Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMAIN tunggal putra Indonesia yang kini menempati rangking 10 dunia, Anthony Sinisuka Ginting, belum menemui kendala. Pemain yang menjadi ungguan ketujuh tersebut melangkah ke babak kedua Singapura Terbuka 2019.
Pada laga pembukanya yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, kemarin, Anthony, pemegang gelar Tiongkok Terbuka 2018, menyingkirkan pemain Taiwan Wang Tzu Wei dengan straight game 21-12, 21-12 dalam waktu 31 menit.
"Puji Tuhan di pertandingan pertama bisa mengatasi dengan baik. Tadi mainnya enak sih, sudah bisa mengatasi permainan dari awal sampai selesai. Terus juga lawan tadi banyak mati sendiri," terang Anthony yang juga pemegang gelar Indonesia Masters 2018.
"Tadi saya berpikir, meskipun lawan mainnya lagi enggak bagus, tapi saya mencoba untuk memanfaatkan untuk adaptasi lagi. Soalnya kemarin pas latihan enggak dapat banyak waktu untuk mencoba lapangan," sambungnya.
Di babak dua, Anthony akan berhadapan lagi dengan pemain Jepang Kenta Nishimoto. Nishimoto ialah runner-up turnamen Jerman Terbuka 2019.
Dalam tiga kali pertemuan dengan Nishimoto, Anthony mengalami kekalahan dua kali. Kekalahan terakhir Anthony atas Nishimoto terjadi pekan lalu dengan skor 18-21, 21-13, dan 23-21 di turnamen Malaysia Terbuka 2019 pekan lalu.
"Yang pasti lebih belajar lagi dari kemarin di Malaysia. Bagaimana bisa menjaga poinnya, di gim ketiga pas penentuan, bisa menyusul tapi sudah kalah jauh," kata Anthony, peraih medali perunggu Asian Games 2018.
"Saya harus coba buat lebih sabar lagi dan menikmati permainan. Harus diingat bahwa lawan Jepang itu tidak mudah, dengan siapa saja. Harus siap capek dan siap susah," jelas Anthony.
"Kemarin di Malaysia ada faktor menang kalah angin. Waktu kalah angin saya bisa enak mainnya. Tapi pas menang angin, saya kurang bisa mengontrol. Dia lebih baik dari saya saat mengontrol kondisi tersebut. Besok lebih disiapkan mengenai pikiran dan strategi main di lapangan," sambungnya.
Sayangnya, langkah Anthony gagal diikuti pemain Indonesia nonpelatnas Tommy Sugiarto. Tommy harus mengakui ketangguhan pemain Tiongkok Lu Guangzu dengan dua gim langsung 17-21, 18-21.
Fajar/Rian ke babak kedua
Pasangan ganda putra pemegang gelar Swiss Terbuka 2019, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, juga melangkah ke babak kedua. Pada babak pertama semifinalis Malaysia Terbuka 2019 menundukkan rekan sendiri, Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama, dengan skor 21-16 dan 25-23.
Dari sektor ganda campuran, pasangan Ronald Alexander/Annisa Saufika sukses memulangkan pasangan Tiongkok yang menjadi unggulan delapan, He Jiting/Du Yue, dengan skor 21-19, 11-21, dan 21-18 .
Kemenangan tersebut sekaligus membalas kekalahan Ronald/Annisa sebelumnya di Malaysia Terbuka 2018. Saat itu Ronald/Annisa dikalahkan dengan skor 12-21, 16-21 dari He/Du.
"Kami bermain lebih tenang lagi. Karena kemarin kami kalah dari mereka karena banyak mati sendiri, gampang hilang poin. Itu karena kurang tenang, poin ketinggalan mainnya jadi ngawur," kata Ronald.
"Gim kedua kami sempat kurang tenang, banyak mati sendiri. Gim ketiga kami tenang dan lebih fokus poin per poin. Pas poin-pon tua lebih berani saja," sambung Ronald. (Opn/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved