Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Susy Susanti: Daya Tahan Pemain Muda Indonesia Penting Dijaga

M. Taufan SP Bustan
26/3/2019 19:37
Susy Susanti: Daya Tahan Pemain Muda Indonesia Penting Dijaga
Manajer tim bulu tangkis Indonesia Susi Susanti(MI/Adam Dwi)

PERJALANAN tim Indonesia di Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 telah selesai. Capaian sebagai semifinalis merupakan hasil maksimal yang mampu dibawa pulang punggawa merah putih dari Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong. Meski berhasil mencapai target, manajer tim Indonesia, Manajer tim Indonesia Susi Susanti tetap membawa beberapa catatan evaluasinya.

Baca juga: Kemenpora : e-Sport Potensi untuk Masa Depan Anak Muda

“Saya melihat ada beberapa hal yang masih harus ditambah dan dilatih lagi. Dari daya tahan, pola main, fokus itu yang paling penting,” terangnya di Jakarta, Selasa (26/3).

Menurutnya, banyak sekali kejadian ketika pemain sudah leading tapi malah lengah karena hilang fokus dan konsentrasi. Kemudian ada adaptasi lapangan juga yang harus dipercepat. “Banyak hal nonteknis yang perlu dimatangkan lagi dan disiapkan lagi untuk ke pertandingan berikutnya,” tegas Susi.

Indonesia kalah dari Jepang setelah kehilangan tiga poin secara berurutan, baik Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra, Ruselli Hartawan, maupun Shesar Hiren Rhustavito, sama-sama tak berhasil melewati lawan-lawannya dengan kemenangan.

Baca juga: Firza Dikabarkan Cedera

“Contohnya kemarin pasangan ganda putra, beberapa kali servis nyangkut. Kan itu tidak boleh. Atau pemain yang sudah tahu kalau main cepet-cepetan bakal kalah, maka harus dipelankan. Terkadang, pola-pola seperti itu mereka masih belum cepat tanggap. Banyak pembelajaran buat para atlet yang main di sini, yang mungkin juga baru pertama kali main beregu,” lanjut Susi.

Susy menegaskan, hasil turnamen itu tidak akan menjadi gambaran penampilan tim Indonesia di Piala Sudirman 2019 mendatang. Sebab pemain yang diturunkan di Hong Kong merupakan pemain pelapis yang didominasi atlet muda Indonesia.

“Tentu ini tidak akan menjadi gambaran Piala Sudirman nanti. Karena pemain andalan kami tidak diturunkan. Begitu juga dengan tim dari negara lain. Turnamen ini menjadi pengalaman yang baik buat pemain-pemain muda kami. Karena selanjutnya kan mereka yang akan jadi ujung tombak Indonesia,” pungkas Susi. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya