Ibu Negara akan Serahkan Piala Bergilir Lomba Poco-poco
Ghani Nurcahyadi
26/11/2015 00:00
(Dok MI)
Penggemar olahraga poco-poco boleh berbangga. Pasalnya, Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, diharapkan bisa menyerahkan Piala Bergilir Ibu Presiden kepada pemenang Lomba Poco-poco yang berlangsung di Teater Bhineka Tunggal Ika Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (28/11) malam. "Kita sudah mendapat konfirmasi kesediaan Ibu Iriana Joko Widodo akan menyerahkan Piala Bergilir Ibu Negara kepada pemenang. Mudah-mudahan tidak ada halangan," kata Ketua Umum Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (Fokbi) Sapta Nirwandar dalam acara Seminar Kesehatan Senam Poco Poco Nusantara Untuk Mencegah dan Mengatasi Penyakit serta Meningkatkan Kebugaran di Philip Kotler Teather, Markplus Gedung Eighty-Eighty Jakarta, Kamis (26/11).
Diperkirakan lomba yang berlangsung selama dua hari di Kelapa Gading.Jakarta dan TMII itu diikuti ratusan tim dari berbagai Provinsi. "Saat ini sudah tercatat 74 tim yang berasal dari 13 provinsi yang sudah mendaftar. Biasanya, pada hari terakhir pendaftaran membludak," katanya. Berbicara masalah seminar, kata mantan Wakil Menteri Kementerian Parawisata, Pokbi sengaja melibatkan pembicara dari pakar kesehatan yakni Ria Maria Theresa, Lili Karmel, dan Grace Tumbelaka dengan tujuan agar senam poco-poco bisa memberikan kesehatan dan kebugaran kepada penggemarnya.
"Seminar ini akan membuat standarisasi mengenai gerakan dan waktu melakukan senam poco-poco yang aman. Dengan demikian, mereka yang menjalankan senam poco-poco bisa lebih sehat dan bugar," timpal Deputi Olahraga dan Kesehatan Kemenkes, Mochtar. Salah seorang peserta seminar dan lomba, Ice Nebore dari Tim SP2N Foja Mountain Kabupaten Mamberamo Raya Papua mengatakan, senam poco-poco merupakan senam wajib bagi pelajar dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). "Senam poco-poco menjadi kegiatan wajib bagi pelajar dan PNS setiap Jumat. Dan, kita sudah mengkreasikan dengan berbagai gerakan seperti gerakan pacul, kaki tendang, asmat dan panah," kata Ice yang datang bersama sembilan rekannya dari Papua. (R-1)