Ikut Kejuaraan Dunia, Tim Binaraga Pakai Duit Sendiri
Eko Rahmawanto
23/11/2015 00:00
(ANTARA/M.Ali Khumaini)
IRONIS nasib tim nasional binaraga Indonesia. Jelang keberangkatan ke ajang WPBF World Championships yang dihelat di Bangkok, Thailand, 24-30 November 2015, mereka belum mendapatkan bantuan dari Persatuan Angkat Besi-Binaraga-Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Indonesia akan turun di 10 dari 37 kelas yang dipertandingkan.
Untuk berangkat ke Thailand atlet harus mengeluarkan dana sendiri untuk berangkat ke Thailand. Padahal, tiap atlet mengeluarkan minimal Rp15 juta. Padahal timnas binaraga mengirimkan 12 atlet dan empat ofisial.
''Artinya duta bangsa tersebut harus mengeluarkan dana Rp240 juta. “Ini kan miris. Kami membela negara, namun tak mendapat perhatian,†terang manajer timnas Kemalsyah Nasution.
Kemalsyah menambahkan, selama ini binaraga terus menjadi anak tiri PB PABBSI. Padahal, para atlet Indonesia sebenarnya sudah beberapa kali mengibarkan bendera Merah Putih. Di antaranya ialah di Asian Beach Games 2008 dan 2010.
Kekecewaan Kemalsyah bertambah karena PABBSI tak memasukkan sosok yang mengerti binaraga di tim formatur. “Justru malah dihuni angkat besi. Ini kan sama saja kami mau masak, tapi disodori ahli mesin. Ya nggak bisa,†tambah Kemalsyah.
Atlet senior Syafrizaldy juga kecewa berat. Binaragawan terbaik Indonesia itu mengaku tak mendapat perhatian negara. Alhasil, dia harus merogoh kocek Rp18 juta per bulan untuk menjaga performanya.
“Ini kan naif. Hanya presiden dan atlet yang bisa mengibarkan Merah Putih. Pengurus ke mana? Mereka juga tak memperjuangkan agar binaraga masuk dalam Asian Games 2018. Tentu saja kami kecewa,†tegas Syafrizaldy.
"Pemerintah ke mana? Apalagi di Asian Games yang kita tuan rumahnya tidak ada binagaranya. Padahal ini bisa mendulang emas. Untuk membiayai keberangkatan ke Thailand ini, atlet sampai harus jual motor untuk mendapatkan biaya. Sakitnya saya itu di situ karena saya sudah memberikan yang terbaik di Asian Games Qatar," tuturnya. (R-4)