Sayangnya di gim penentu, setelah kejar-mengejar angka, Hendra/Ahsan akhirnya me-nyerah dengan skor 17-21.

“Tapi di gim ketiganya mereka lebih siap lagi buat no lob-nya. Mereka memang lebih ung­gul dari kami. Pastinya masih banyak yang harus diperbaiki. Ke depannya nanti akan kami evaluasi lagi setelah sampai di Jakarta,” ujar Hendra.

Anthony juga gagal
Dengan kegagalan Hendra/Ahsan, Indonesia semula berharap kepada tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Akan tetapi, peraih medali perak­ Asian Games 2018 dan juara Tiongkok Terbuka 2018 itu juga gagal menyumbang gelar.

Dalam pertandingan yang berlangsung tiga gim, Anthony menyerah dari juara All England 2019 Kento Momota dengan skor 21-10, 19-21, dan 13-21. Di gim ketiga, stamina Momota jauh lebih unggul daripada Anthony. Momota pun menang dengan angka mudah 21-13. (Des/R-3)  



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya